Lindswell Kwok minta CdM Indonesia turut jaga mental atlet wushu
Lindswell Kwok Minta CdM Indonesia Perkuat Dukungan Mental Atlet Wushu
Fukushimask.com – Jakarta menjadi pusat perhatian ketika Lindswell Kwok menyampaikan permintaan penting kepada CdM Indonesia, Todotua Pasaribu. Permintaan ini berkaitan erat dengan upaya menjaga stabilitas mental para atlet wushu Indonesia yang akan bertanding di Asian Games 2026 di Jepang. Sebagai salah satu atlet wushu paling berprestasi di tanah air, Lindswell Kwok memahami betul bahwa persiapan psikologis sama pentingnya dengan persiapan fisik.
Fondasi Psikologis dalam Persiapan Atlet
Menurut Lindswell Kwok, aspek psikologis sering kali menjadi faktor penentu keberhasilan atlet di kancah internasional. Kepercayaan diri yang kuat saat berada di dalam arena sangat ditentukan oleh bagaimana proses persiapan telah dibangun sejak jauh sebelum pertandingan dimulai. Untuk cabang olahraga wushu, di mana setiap atlet bertanding secara individu tanpa bantuan rekan tim, kesiapan mental menjadi hal yang sangat vital. Hal ini disampaikan oleh Lindswell Kwok dalam kegiatan kunjungan CdM Indonesia ke pemusatan latihan nasional wushu di Jakarta pada hari Selasa.
"Yang paling penting sebenarnya adalah psikologis atlet. Kepercayaan diri mereka saat berada di arena sangat dipengaruhi oleh bagaimana persiapan yang dibangun sejak jauh-jauh hari. Untuk cabang olahraga seperti wushu, atlet bertanding secara individu sehingga kesiapan mental menjadi sangat penting,"
Lindswell Kwok, yang telah lima kali meraih gelar juara dunia dalam nomor taijiquan dan taijijian, menekankan bahwa kesiapan mental sangat berkaitan erat dengan pemenuhan seluruh kebutuhan sebelum pertandingan dimulai. Aspek psikologis menjadi sangat penting bagi cabang olahraga yang mengandalkan performa individu seperti wushu. Alasannya sederhana namun mendalam: atlet harus mampu mengelola tekanan dan tampil optimal dengan kesiapan diri sendiri.
Dukungan Luar Arena Meningkatkan Performa Atlet
Lindswell Kwok, yang saat ini menjabat sebagai pelatih dalam pelatnas wushu, menjelaskan bahwa dukungan yang baik di luar arena dapat meningkatkan rasa percaya diri atlet ketika menghadapi lawan. Pernyataan tersebut dilatarbelakangi oleh pengalaman pribadi Lindswell Kwok saat mengikuti sejumlah pertandingan tingkat internasional. Ketika menjalani training camp di luar negeri, perlengkapan lengkap, baju disiapkan dengan baik, semuanya dipersiapkan dengan matang, suasananya berbeda sekali ketika masuk ke arena pertandingan.
"Ketika menjalani training camp di luar negeri, perlengkapan lengkap, baju disiapkan dengan baik, semuanya dipersiapkan dengan matang, suasananya berbeda sekali ketika masuk ke arena pertandingan. Mental atlet menjadi jauh lebih siap dibandingkan kalau hanya berlatih di kandang sendiri,"
Atlet peraih medali emas dan perak pada Asian Games 2014 dan 2018 ini menambahkan bahwa kenyamanan atlet, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga kebutuhan pendukung lainnya, dapat membantu atlet menjaga fokus menjelang pertandingan. Selain faktor mental, Lindswell Kwok juga menyampaikan arti penting perhatian terhadap detail pelayanan selama mengikuti ajang multi cabang internasional. Hal ini sejalan dengan permintaan Lindswell Kwok kepada CdM Indonesia agar lebih memperhatikan aspek-aspek yang mendukung kesiapan mental atlet.
Keterbukaan CdM Indonesia Terhadap Masukan Atlet
CdM Todotua Pasaribu mengatakan bahwa masukan dari atlet dan mantan atlet atau pelatih menjadi bagian penting dalam membangun sistem pelayanan kontingen Indonesia. Setiap kunjungan ke cabang olahraga, menurutnya, bukan hanya dilakukan untuk melihat perkembangan latihan, melainkan juga membuka ruang diskusi untuk memahami kebutuhan atlet dari pengalaman langsung mereka.
"Kami ingin mendengar langsung dari mereka yang pernah berada di lapangan. Atlet dan mantan atlet adalah pihak yang paling memahami kebutuhan selama mengikuti multi-event,"
Menurut Todotua, berbagai masukan yang diterima menjadi bekal bagi tim CdM untuk memastikan pelayanan kepada kontingen benar-benar menjawab kebutuhan atlet ketika berada dalam Asian Games. Dia menjelaskan bahwa tugas CdM bukan hanya mengatur keberangkatan kontingen, tetapi memastikan seluruh kebutuhan atlet terpenuhi agar mereka dapat berkonsentrasi penuh menghadapi pertandingan.
Pendekatan holistik ini mencerminkan komitmen Indonesia untuk tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis atlet, tetapi juga memastikan aspek psikologis dan pelayanan menjadi prioritas utama. Dengan demikian, para atlet wushu Indonesia diharapkan dapat tampil maksimal di kancah internasional dengan mental yang kuat dan dukungan yang memadai dari CdM Indonesia.