Joshua dan Viktor terhenti di semifinal Kejuaraan Tinju Asia
Joshua dan Viktor Terhenti di Semifinal Kejuaraan Tinju Asia U19 dan U23 2026
Joshua dan Viktor terhenti di semifinal - Jakarta – Perjalanan dua petinju muda Indonesia, Joshua Toni Marties Lahin serta Viktor Wengkang, harus berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Keduanya gagal melaju ke babak final Kejuaraan Tinju Asia U19 dan U23 2026 yang berlangsung di Basket Hall Gelora Bung Karno, Jakarta, pada hari Senin. Kehadiran mereka di ajang bergengsi ini sempat membawa harapan besar bagi kontingen Indonesia, namun akhirnya keduanya harus mengakui keunggulan lawan-lawan yang lebih berpengalaman di ring. Joshua dan Viktor terhenti di semifinal menjadi catatan penting dalam perjalanan tim nasional Indonesia di turnamen kali ini.
Joshua Kalah Angka di Kelas Ringan U19
Joshua Toni Marties Lahin tampil di kelas ringan putra dengan bobot 60 kilogram pada kategori U19. Dalam pertarungan yang berlangsung sengit, petinju Indonesia ini harus mengakui keunggulan Siwa Chainarong dari Thailand melalui penilaian angka. Meskipun tidak berhasil melaju ke final, Joshua tetap berhak membawa pulang medali perunggu sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah dicapainya sepanjang turnamen. Pertandingan ini menunjukkan bahwa Joshua memiliki potensi besar untuk berkembang di kancah internasional.
Kehilangan kesempatan untuk menambah wakil Indonesia di babak final memang menjadi catatan mengecewakan, namun pencapaian Joshua tetap patut diapresiasi. Ia telah menunjukkan kemampuan kompetitifnya di level Asia dan berhasil keluar sebagai salah satu petinju terbaik di kelasnya. Kehadiran Joshua di semifinal membuktikan bahwa pembinaan tinju muda Indonesia terus menghasilkan talenta-talenta potensial.
Viktor Terkalahkan oleh Petinju Kazakhstan
Sementara itu, Viktor Wengkang juga mengalami nasib serupa di kelas welter putra U19 dengan bobot 65 kilogram. Lawannya kali ini adalah Akzhurek Kalabay dari Kazakhstan, dan pertarungan ini berakhir dengan skor telak 0-5. Para juri memberikan penilaian 27-29, 27-30, 27-30, 27-30, dan 27-29 untuk setiap ronde yang berlangsung. Kekalahan ini membuat Viktor harus puas dengan medali perunggu, yang sekaligus menjadi medali kelima yang berhasil diraih Indonesia sepanjang penyelenggaraan turnamen ini.
Viktor menunjukkan semangat juang yang tinggi sepanjang pertandingan, meskipun akhirnya harus mengakui keunggulan lawan. Pengalaman bertanding melawan petinju Kazakhstan yang lebih senior menjadi pelajaran berharga bagi perkembangan karir Viktor ke depannya.
Pendapat Pelatih Husni Ray
Mengenai hasil yang dicapai oleh kedua petinju Indonesia, pelatih tim nasional Husni Ray menyampaikan apresiasinya terhadap perjuangan anak-anak asuhnya. Ia juga mengakui bahwa kualitas lawan-lawan yang dihadapi berada di level yang lebih tinggi. Menurut Husni, para petinju Indonesia telah bermain dengan maksimal, namun pengalaman bertanding di kancah internasional masih menjadi faktor penentu.
"Mereka bermain sudah maksimal dan hasilnya sudah sama-sama kita ketahui bahwa mereka yang putra kalah angka. Mereka kemampuan bertandingnya masih di bawah pemain lawan dan kalah pengalaman bertanding di Internasional," jelas Husni.
Pernyataan pelatih Husni Ray memberikan gambaran jelas tentang posisi tinju Indonesia di kancah Asia. Dengan pengalaman yang terus bertambah, diharapkan kedua petinju ini dapat kembali lebih kuat di kompetisi mendatang.
Indonesia Tidak Ada di Final Putra
Dengan kekalahan Joshua dan Viktor, kontingen Indonesia dipastikan tidak akan mengirimkan satupun petinju putra ke partai final. Sebelumnya, M. Riko Prayogi juga telah gagal di babak semifinal, sehingga tidak ada perwakilan putra Indonesia yang tersisa di babak penentuan. Joshua dan Viktor terhenti di semifinal menandai berakhirnya harapan putra Indonesia di kejuaraan kali ini.
Di sisi lain, Indonesia masih memiliki dua wakil di final putri. Anggie Intania Chalik akan bertanding di kelas terbang ringan putri U19 dengan bobot 45-48 kilogram, sementara Dira Artika akan mewakili Indonesia di kelas bulu putri U19 dengan bobot 57 kilogram. Kedua petinju putri ini diharapkan dapat membawa pulang medali untuk menambah koleksi prestasi Indonesia di kejuaraan kali ini. Keberhasilan putri Indonesia menjadi pembeda penting dalam penampilan keseluruhan tim nasional.