Putra Tri tak mau berpuas diri setelah ukir sejarah panjat tebing
Putra Tri Tak Berpuas Diri Setelah Mengukir Sejarah Panjat Tebing
Putra Tri tak mau berpuas diri - Jakarta, 12 Desember 2025 – Atlet panjat tebing Indonesia, Putra Tri Ramadani, yang lebih dikenal dengan nama Srondeng, tidak berpuas diri setelah sukses mempersembahkan medali emas dalam kategori lead di World Climbing Series Praha 2026, Ceko. Prestasi ini menjadi titik balik penting dalam sejarah olahraga panjat tebing Indonesia, karena sebelumnya tidak ada atlet tanah air yang pernah meraih gelar tersebut. Keberhasilan Putra dalam lomba tersebut terjadi pada Senin dini hari WIB, setelah ia mengatasi rute yang sangat menantang di babak akhir.
"Ini adalah final kedua saya dan emas pertama, tentu sangat bahagia karena rute di final sangat sulit terutama di bagian atas sampai tangan saya pump (kelelahan mencengkeram)," kata Putra, dikutip dari keterangan tertulis PP FPTI yang diterima di Jakarta.
Menurut Putra, pencapaian ini bukanlah akhir dari perjuangannya, melainkan awal untuk terus berkembang. Ia menegaskan bahwa medali emas ini adalah tambahan motivasi bagi dirinya agar bisa mengharumkan nama bangsa dan negara di kancah internasional. "Saya ingin terus meningkatkan kualitas diri, agar bisa menjadi lebih baik dalam setiap pertandingan," ujarnya.
Pencapaian Bersejarah di Praha 2026
Di Praha 2026, Putra memperlihatkan performa luar biasa dengan skor 43, yang membuatnya berada di posisi teratas dan memastikan dirinya berada di podium tertinggi. Keberhasilannya ini menunjukkan konsistensi dan ketahanan fisik yang luar biasa, terlebih dalam menghadapi medali yang tergolong sulit. "Perjuangan di final sangat berat, karena setiap langkah harus dipertaruhkan dengan konsentrasi maksimal," tambah Putra.
Putra mengakui bahwa ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki agar penampilannya bisa lebih stabil di level kompetisi global. Meski telah menciptakan sejarah bagi Indonesia, ia tetap fokus pada upaya meningkatkan kualitas teknik dan mental. "Pekerjaan rumahnya adalah saat orientasi jalur dan mengatasi rasa grogi," jelasnya.
Perjuangan di Final yang Menentukan
Babak final di Praha menjadi ujian terberat bagi Putra, karena jalur yang diberikan memiliki tingkat kesulitan tinggi. Ia bersaing dengan tujuh pemanjat elite dunia, termasuk Sorato Anraku, Neo Suzuki, dan Satone Yoshida dari Jepang, serta Adam Ondra, Luka Potocar, Filip Schenk, dan Jakob Schubert dari negara-negara lain. Dari kelompok tersebut, Suzuki berhasil meraih medali perak dengan skor 39, sementara Schubert memperoleh medali perunggu setelah mencetak angka 37.
Putra menilai bahwa persaingan di Praha sangat ketat, dengan para lawannya yang memiliki pengalaman dan keahlian luar biasa. Namun, ia percaya bahwa persiapan yang matang dan semangat tinggi membantunya meraih kemenangan. "Saya sangat bangga karena bisa menang di lingkungan yang kompetitif seperti ini," katanya.
Kemajuan Berkelanjutan dalam Kompetisi Internasional
Sebelumnya, pada September 2025, Putra sempat berpartisipasi dalam World Climbing Series Koper, Slovenia. Meski saat itu ia hanya menempati peringkat keenam dengan skor 40+, prestasinya tetap memberikan gambaran bahwa ia memiliki potensi untuk bersaing di tingkat internasional. "Pengalaman di Koper menjadi pembelajaran berharga, karena saya bisa melihat titik lemah dan kekuatan diri sendiri," katanya.
Kemajuan Putra tidak hanya mencerminkan keahliannya dalam teknik panjat tebing, tetapi juga dedikasinya terhadap olahraga ini. Ia menjelaskan bahwa untuk mencapai level tertinggi, atlet harus selalu meningkatkan kemampuan fisik dan mental. "Ketahanan tubuh serta fokus yang konsisten adalah kunci untuk sukses dalam kompetisi seperti ini," ujarnya.
Menjadi Representasi Olahraga Indonesia
Penghargaan emas ini menjadi pencapaian penting bagi Indonesia, karena mengukir nama dalam sejarah olahraga panjat tebing. Putra menjadi satu-satunya wakil tanah air yang tampil di babak final kategori lead, yang menunjukkan bahwa olahraga ini semakin dikenal dan diminati di Asia Tenggara. "Saya harap ini bisa menjadi semangat bagi atlet lainnya, agar tidak ragu untuk menantang diri di kancah internasional," katanya.
Dalam perjalanan menuju Praha 2026, Putra telah melalui berbagai persiapan intensif. Ia menjelaskan bahwa pelatihan yang terencana dan konsistensi dalam berlatih menjadi alasan utama keberhasilannya. "Saya selalu berusaha mencari cara baru untuk meningkatkan keterampilan, agar tidak tertinggal dari atlet-atlet lain," tuturnya.
Langkah Selanjutnya dan Harapan Masa Depan
Putra berharap prestasi ini bisa menjadi awal dari keberhasilan lebih besar di masa depan. Ia menargetkan untuk terus mengembangkan diri, tidak hanya dalam teknik panjat tebing, tetapi juga dalam menghadapi tekanan dan tantangan di kompetisi tingkat dunia. "Saya ingin menjadi contoh bagi atlet muda, bahwa setiap medali harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh," katanya.
Dalam wawancara tambahan, Putra menyebutkan bahwa olahraga panjat tebing memiliki peran penting dalam membangun citra Indonesia di dunia olahraga. "Dengan adanya atlet seperti saya, mungkin bisa menginspirasi lebih banyak orang untuk terlibat dalam olahraga ini," ujarnya.
Kemenangan di Praha 2026 adalah bukti bahwa Putra memiliki kapasitas untuk bersaing di tingkat teratas. Meski masih ada ruang untuk berkembang, ia yakin akan terus berusaha meningkatkan kemampuan. "Saya tidak ingin berhenti di sini, karena masih banyak hal yang bisa dicapai," tut