DPMPTSP: Singapura masih dominasi investasi di Batam capai Rp10,89 T
Investasi Singapura Pertahankan Posisi Teratas di Batam pada Paruh Pertama 2026
Fukushimask.com – Kota Batam mencatatkan pencapaian gemilang dalam menarik modal asing selama semester pertama tahun 2026. Berdasarkan data resmi dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) setempat, Singapura kembali membuktikan diri sebagai mitra investasi paling signifikan bagi wilayah ini. Realisasi dana yang masuk dari negara tetangga tersebut menyentuh angka Rp10,89 triliun, menjadikannya kontributor tunggal terbesar sepanjang periode Januari hingga Juni.
Posisi Dominan Singapura dalam Peta Investasi Regional
Reza Khadafy, selaku Kepala DPMPTSP Kota Batam, menegaskan bahwa angka tersebut mencerminkan hubungan ekonomi yang semakin erat antara kedua wilayah. Dalam pernyataannya di Batam pada hari Kamis, ia menguraikan bahwa kontribusi Singapura mencapai 36,44 persen dari keseluruhan realisasi investasi yang tercatat sebesar Rp29,89 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga dari seluruh modal yang masuk ke Batam berasal dari satu negara saja.
"Singapura tercatat sebagai negara asal investasi terbesar di Kota Batam dengan realisasi investasi mencapai Rp10,89 triliun atau berkontribusi sekitar 36,44 persen dari total realisasi investasi sebesar Rp29,89 triliun," kata Reza di Batam, Kamis.
Menurut penjelasan Reza, faktor-faktor yang mendorong tingginya minat investor Singapura antara lain kedekatan geografis yang memungkinkan mobilitas barang dan manusia lebih efisien. Selain itu, konektivitas transportasi yang telah berkembang pesat serta iklim bisnis yang kondusif menjadi daya tarik utama. Batam juga dikenal memiliki kawasan industri yang terus mengalami ekspansi, didukung oleh infrastruktur pelabuhan dan bandara yang memadai.
Pencapaian Melampaui Target Strategis Nasional
Pencapaian semester pertama tahun ini tidak hanya memuaskan secara kuantitatif, tetapi juga menunjukkan bahwa Batam telah melampaui target kinerja yang ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra). Dengan realisasi mencapai 106,48 persen dari target yang ditetapkan, pemerintah kota membuktikan bahwa strategi penanaman modal yang dijalankan berjalan efektif. Lebih jauh lagi, dari total target investasi Provinsi Kepulauan Riau sebesar Rp66,36 triliun, Batam telah menyumbang 45,05 persen. Angka ini menegaskan peran Batam sebagai motor penggerak ekonomi regional.
Sektor manufaktur berteknologi tinggi tetap menjadi tulang punggung pertumbuhan investasi di Batam. DPMPTSP mencatat bahwa industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, serta sektor presisi, optik, dan jam tangan menjadi penyumbang terbesar. Nilai investasi di sektor-sektor ini mencapai Rp6,87 triliun atau sekitar 22,98 persen dari total realisasi. Hal ini menunjukkan bahwa fokus pengembangan ekonomi Batam tidak hanya pada volume, tetapi juga pada kualitas dan nilai tambah industri.
"Kondisi tersebut menunjukkan sektor manufaktur berteknologi tinggi masih menjadi penggerak utama pertumbuhan investasi di Batam. Meski mencatat kinerja positif, DPMPTSP Batam menilai persaingan dalam menarik investasi semakin ketat," kata Reza.
Tantangan dan Strategi Masa Depan
Meskipun mencatatkan kinerja yang positif, DPMPTSP Batam menyadari bahwa lanskap kompetisi dalam menarik modal asing semakin sengit. Investor saat ini tidak lagi hanya terpaku pada insentif fiskal atau kemudahan perizinan semata. Faktor-faktor seperti kepastian hukum, kecepatan pelayanan publik, kesiapan infrastruktur, ketersediaan lahan, serta kualitas sumber daya manusia menjadi pertimbangan kritis. Reza menekankan bahwa pemerintah kota terus berupaya memperkuat koordinasi antarinstansi untuk menjaga daya saing Batam sebagai salah satu tujuan investasi utama di Indonesia. Upaya ini mencakup peningkatan kualitas pelayanan perizinan dan memastikan bahwa setiap aspek pendukung bisnis berjalan optimal. Dengan demikian, Batam diharapkan dapat mempertahankan momentum positifnya dan terus menjadi magnet bagi investor global di masa mendatang.