Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

IBC: Transisi energi dan ekonomi digital dorong industri baterai

Published September 14, 2026 · Updated September 14, 2026 · By Sandra Jones - fukushimask.com

Foto : Sandra Jones - fukushimask.com

Ekonomi Digital Memperluas Kebutuhan Baterai di Indonesia

Fukushimask.com – IBC - Perkembangan pusat data, penggunaan energi terbarukan, dan percepatan elektrifikasi transportasi membuka ruang pertumbuhan baru bagi industri baterai nasional. Indonesia Battery Corporation (IBC) melihat kebutuhan penyimpanan energi semakin luas, sehingga prospek sektor ini dinilai lebih kuat dibandingkan perkiraan awal saat perusahaan dibentuk pada 2021.

Direktur Utama IBC Aditya F Arif menyampaikan bahwa perubahan kebutuhan energi global tidak lagi hanya ditopang agenda transisi dari bahan bakar fosil. Aktivitas ekonomi digital kini menjadi faktor penting yang meningkatkan permintaan teknologi baterai, terutama untuk menjaga pasokan listrik yang stabil pada infrastruktur digital.

"Ternyata, seiring berjalannya waktu, malah lebih baik lagi daripada di forecast sebelumnya. Kita lihat key drivers dari perkembangan baterai itu sekarang ada dua. Dulu mungkin kita hanya bicara transisi energi, tapi sekarang ada digital economy," kata Aditya.

Dua Penggerak Utama Industri Baterai

Transisi energi membutuhkan sistem baterai untuk membantu pemanfaatan listrik dari sumber terbarukan. Produksi energi surya dan sumber energi bersih lain dapat berubah sesuai kondisi waktu dan cuaca, sehingga fasilitas penyimpanan energi berperan penting dalam menampung listrik saat tersedia dan menyalurkannya ketika diperlukan.

Di sisi lain, kendaraan listrik turut membutuhkan rantai pasok baterai yang kuat. Peralihan dari kendaraan konvensional menuju kendaraan berbasis listrik menjadikan baterai sebagai komponen strategis, baik bagi mobilitas maupun bagi pengembangan industri manufaktur yang terkait dengannya.

Namun, kebutuhan baterai tidak berhenti pada sektor transportasi. Pertumbuhan layanan digital membuat pusat data menjadi konsumen energi yang sangat besar. Pusat data perlu menjaga operasional perangkat komputasi, jaringan, dan sistem pendukung secara berkelanjutan. Dalam kondisi tersebut, baterai berfungsi sebagai bagian dari sistem cadangan dan penyimpanan listrik untuk mendukung keandalan operasi.

BESS Menjadi Segmen yang Diperkirakan Tumbuh Pesat

IBC memperkirakan pertumbuhan yang menonjol akan datang dari segmen battery energy storage system atau BESS. Sistem ini dirancang untuk menyimpan energi dalam skala tertentu dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk mendukung pusat data serta integrasi pembangkit energi terbarukan.

"Karena ini digunakan untuk baik data center maupun untuk energy transition," ujarnya.

BESS memiliki arti penting karena kebutuhan listrik tidak selalu sama sepanjang waktu. Sistem penyimpanan dapat membantu meningkatkan fleksibilitas pemanfaatan energi, khususnya ketika pasokan listrik dari sumber terbarukan berfluktuasi. Untuk sektor digital, keberadaan penyimpanan energi juga relevan dalam menjaga kontinuitas layanan yang bergantung pada infrastruktur listrik andal.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa industri baterai memiliki pasar yang lebih beragam. Baterai bukan semata-mata komponen kendaraan listrik, melainkan juga bagian dari infrastruktur energi dan ekonomi digital. Dengan semakin banyaknya sektor yang memerlukan solusi penyimpanan listrik, pengembangan industri domestik memperoleh peluang nilai tambah yang lebih besar.

Ekosistem Terintegrasi dari Pengolahan hingga Daur Ulang

IBC membangun ekosistem industri baterai yang mencakup rantai nilai dari hulu sampai hilir. Fokus kegiatan saat ini berada pada sektor midstream hingga pengolahan ulang baterai. Pendekatan terintegrasi diperlukan agar industri baterai tidak hanya berhenti pada penyediaan bahan mentah, tetapi juga menciptakan kegiatan pengolahan dan nilai ekonomi di dalam negeri.

Perusahaan ini memiliki sejumlah portofolio bersama mitra strategis, termasuk Contemporary Amperex Technology Co Limited (CATL). Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kapasitas industri baterai yang mampu memenuhi kebutuhan pasar sekaligus terhubung dengan perkembangan teknologi global.

Selain pengembangan manufaktur dan ekosistem baterai, IBC juga menyiapkan dukungan energi bersih. Rencana pemasangan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 18 MW pada 2027 menjadi salah satu langkah yang dipersiapkan. Penggunaan energi terbarukan dalam rantai industri dapat memperkuat keterkaitan antara produksi baterai dan agenda transisi energi.

Peran Nikel dan Tantangan Inovasi

Indonesia memiliki posisi penting dalam rantai pasok nikel, komoditas yang selama ini terkait erat dengan pengembangan baterai. Meski demikian, pasar baterai terus berubah seiring kemajuan teknologi. Lithium Ferro-Phosphate atau LFP saat ini mendominasi pasar, sehingga industri baterai berbasis nikel perlu terus berinovasi agar tetap memiliki daya saing.

Perubahan teknologi tidak serta-merta menutup peluang bagi Indonesia. Justru, pengembangan teknologi, penguatan kemampuan pengolahan, dan perluasan rantai nilai dapat membantu menjaga relevansi komoditas nasional dalam industri masa depan. Tantangannya adalah memastikan hilirisasi menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas, tidak terbatas pada satu jenis bahan baku.

"Jadi kalau kita punya industri baterai yang sovereign, yang maju, yang berdaulat, sebetulnya kita juga punya kesempatan untuk mendapatkan dampak ekonomi yang lebih besar lagi dari komoditas-komoditas lain, tidak hanya nikel," kata Aditya.

Bagi Indonesia, arah perkembangan industri baterai mencerminkan pertemuan antara tiga kebutuhan besar: energi yang lebih bersih, transportasi yang semakin terelektrifikasi, dan ekonomi digital yang terus membutuhkan infrastruktur andal. Kemampuan membangun industri yang terhubung dari pengolahan material, produksi, penggunaan, hingga daur ulang akan menentukan seberapa besar manfaat ekonomi yang dapat diperoleh dari perubahan tersebut.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is IBC?

IBC is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does IBC matter?

IBC matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.