Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

What Happened During: 106 pembalap adu kecepatan di ajang Mandalika Racing Series 2026

Published June 20, 2026 · Updated June 20, 2026 · By Robert Davis

106 Pembalap Adu Kecepatan di Ajang Mandalika Racing Series 2026

What Happened During - Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) – Event balap sepeda motor Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2026 memasuki babak kedua dengan jumlah peserta yang cukup signifikan. Sebanyak 106 pembalap dari berbagai kelas turut serta dalam ajang tahunan ini yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, Sabtu (16/6/2026). Kehadiran para peserta dianggap sebagai indikator pertumbuhan minat masyarakat terhadap olahraga motorsport di Indonesia, khususnya dalam kompetisi sportbike.

Ajang Bergengsi untuk Membentuk Pembalap Profesional

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Ananda Mikola, memberikan pernyataan tentang peran penting MRS 2026 dalam membentuk generasi pembalap Indonesia yang berkompetisi di tingkat internasional. “Kejuaraan Nasional Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2026 ini telah menjadi ajang yang menarik perhatian, tidak hanya bagi para peserta tetapi juga bagi penggemar motorsport di seluruh negeri,” ujarnya dalam siaran pers di Mandalika, Sabtu.

“Kejuaraan ini juga menjadi platform untuk mengasah kemampuan pembalap lokal agar mampu bersaing di level global, seperti ajang kejuaraan internasional yang sering diadakan di berbagai negara,” tambah Ananda Mikola.

Kelas dan Format Kompetisi yang Beragam

Ajang balap yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (21/6/2026), menyajikan enam kelas berbeda yang menarik minat peserta serta penonton. Kelas utama terdiri dari National Sport 150 (NS150), National Sport 250 (NS250), dan Supersport 600 (SS600), sementara kelas pendukung mencakup Underbone 150 dan Junior Sport 250 U-18. Di antara kelas tersebut, khusus untuk remaja di bawah usia 15 tahun, nama kelas diberi perubahan menjadi Indonesia Junior Talent Cup (IJTC), yang merupakan nama baru untuk Junior Sport 150.

Perubahan nama kelas ini diharapkan bisa memperkuat identitas dan visi MGPA dalam mengembangkan bakat muda. Ananda Mikola menjelaskan bahwa dengan adanya IJTC, kompetisi ini tidak hanya fokus pada teknik berkendara tetapi juga memberikan pelatihan intensif untuk mempersiapkan peserta ke depan. “Kami ingin menyampaikan bahwa kelas ini menjadi jembatan bagi pembalap muda untuk mengakses pengalaman berlomba sekaligus membangun jaringan dengan tim profesional,” katanya.

Peningkatan Kualitas dengan Regulasi Internasional

Dalam upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan, MGPA bekerja sama dengan PRIDE Motorsport dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) untuk memastikan semua aturan dan standar diikuti secara ketat. “Kolaborasi ini sangat penting agar kejuaraan MRS 2026 bisa menjadi acuan nasional untuk menyelaraskan format balap dengan regulasi internasional,” kata Ananda Mikola. Ia menjelaskan bahwa perubahan tersebut juga mencakup penyesuaian protokol keselamatan, teknik pengukuran kecepatan, serta sistem penilaian yang lebih transparan.

Lebih lanjut, Ananda Mikola menekankan bahwa para pembalap yang turut serta dalam MRS 2026 akan mendapatkan kesempatan untuk mengasah kemampuan dalam lingkungan kompetitif yang sehat. “Pembalap dari kelas junior hingga senior akan terlibat dalam lomba yang bisa meningkatkan keterampilan mereka secara signifikan,” ujarnya. Dengan kehadiran 106 pembalap, kejuaraan ini dianggap sebagai langkah awal untuk membentuk tim nasional yang siap bertanding di ajang internasional.

Keunggulan Sirkuit Mandalika dan Daya Tarik Publik

Sirkuit Mandalika menjadi tempat yang ideal untuk menyelenggarakan kejuaraan motorsport, terutama karena lokasinya yang strategis serta fasilitas lengkap. Dengan melibatkan ribuan penonton, ajang ini memberikan dampak positif pada ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya olahraga motorsport. Ananda Mikola mengatakan bahwa warga sekitar, baik dari NTB maupun wilayah lain, bisa langsung menghadiri lomba secara gratis di Grand Stand A.

“Kehadiran penonton yang besar menunjukkan bahwa MRS 2026 telah diterima dengan baik oleh publik, sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap para pembalap,” kata Ananda. Ia juga menyebutkan bahwa ajang ini tidak hanya menjadi sarana hiburan tetapi juga ajang edukasi untuk mengenalkan teknik balap serta keselamatan berkendara kepada masyarakat.

Perkembangan Motorsport di Indonesia

Kejuaraan MRS 2026 menunjukkan perubahan paradigma dalam penyelenggaraan motorsport di Indonesia. Sebelumnya, ajang semacam ini lebih berfokus pada kompetisi internasional, tetapi kini MRS 2026 menjadi platform yang lebih lengkap, mencakup berbagai level pembalap. “Kita berharap melalui MRS, motorsport bisa berkembang secara lebih merata, baik di tingkat junior maupun senior,” ujar Ananda Mikola.

Menurutnya, jumlah peserta yang mencapai 106 pada putaran kedua ini mencerminkan peningkatan minat peserta. “Kami juga berharap, dalam beberapa tahun ke depan, jumlah pembalap yang ikut serta bisa mencapai ratusan, bahkan ribuan, sebagai bentuk keberhasilan program pembinaan yang dijalankan oleh MGPA,” katanya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini didukung oleh keberadaan PRIDE Motorsport, yang menjadi mitra utama dalam memperkuat kualitas lomba.

Kemajuan Teknologi dan Infrastruktur

Peningkatan jumlah peserta juga dipengaruhi oleh ketersediaan teknologi serta infrastruktur yang lebih lengkap di Sirkuit Mandalika. Selain fasilitas parkir dan akses jalan yang memadai, MGPA juga menyediakan area observasi yang nyaman bagi penonton. “Dengan sistem pengumuman digital dan layanan pemandu, peserta serta penonton bisa merasakan pengalaman balap yang lebih nyaman,” kata Ananda Mikola.

Lebih dari itu, MRS 2026 juga menyediakan fasilitas pembinaan teknik bagi pembalap junior. “Ini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda yang akan mengisi tempat para pembalap senior di masa depan,” ujarnya. Dengan berbagai perubahan yang diterapkan, MGPA menargetkan untuk menumbuhkan budaya balap yang sehat serta kompetitif.

Persiapan untuk Putaran Berikutnya

Mengenai persiapan untuk putaran berikutnya, Ananda Mikola menyebutkan bahwa MGPA sedang memperkuat hubungan dengan berbagai pihak, termasuk komunitas motorsport dan sponsor besar. “Kami juga sedang menyiapkan program pelatihan khusus untuk pembalap junior, sehingga mereka bisa terbiasa dengan berbagai kondisi lomba,” katanya. Ia menambahkan bahwa kejuaraan ini akan terus dikembangkan agar lebih menarik dan profesional.

Dengan 106 pembalap yang turut serta dalam MRS 2026, kejuaraan ini dianggap sebagai bagian dari proses pembinaan yang terstruktur. “Kami yakin, setiap lomba akan menjadi fondasi untuk membentuk pembalap Indonesia yang berkompetisi di tingkat dunia,” ujarnya. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat lokal