Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Sanz pilih fokus tingkatkan performa laga demi laga di MSC EWC 2026

Published July 24, 2026 · Updated July 24, 2026 · By Joseph Wilson - fukushimask.com

Foto : Joseph Wilson - fukushimask.com

Sanz Ungkap Strategi Bertahap ONIC Menuju MSC EWC 2026

Fukushimask.com – Jakarta — Dalam menghadapi ajang Mobile Legends: Bang Bang Mid Season Cup yang diselenggarakan sebagai bagian dari Esports World Cup 2026, Sanz selaku pemain ONIC Esports memutuskan untuk tidak terburu-buru menetapkan target besar sejak awal. Sebaliknya, ia memilih pendekatan bertahap dengan memaksimalkan performa di setiap laga yang dijalani. Keputusan ini diambil setelah ONIC berhasil membuka babak Group Stage dengan kemenangan telak atas Entity7 dengan skor 2-0 pada hari Kamis lalu. Hasil tersebut memastikan wakil Indonesia melaju ke upper bracket turnamen.

Pendekatan Step by Step dalam Turnamen

Sanz menjelaskan bahwa filosofi bermain timnya berfokus pada peningkatan berkelanjutan. Setiap pertandingan dianggap sebagai kesempatan untuk berkembang, bukan sekadar memenuhi ekspektasi yang sudah ditetapkan sebelumnya. Dalam wawancara virtual bersama ANTARA, ia menyampaikan pandangan tersebut dengan jelas.

"Kita selalu ingin improve di setiap match, di setiap turnamen. Kita punya goal, tapi benar-benar step by step, dari group stage dulu, terus playoff," ujar Sanz.

Pemain tersebut menambahkan bahwa pencapaian di tahap selanjutnya seperti semifinal atau final akan datang secara alami jika proses berjalan sesuai rencana. Yang paling krusial adalah memberikan performa terbaik di setiap momen tanpa terbebani oleh target yang terlalu ambisius sejak awal.

"Kalau misalnya bisa sampai semifinal, final, ya kita selalu kasih yang terbaik. Yang penting kasih yang terbaik saja dan bisa step by step," tambahnya.

Konsistensi dalam Format Double Elimination

Menurut Sanz, pendekatan bertahap ini dipilih agar ONIC mampu menjaga konsistensi permainan sepanjang turnamen. MSC EWC 2026 menerapkan format double elimination pada fase grup, yang berarti setiap tim memiliki kesempatan kedua jika mengalami kekalahan pertama. Kondisi ini menuntut pemain untuk tidak mudah terpengaruh oleh hasil satu pertandingan saja.

Selain itu, Sanz menilai bahwa kompetisi tingkat internasional menuntut kemampuan adaptasi yang lebih cepat dibandingkan dengan liga domestik. Perbedaan gaya bermain antar tim dari berbagai negara menciptakan dinamika baru yang harus segera dipahami oleh para pemain ONIC. Setiap tim memiliki karakteristik unik yang memerlukan strategi penyesuaian khusus.

"Karena selalu ada patch baru, kita selalu harus improve, hero-nya juga harus improve, dan rotasi-rotasinya yang paling penting dari early sampai mid game itu penting banget," jelas Sanz.

Kemenangan Dominan Atas Entity7

ONIC memulai perjalanan mereka di MSC EWC 2026 dengan penampilan yang sangat meyakinkan. Dalam gim pertama, Kairi menjadi sorotan utama setelah berhasil meraih achievement savage. Prestasi individu ini menjadi katalisator yang membantu ONIC mengamankan kemenangan di babak pertama. Performa Kairi menunjukkan bahwa tim berjuluk Landak Kuning ini memiliki potensi besar untuk melaju lebih jauh.

Dominasi tersebut terus berlanjut pada gim kedua. Dengan permainan agresif sejak menit-menit awal, ONIC berhasil menutup pertandingan dalam waktu sekitar 11 menit. Kemenangan sapu bersih ini tidak hanya memberikan kepercayaan diri tambahan, tetapi juga memastikan peluang ONIC untuk terus bersaing di Knockout Stage. Dengan dua kemenangan berturut-turut, tim Indonesia ini menunjukkan bahwa mereka siap menghadapi tantangan yang lebih berat di babak selanjutnya.