Latest Program: Dubes tegaskan komitmen Pakistan perkuat kemitraan dengan ASEAN
Dubes Pakistan Tegaskan Komitmen Memperkuat Kemitraan dengan ASEAN
Latest Program - Jakarta, Rabu malam — Dalam acara resepsi yang diadakan di Jakarta, Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, memberikan pernyataan yang menegaskan kembali komitmen Pakistan untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara anggota ASEAN. Acara tersebut menandai pertemuan ke-9 Komite Kemitraan Sektoral ASEAN-Pakistan (AP-JSCC), yang menjadi platform penting untuk mendorong kolaborasi bilateral. Dalam wawancara, Chaudhri menyampaikan bahwa Pakistan secara aktif berpartisipasi dalam upaya membangun hubungan erat dengan ASEAN, sejak awalnya menjadi mitra dialog sektoral pada tahun 1993 hingga bergabung dengan Forum Regional ASEAN pada 2004.
Evolusi Hubungan Bilateral
Sejak bergabung dengan ASEAN, Pakistan telah menunjukkan peran yang signifikan dalam memperkuat kemitraan antarnegara. Chaudhri menekankan bahwa pertumbuhan hubungan ini didukung oleh keharmonisan antar pihak, serta kepentingan bersama dalam mencapai perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan. "Kemitraan ini berjalan baik karena saling pengertian, keinginan untuk bekerja sama, dan nilai-nilai yang sama dalam mendorong kesejahteraan bersama," ujarnya. Ia juga menyebut bahwa keterlibatan Pakistan dalam ASEAN selama ini menjadi fondasi untuk pengembangan kerja sama lebih lanjut, terutama di bidang ekonomi dan budaya.
"Pakistan menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat kemitraan dengan ASEAN," kata Chaudhri.
Dalam konteks jangka panjang, ia menyoroti bahwa kemitraan ini merupakan bagian dari upaya Pakistan untuk memperluas jaringan perdagangan dan investasi. "Kami yakin bahwa kolaborasi antara Pakistan dan ASEAN memiliki peluang besar untuk berkembang, terutama dalam sektor-sektor yang menunjukkan pertumbuhan dinamis," tambahnya. Hal ini sejalan dengan kebijakan luar negeri Pakistan yang fokus pada stabilitas regional dan penguatan hubungan bilateral dengan negara-negara tetangga.
Kerja Sama Ekonomi dan Inovasi
Chaudhri menekankan potensi ekonomi yang terdapat dalam kemitraan Pakistan-ASEAN. Menurutnya, kedua belah pihak memiliki kesempatan besar untuk memperluas kerja sama di bidang kewirausahaan, inovasi, transformasi digital, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). "Melalui kolaborasi ini, kita bisa saling melengkapi dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujarnya. Ia juga menyebut bahwa pertukaran ilmu pengetahuan dan keahlian antara generasi muda kedua negara akan menjadi fondasi untuk membangun masa depan yang lebih baik.
"Bersama-sama kita memiliki potensi yang sangat besar untuk memperluas kerja sama dalam kewirausahaan, inovasi, transformasi digital, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), pendidikan, dan pertukaran antar masyarakat," katanya.
Pakistan, yang memiliki ekonomi yang sedang berkembang, menganggap ASEAN sebagai mitra strategis dalam mengejar pertumbuhan ekonomi. Chaudhri menjelaskan bahwa nilai perdagangan antara kedua belah pihak telah mencapai sekitar 11 miliar dolar AS dalam beberapa tahun terakhir. Angka tersebut, menurutnya, menunjukkan tingkat pertumbuhan yang memuaskan dan memiliki peluang untuk terus meningkat. "Dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil di kedua pihak, kita bisa memperkuat kerja sama di bidang industri, teknologi, dan perdagangan," tambahnya.
Komitmen Perdamaian dan Diplomasi
Selain fokus pada aspek ekonomi, Chaudhri juga menyebutkan peran Pakistan dalam menjaga perdamaian di kawasan Asia Tenggara. Ia menegaskan bahwa kemitraan dengan ASEAN tidak hanya berupa kesepakatan komersial, tetapi juga mencakup komitmen untuk menyelesaikan sengketa melalui dialog dan diplomasi. "Perdamaian yang berkelanjutan dapat tercapai hanya dengan menghormati hukum internasional dan berupaya menyelesaikan konflik dengan cara yang penuh pengertian," ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan filosofi Pakistan dalam membangun hubungan yang saling menguntungkan.
"Prinsip-prinsip ini terus membimbing kebijakan luar negeri Pakistan dan telah ditunjukkan melalui diplomasi aktif Pakistan dan upaya mediasi konstruktif selama konflik baru-baru ini yang melibatkan Iran dan AS," katanya.
Dubes Pakistan juga menggarisbawahi pentingnya keberlanjutan kerja sama dalam menciptakan lingkungan yang stabil. "Kami percaya bahwa perdamaian di kawasan Asia Tenggara menjadi fondasi untuk semua kegiatan ekonomi dan sosial," lanjutnya. Dalam konteks ini, aksesi Pakistan pada Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara pada tahun 2004 menjadi bukti komitmen negara tersebut terhadap kepentingan bersama. "Perjanjian ini bukan hanya simbolis, tetapi juga instrumen praktis untuk memperkuat hubungan antarnegara," ujarnya.
Peran ASEAN dalam Masa Depan
Chaudhri menambahkan bahwa Pakistan secara aktif mendukung sentralitas ASEAN dalam proses pengambilan keputusan di kawasan Asia Tenggara. "Kami berharap dapat bekerja sama erat dengan seluruh negara anggota ASEAN guna membangun kemitraan yang lebih kuat di masa mendatang," katanya. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan kerja sama antara Pakistan dan ASEAN akan bergantung pada komunikasi yang terus-menerus dan kepercayaan yang saling diberikan. "Kerja sama ini adalah langkah penting menuju kesejahteraan yang lebih tinggi bagi seluruh masyarakat Asia Tenggara," lanjutnya.
"Kami berharap dapat bekerja sama erat dengan seluruh negara anggota ASEAN guna membangun kemitraan yang lebih kuat di masa mendatang," katanya.
Kemitraan Pakistan-ASEAN, menurut Chaudhri, juga menjadi contoh bag