Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Important News: PLN pastikan seluruh gardu induk listrik Sumbar sudah menyala

Published Mei 23, 2026 · Updated Mei 23, 2026 · By Sarah Johnson

PLN pastikan seluruh gardu induk listrik Sumbar sudah menyala

Important News - Kota Padang – PLN UID Sumbar melalui General Manager Ajrun Karim memastikan bahwa seluruh gardu induk di provinsi tersebut telah kembali menyala setelah mengalami gangguan sistem pada Jumat (22/5) malam. Menurut Ajrun, hingga pukul 05.00 WIB, sekitar 60 persen dari jaringan listrik telah pulih. "Kita masih berupaya memastikan sistem beroperasi normal hingga mencapai 100 persen," tuturnya saat ditemui di Kota Padang, Sabtu (23/5).

Dalam upaya memulihkan layanan, PLN mencatat bahwa 21 gardu induk telah kembali aktif. Namun, sebanyak 175 penyulang (feeder) masih mengalami gangguan dari total 394 penyulang yang ada. Daerah yang terdampak mencakup Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Limapuluh Kota, Kota Payakumbuh, Kota Padang Panjang, Solok, Solok Selatan, Kabupaten Sijunjung, dan Kabupaten Dharmasraya. Meski sebagian besar jaringan sudah stabil, tim teknis PLN masih terus bekerja untuk menormalkan sisa penyulang yang belum menyala.

"Semua gardu induk sudah menyala, ini tinggal proses pembebanan di masing-masing titik penyulang saja," ujar Ajrun Karim.

Menurut PLN, gangguan sistem kelistrikan pada Jumat (22/5) sekitar pukul 18.44 WIB berdampak signifikan di berbagai wilayah. Meski penyebab utama belum diungkap secara rinci, dugaan sementara menyebutkan bahwa gangguan berasal dari Provinsi Jambi. Bukan hanya Sumbar, kejadian serupa juga terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Riau. Sejak awal kejadian, PLN langsung mengirimkan tim teknis untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh dan mengidentifikasi akar masalah.

Langkah Penanggulangan dan Progres Pemulihan

Dalam beberapa jam terakhir, petugas PLN telah bergerak cepat untuk memperbaiki kerusakan. Proses pemulihan dimulai segera setelah gangguan terjadi, dengan fokus pada pengidentifikasian titik-titik yang terkena dampak. "Kita terus mengupayakan agar sistem kembali optimal," tambah Ajrun. Meski jaringan utama sudah aktif, beberapa penyulang masih mengalami kendala teknis yang perlu waktu untuk diperbaiki.

Sebagai langkah antisipasi, PLN mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Informasi terkini mengenai penanganan gangguan akan disampaikan secara berkala melalui aplikasi PLN Mobile dan layanan contact center PLN 123. "Semua upaya sedang dilakukan agar layanan listrik segera kembali normal," kata Ajrun Karim.

Pengakuan Warga dan Dampak pada Masyarakat

Di Kota Bukittinggi, warga Asna mengungkapkan bahwa listrik mulai menyala sejak pukul 01.00 hingga 03.00 WIB. "Pukul 01.00 dini hari, saya cek listrik belum menyala, tapi pukul 03.00 WIB listrik sudah kembali," katanya. Kejadian ini memberikan dampak nyata pada kehidupan sehari-hari, terutama di daerah dengan ketergantungan tinggi pada listrik, seperti pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan area industri.

PLN UID Sumbar menegaskan bahwa kondisi keamanan jaringan listrik di provinsi ini tetap terjaga, khususnya untuk bagian tegangan rendah dan menengah. Meski begitu, beberapa wilayah masih mengalami gangguan sementara, dengan petugas di lapangan terus bekerja untuk menyelesaikan masalah tersebut. "Posisi Sumbar dalam kondisi aman, meski proses pemulihan masih memerlukan waktu," jelas Ajrun.

Kondisi ini membuat PLN mempercepat upaya perbaikan. Tim teknis terus melakukan inspeksi di seluruh jaringan, termasuk menyelidiki kemungkinan faktor eksternal seperti gangguan dari provinsi tetangga. Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap memantau update melalui saluran resmi PLN agar tidak terkejut saat sistem belum sepenuhnya pulih. "Masyarakat perlu bersabar, karena pemulihan sistem memerlukan koordinasi yang intensif," tambah Ajrun.

Pemicu Gangguan dan Pandangan PLN

PLN mengakui bahwa penyebab utama gangguan listrik pada Jumat (22/5) malam masih dalam investigasi. Namun, dugaan sementara mengarah ke gangguan dari Provinsi Jambi. Banyak wilayah di Sumbar, seperti Kota Padang dan beberapa kabupaten, turut terkena dampak, meskipun intensitas gangguan tidak semuanya sama. "Sampai saat ini, kita belum bisa memberikan detail lengkap mengenai penyebab gangguan," kata Ajrun.

Secara teknis, gangguan sistem kelistrikan bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti kebocoran pada saluran utama, cuaca ekstrem, atau kesalahan pada perangkat distribusi. Dalam kasus ini, PLN belum menyebutkan apakah gangguan bersifat lokal atau terkait dengan jalur kabel yang menghubungkan provinsi-provinsi lain. "Kita sedang menelusuri akar masalah secara mendalam," jelasnya.

Kejadian gangguan listrik di Sumbar juga memperlihatkan bagaimana sistem distribusi listrik di Indonesia saling terhubung. Dengan adanya gangguan di Jambi, dampaknya bisa terasa di provinsi sebelahnya. PLN mencatat bahwa ada sejumlah wilayah yang mendapat gangguan lebih parah, sementara yang lain hanya mengalami gangguan sementara. "Ini menunjukkan bahwa koordinasi antar provinsi sangat penting dalam penanganan keadaan darurat," tambah Ajrun.

Upaya untuk Memastikan Stabilitas

Menurut Ajrun Karim, langkah pencegahan telah diambil untuk memastikan tidak ada kejadian serupa dalam waktu dekat. "Kita sudah menambahkan beberapa pengamanan di titik-titik kritis," katanya. Selain itu, PLN juga melakukan evaluasi terhadap performa sistem distribusi. "Hasil evaluasi akan menjadi dasar untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada," jelas Ajrun.

PLN UID Sumbar menegaskan bahwa upaya pemulihan tidak hanya berfokus pada pembebasan kerusakan, tetapi juga pada penguatan jaringan. Pihaknya memperkirakan bahwa proses pemulihan akan memakan waktu beberapa hari ke depan, tergantung tingkat keparahan kerusakan dan kondisi cuaca. "Kami tidak ingin ada gangguan berulang, jadi semua langkah diambil untuk memastikan stabilitas jangka panjang," kata Ajrun.

Kehadiran tim teknis yang terdiri dari ahli dan petugas lapangan menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan. Dalam beberapa jam terakhir, mereka telah berhasil mengidentifikasi titik-titik yang menjadi sumber gangguan, baik dari dalam maupun luar provinsi. "Tim kami bekerja 24 jam nonstop untuk menyelesaikan masalah ini," tambahnya.

Dengan memulihkan 60 persen dari sistem kelistrikan, PLN menunjukkan kemajuan yang signifikan. Namun, mereka juga berupaya memperbaiki sebanyak mungkin penyulang yang masih mengalami gangguan. "Kita sedang fokus pada pembangunan jaringan yang lebih tahan terhadap kejadian serupa," ujar Ajrun. Harapan besar pun terletak pada upaya-upaya ini untuk memberikan layanan listrik yang stabil kepada masyarakat Sumbar.