Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Jasamarga minta pengendara atur waktu perjalanan cegah penumpukan

Published May 30, 2026 · Updated May 30, 2026 · By David Garcia

Jasamarga Berharap Pengendara Tidak Terburu-buru Atur Jadwal Perjalanan

Jasamarga minta pengendara atur waktu perjalanan - Bekasi, Jumat – PT Jasamarga Jalan Layang Cikampek (JJC) yang mengelola Ruas Jalan Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ) meminta pengendara untuk menyesuaikan rencana perjalanan agar mengurangi kerumunan kendaraan saat memasuki akhir masa libur panjang Idul Adha 1447 H. Hal ini dilakukan guna mencegah kemacetan yang bisa mengganggu mobilitas pengguna jalan.

Kenaikan Volume Kendaraan Masih Berlanjut Hingga Awal Minggu Depan

Menurut Desti Anggraeni, General Manager Operasi dan Pemeliharaan JJC, ada peningkatan signifikan jumlah kendaraan yang melintasi jalan tol tersebut, terutama menjelang akhir libur. “Kami mendorong pengguna jalan untuk mengatur waktu keberangkatan karena volume lalu lintas saat ini sedang mencapai titik puncak,” jelas Desti. Pihaknya memproyeksikan peningkatan jumlah kendaraan masih berlangsung hingga awal pekan depan, setelah periode libur panjang berakhir dan kegiatan sehari-hari mulai berjalan kembali.

“Kenaikan arus lalu lintas diperkirakan mencapai puncak akhir pekan ini hingga Senin depan, sehingga penting bagi pengendara untuk mempersiapkan diri sebelum melakukan perjalanan,” ujar Desti dalam wawancara di Bekasi, Jumat.

Desti menekankan bahwa pengaturan waktu perjalanan menjadi kunci untuk menghindari kemacetan di jalur MBZ. Tidak hanya itu, pengendara juga diingatkan untuk tetap memprioritaskan keselamatan, baik dengan memeriksa kondisi kendaraan maupun mengantisipasi perubahan cuaca dan kondisi jalan. Selain itu, persiapan BBM atau baterai kendaraan serta ketaatan terhadap rambu lalu lintas dan instruksi petugas dianggap penting, terutama saat terjadi kepadatan.

Kondisi Lalu Lintas Menjadi Lebih Padat Saat Arus Balik

Desti menyebutkan bahwa jumlah kendaraan dari Jakarta ke arah Cikampek terus meningkat sejak H-1 hingga H+1 libur Idul Adha 2026. Dalam rentang tersebut, total kendaraan yang melewati Ruas MBZ mencapai 104.108 unit, naik 56,72 persen dibandingkan kondisi normal sebanyak 66.429 kendaraan.

“Pada H+1 atau Kamis (28/5), tercatat 27.723 kendaraan meninggalkan Jakarta menuju timur, naik 17,53 persen dari lalu lintas sebanyak 23.588 unit,” kata Desti.

Di sisi lain, arus balik dari Cikampek ke Jakarta juga mengalami peningkatan, dengan 31.754 kendaraan yang kembali ke ibu kota, naik 45,46 persen dari rata-rata sebanyak 21.830 unit per hari. Jumlah ini menunjukkan bahwa aktivitas perebutan jalan yang meningkat selama libur Idul Adha mulai berdampak pada kondisi lalu lintas setelah akhir periode libur.

Menurut Desti, kepadatan lalu lintas di Ruas MBZ berpotensi memburuk jika pengendara tidak memperhatikan pengaturan waktu perjalanan. Ia menyarankan untuk menghindari jam sibuk, seperti pagi dan sore hari, agar kemacetan tidak terlalu parah. “Kami juga berharap pengendara memanfaatkan transportasi umum sebagai alternatif untuk mengurangi beban lalu lintas,” tambahnya.

Langkah-Langkah untuk Mengurangi Kepadatan Saat Arus Balik

Sebagai upaya menghadapi kenaikan volume kendaraan, Jasamarga JJC sedang melakukan beberapa tindakan preventif. Di antaranya, menambahkan personel pengawas lalu lintas di sepanjang jalur MBZ serta memastikan pemeriksaan kendaraan berjalan efektif. Selain itu, pihaknya juga berencana memperkenalkan sistem pengaturan kecepatan secara dinamis untuk mengoptimalkan alur lalu lintas.

Desti menjelaskan bahwa kepadatan saat arus balik sering terjadi karena para pengendara lebih memilih untuk kembali ke Jakarta setelah libur Idul Adha berakhir. Ia menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas, seperti mematuhi batas kecepatan dan memperhatikan tanda-tanda peringatan. “Kami juga mendorong pengendara untuk menggunakan aplikasi pengemudi atau layanan informasi jalan untuk memantau kondisi jalan secara real-time,” ujarnya.

Perubahan Pola Perjalanan Memicu Kenaikan Lalu Lintas

Libur Idul Adha tahun ini berlangsung lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga memengaruhi pola perjalanan masyarakat. Berdasarkan data, rata-rata mobil yang melintasi Ruas MBZ meningkat hingga 56,72 persen selama periode libur. Desti menambahkan bahwa fenomena ini juga berdampak pada infrastruktur transportasi lokal, termasuk jembatan dan persimpangan penting di sekitar MBZ.

Selama H-1 hingga H+1, total kendaraan yang kembali ke Jakarta mencapai 77.187 unit, naik 18,27 persen dari kondisi normal yang sebanyak 65.264 unit. Angka ini menunjukkan bahwa kebutuhan mobilitas pengendara setelah libur semakin tinggi, terutama di jalur utama yang menghubungkan Jakarta dengan daerah timur.

“Dengan arus balik yang mulai terpantau, kami mengimbau pengendara untuk tetap berhati-hati dan mengurangi risiko terjebak dalam kemacetan,” kata Desti.

Kondisi kemacetan yang terjadi di Ruas MBZ juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya perencanaan perjalanan. Menurut Desti, kepadatan saat ini lebih parah dibandingkan masa libur Idul Adha tahun lalu, yang tercatat 27.723 unit kendaraan meninggalkan Jakarta pada H+1, atau naik 17,53 persen dari rata-rata 23.588 unit.

Dalam upaya meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas, Desti menekankan pentingnya memastikan kendaraan dalam kondisi siap jalan sebelum berangkat. “Termasuk memeriksa lampu rem, ban, dan sistem elektronik kendaraan, serta memastikan pengemudi tidak kelelahan saat mengemudi,” tambahnya.

Pengendara Diminta Waspada dan Siapkan Diri Sebelum Ber