Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Airlangga tegaskan pemerintah tidak pernah bahas pembagian HP gratis

Published October 20, 2026 · Updated October 20, 2026 · By Richard Wilson - fukushimask.com

Foto : Richard Wilson - fukushimask.com

Airlangga Tegaskan Pemerintah Tidak Pernah Bahas Pembagian HP Gratis

Fukushimask.com – Airlangga tegaskan pemerintah tidak pernah bahas pembagian telepon seluler gratis kepada masyarakat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan klarifikasi tersebut di Jakarta, Selasa, setelah beredar informasi yang menghubungkan program pembukaan rekening bank secara massal dengan pemberian perangkat komunikasi.

“Enggak. Memang enggak pernah kita bahas (pembagian) HP itu,” kata Airlangga.

Pernyataan itu menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki rencana pengadaan maupun distribusi ponsel gratis dalam program yang tengah disiapkan. Agenda yang dibahas pemerintah berfokus pada perluasan kepemilikan rekening perbankan, bukan penyediaan perangkat digital bagi penerima bantuan sosial atau kelompok masyarakat tertentu.

Masyarakat perlu membedakan informasi mengenai rekening massal dengan kabar tentang bantuan perangkat. Pembukaan rekening dapat mendukung akses warga terhadap layanan keuangan formal dan penyaluran dana melalui perbankan. Namun, kepemilikan rekening tidak otomatis berarti masyarakat akan menerima telepon seluler dari pemerintah.

Program Rekening Massal Masih Disiapkan

Airlangga menyampaikan bahwa program pembukaan rekening secara luas tetap menjadi bagian dari agenda pemerintah. Saat ini, pemerintah masih mempersiapkan regulasi yang diperlukan sebelum program tersebut dijalankan.

“Itu (rekening massal) termasuk dalam program Q IV. Kita lagi siapin regulasinya,” ujarnya.

Program rekening massal sebelumnya dikaitkan dengan pembukaan rekening bagi masyarakat berusia 17 tahun. Kebijakan tersebut juga disebut dapat memudahkan penyaluran bantuan sosial melalui sistem perbankan. Meski demikian, Airlangga tegaskan pemerintah tidak pernah memasukkan pembagian HP gratis ke dalam pembahasan program tersebut.

Regulasi menjadi unsur penting karena akan mengatur pelaksanaan program, termasuk ketentuan pembukaan rekening dan mekanisme layanan bagi masyarakat yang menjadi sasaran. Sampai aturan tersebut siap, warga sebaiknya menunggu informasi resmi dan tidak langsung mempercayai pesan berantai mengenai bentuk bantuan yang belum diumumkan pemerintah.

Anggaran Rp3,8 Triliun untuk Penyediaan Rekening

Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp3,8 triliun untuk mendukung program penyediaan rekening secara massal. Pelaksanaan program tersebut melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk.

Anggaran itu diperuntukkan bagi penyediaan rekening, bukan untuk membeli atau membagikan telepon seluler. Penjelasan ini penting agar tidak muncul pemahaman keliru mengenai penggunaan dana dan tujuan kebijakan pemerintah.

Melalui keterlibatan lembaga perbankan, pemerintah ingin memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Rekening bank dapat digunakan untuk menerima transfer, menyimpan dana, dan melakukan transaksi melalui fasilitas yang disediakan perbankan. Bagi warga yang belum memiliki rekening, kebijakan ini dapat menjadi pintu masuk ke layanan keuangan formal.

Perluasan kepemilikan rekening juga berkaitan dengan inklusi keuangan. Inklusi keuangan berarti upaya agar layanan keuangan dapat dijangkau masyarakat secara lebih luas. Sementara itu, literasi keuangan berkaitan dengan kemampuan memahami dan menggunakan layanan tersebut secara bijak sesuai kebutuhan.

Tindak Lanjut Arahan Presiden

Program penyediaan rekening secara luas merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar setiap warga negara Indonesia memiliki rekening bank. Arah kebijakan ini ditujukan untuk memperkuat keterhubungan masyarakat dengan sistem keuangan nasional serta meningkatkan pemahaman mengenai layanan perbankan.

Bagi masyarakat, rekening dapat membantu pengelolaan dana secara lebih tertib. Namun, manfaat tersebut tetap perlu didukung informasi yang jelas mengenai syarat, prosedur, dan layanan yang tersedia. Pemerintah masih menyiapkan regulasi sebagai dasar pelaksanaan program rekening massal pada kuartal IV.

Dengan demikian, Airlangga tegaskan pemerintah tidak pernah membahas pembagian HP gratis. Program yang tetap dipersiapkan adalah perluasan kepemilikan rekening melalui dukungan perbankan, dengan anggaran sekitar Rp3,8 triliun.

FAQ Seputar Rekening Massal dan Isu HP Gratis

Apakah pemerintah akan membagikan HP gratis?

Tidak. Pemerintah melalui Airlangga Hartarto menyatakan tidak pernah membahas pembagian telepon seluler gratis dalam kaitannya dengan program rekening massal.

Apa tujuan program rekening massal?

Program ini diarahkan untuk memperluas kepemilikan rekening bank di masyarakat. Rekening dapat mendukung akses terhadap layanan keuangan formal serta memudahkan transaksi dan penerimaan dana melalui perbankan.

Kapan program rekening massal dilaksanakan?

Program tersebut termasuk agenda kuartal IV, tetapi pemerintah masih menyiapkan regulasi sebagai dasar pelaksanaannya. Informasi teknis lebih lanjut perlu menunggu pengumuman resmi.

Bank apa yang terlibat dalam program ini?

Program penyediaan rekening massal melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk.

Related Reading