Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Dirut Pertamina janji kelangkaan BBM di Bali tidak terjadi lagi

Published October 19, 2026 · Updated October 19, 2026 · By Sandra Jones - fukushimask.com

Foto : Sandra Jones - fukushimask.com

Pertamina Pastikan Pasokan BBM Bali Kembali Terkendali

Fukushimask.com – Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum di Bali mulai berkurang setelah gangguan pasokan dan distribusi bahan bakar minyak dalam beberapa hari terakhir ditangani. Di Denpasar serta Kabupaten Badung, kondisi pembelian BBM dilaporkan telah kembali normal.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyatakan perusahaan berkomitmen mencegah kelangkaan serupa terjadi kembali. Pernyataan itu disampaikan seusai rapat koordinasi penanganan BBM di Terminal BBM Sanggaran, Denpasar, pada Senin.

“Kami berjanji dan berkomitmen bahwa kejadian ini tidak akan terulang di kemudian hari,” kata Simon.

Gangguan tersebut sempat memicu peningkatan kebutuhan Pertalite di sejumlah SPBU. Dalam keadaan normal, konsumsi harian Pertalite di Bali berada di kisaran 2.200 kiloliter. Saat antrean memanjang, volumenya meningkat hingga sekitar 3.000 kiloliter per hari. Konsumsi Pertamax pada kondisi normal tercatat kurang lebih 1.000 kiloliter setiap hari.

Permintaan Maaf untuk Masyarakat Bali

Simon menyampaikan permintaan maaf kepada warga Bali atas kendala yang terjadi dalam penyediaan maupun penyaluran bahan bakar. Ia menegaskan permohonan maaf tersebut disampaikan atas nama seluruh grup Pertamina.

“Saya atas nama Pertamina Grup sebagai Direktur Utama dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” ucapnya.

Bagi masyarakat, pulihnya layanan di SPBU menjadi penting karena BBM mendukung aktivitas harian, mulai dari perjalanan kerja, distribusi barang, layanan transportasi, hingga kegiatan usaha. Ketika antrean panjang muncul, waktu pengguna jalan bertambah dan kebutuhan bahan bakar menjadi lebih sulit dipenuhi secara cepat.

Pertamina juga menyatakan pasokan yang dikirim ke Bali tidak hanya mencakup Pertalite sebagai BBM subsidi, tetapi turut meliputi Pertamax yang merupakan produk nonsubsidi. Ketersediaan dua jenis bahan bakar ini menjadi bagian dari upaya menjaga pelayanan di tengah peningkatan permintaan beberapa hari terakhir.

Kebijakan Ganjil Genap dan Dukungan Lintas Instansi

Pemerintah daerah dan aparat turut dilibatkan dalam penanganan situasi di lapangan. Gubernur Bali Wayan Koster sebelumnya mengarahkan penerapan sistem ganjil genap nomor polisi untuk pembelian Pertalite pada 17 hingga 19 Oktober 2026. Kebijakan tersebut kemudian diperpanjang sampai 23 Oktober 2026 dan pelaksanaannya akan terus dievaluasi.

Pembatasan ini diterapkan dalam masa penanganan antrean untuk membantu mengatur pembelian BBM. Evaluasi tetap diperlukan agar kebijakan yang dijalankan dapat menyesuaikan kondisi pasokan, distribusi, serta kebutuhan masyarakat di lapangan.

Kepolisian dan TNI juga membantu pengamanan serta pengaturan antrean di SPBU. Dukungan yang diberikan mencakup upaya mengurai kepadatan kendaraan, menyediakan tenaga tambahan bagi operator SPBU, dan membantu pengemudi mobil tangki BBM. Koordinasi tersebut menjadi bagian dari penanganan agar bahan bakar dapat disalurkan secara lebih teratur.

Simon mengapresiasi kesabaran masyarakat selama kondisi pelayanan belum sepenuhnya pulih. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Bali, Kapolda Bali, Pangdam IX/Udayana, serta instansi terkait yang ikut membantu penanganan gangguan tersebut.

Evaluasi Distribusi untuk Mencegah Pengulangan

Pertamina menempatkan evaluasi sebagai langkah lanjutan setelah antrean mulai terurai. Perusahaan perlu memastikan kesiapan pasokan dan kelancaran pengiriman hingga ke SPBU, terutama ketika konsumsi meningkat dibandingkan rata-rata harian. Penanganan distribusi menjadi penting karena ketersediaan BBM di terminal perlu diikuti penyaluran yang lancar ke titik penjualan.

“Kami telah melakukan evaluasi dan akan terus melakukan upaya-upaya terbaik agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik pada masa mendatang,” ujar Simon.

Normalnya kembali kondisi di Denpasar dan Badung menunjukkan tekanan pada layanan pengisian bahan bakar mulai mereda. Meski demikian, pemantauan terhadap situasi di wilayah lain di Bali tetap relevan, khususnya selama kebijakan pengaturan pembelian masih berlaku hingga 23 Oktober 2026.

Komitmen untuk mencegah kelangkaan terulang kini akan diuji oleh konsistensi perbaikan pasokan dan distribusi. Bagi warga, indikator paling nyata adalah tersedianya Pertalite maupun Pertamax di SPBU tanpa antrean panjang dan tanpa hambatan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Dirut Pertamina janji kelangkaan BBM di Bali?

Dirut Pertamina janji kelangkaan BBM di Bali is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Dirut Pertamina janji kelangkaan BBM di Bali matter?

Dirut Pertamina janji kelangkaan BBM di Bali matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.