Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Bima dapat anggaran Rp182,6 miliar dari Kementerian PU

Published October 24, 2026 · Updated October 24, 2026 · By Linda Martin - fukushimask.com

Foto : Linda Martin - fukushimask.com

Dukungan Infrastruktur Rp182,6 Miliar Disiapkan untuk Kabupaten Bima pada 2026

Fukushimask.com – Pemerintah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, memperoleh dukungan pembiayaan infrastruktur sekitar Rp182,6 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk program tahun 2026. Dana tersebut diarahkan bagi sejumlah kebutuhan penting daerah, mulai dari pengairan pertanian, perbaikan akses jalan, hingga pengurangan ancaman banjir.

Rangkaian program itu menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan dasar sekaligus menunjang aktivitas ekonomi warga. Infrastruktur irigasi diharapkan membantu ketersediaan air bagi lahan pertanian, sedangkan jalan daerah berperan dalam memperlancar hubungan antarwilayah. Di sisi lain, pekerjaan pengendalian banjir ditujukan untuk mengurangi gangguan terhadap permukiman, kegiatan warga, dan pergerakan ekonomi ketika debit air meningkat.

Fokus terbesar untuk jaringan irigasi

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bima, Taufik, menyampaikan bahwa dukungan anggaran tersebut diperoleh melalui koordinasi dalam Rapat Koordinasi Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah Kementerian Pekerjaan Umum.

“Alokasi ini difokuskan pada pembangunan infrastruktur strategis, terutama irigasi pertanian, jalan daerah, dan pengendalian banjir,”

Porsi terbesar pada tahap awal dialokasikan untuk sektor irigasi melalui Sistem Informasi Program Usulan Irigasi atau SIPURI. Nilainya mencapai Rp105,6 miliar dan terkait pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 mengenai percepatan pembangunan serta rehabilitasi jaringan irigasi.

Program irigasi tersebut mencakup pembangunan tujuh embung. Selain itu, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi akan dilaksanakan pada lima lokasi strategis. Pemerintah juga merencanakan pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah di 17 titik.

Embung dan jaringan irigasi memiliki peran berbeda, namun saling melengkapi dalam mendukung kebutuhan pengairan. Embung berfungsi menampung air, sementara jaringan irigasi membantu menyalurkannya menuju area pertanian. Jaringan Irigasi Air Tanah dirancang untuk memanfaatkan sumber air bawah tanah pada titik-titik yang telah ditetapkan.

Program lanjutan untuk irigasi tahap kedua pada 2026 masih dalam pembahasan. Arah pembahasannya adalah memperluas cakupan layanan air bagi lahan pertanian. Tahap ini penting karena kebutuhan pengairan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kesiapan lokasi dan keberlanjutan pelayanan bagi petani.

Penanganan jalan dan sungai

Di bidang konektivitas, Instruksi Presiden Jalan Daerah tahap pertama tahun 2026 menyediakan pagu Rp25 miliar. Dana itu ditujukan untuk menangani ruas SP.3 Nangapria–SP.3 Seranae.

Perbaikan ruas jalan daerah dapat memberi dampak langsung pada mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian. Jalan yang lebih layak juga mendukung keterhubungan antarpermukiman, akses menuju fasilitas layanan, serta perjalanan barang dari wilayah produksi ke titik pemasaran.

Anggaran infrastruktur Bima juga mencakup pekerjaan pengendalian banjir. Normalisasi Sungai Pelaparado mendapatkan nilai Rp24 miliar, sedangkan normalisasi Sungai Mpuri dialokasikan Rp14 miliar. Kedua kegiatan itu telah memasuki tahap pelaksanaan fisik.

Normalisasi sungai pada umumnya berkaitan dengan upaya menjaga kapasitas aliran air agar risiko luapan dapat ditekan. Pelaksanaan proyek di Pelaparado dan Mpuri menjadi bagian dari penanganan area yang membutuhkan pengelolaan aliran sungai secara lebih baik.

Selain dua pekerjaan tersebut, penanganan banjir di Desa Pandai, Kecamatan Woha, dipersiapkan dengan anggaran Rp14 miliar. Program ini masih berada dalam proses tender. Setelah tahapan pengadaan selesai, pekerjaan fisik dapat berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

Usulan lanjutan untuk 2027

Pemerintah daerah tidak berhenti pada pembiayaan tahun 2026. Untuk meneruskan agenda pembangunan, tambahan dana sebesar Rp50 miliar telah diusulkan bagi tahun 2027. Pemkab Bima juga telah mengirimkan surat kepada Menteri Pekerjaan Umum untuk mengajukan tambahan pembiayaan infrastruktur tersebut.

Persyaratan kesiapan program sedang disiapkan agar usulan yang diajukan memenuhi ketentuan dan memiliki peluang memperoleh dukungan pemerintah pusat. Kesiapan ini mencakup kebutuhan administrasi dan pemenuhan syarat program sebelum sebuah pekerjaan dapat diprioritaskan dalam penganggaran.

Pada 2027, Kabupaten Bima turut masuk dalam dua kabupaten di NTB yang memperoleh alokasi program penyediaan air minum dan sanitasi sebesar Rp3 miliar. Kabupaten Lombok Utara menjadi daerah lain di provinsi tersebut yang menerima alokasi program serupa.

Penyediaan air minum dan sanitasi berkaitan erat dengan kualitas layanan dasar bagi warga. Dukungan anggaran di sektor ini melengkapi agenda pembangunan irigasi, jalan, dan pengendalian banjir yang telah dipersiapkan di Kabupaten Bima.

Manfaat yang diharapkan bagi masyarakat

Pelaksanaan seluruh program tersebut diharapkan memberi manfaat yang saling terhubung. Irigasi dapat mendukung produktivitas pertanian, jalan dapat memperkuat akses antarwilayah, sementara pengendalian banjir membantu mengurangi risiko gangguan terhadap aktivitas harian masyarakat.

Jika pekerjaan berjalan sesuai rencana, pembangunan infrastruktur ini juga dapat memperbaiki pelayanan publik di berbagai kawasan Kabupaten Bima. Keberhasilan program akan bergantung pada pelaksanaan fisik yang tepat, penyelesaian proses pengadaan, serta kesinambungan dukungan anggaran untuk kebutuhan lanjutan pada tahun berikutnya.

Dengan fokus pada air, jalan, dan perlindungan kawasan dari banjir, anggaran Rp182,6 miliar untuk 2026 menjadi bagian penting dari persiapan Bima dalam memperkuat infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat dan perekonomian daerah.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Bima dapat anggaran Rp182 6 miliar?

Bima dapat anggaran Rp182 6 miliar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bima dapat anggaran Rp182 6 miliar matter?

Bima dapat anggaran Rp182 6 miliar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.