Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

KAI sebut Pasar Senen tertinggi dari 10 stasiun terpadat di Semester I

Published July 21, 2026 · Updated July 21, 2026 · By Patricia Hernandez - fukushimask.com

Foto : Patricia Hernandez - fukushimask.com

Stasiun Pasar Senen Raih Puncak Aktivitas Penumpang di Semester I 2026

Fukushimask.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatatkan pencapaian signifikan terkait pergerakan penumpang kereta api pada periode Januari hingga Juni 2026. Berdasarkan data resmi yang dirilis, Stasiun Pasar Senen di Jakarta berhasil menempati posisi teratas sebagai stasiun dengan aktivitas penumpang paling tinggi. Total aktivitas naik dan turun yang tercatat di stasiun ini mencapai angka 3.849.606 selama Semester I tahun berjalan.

Menurut Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, keseluruhan aktivitas penumpang di seluruh jaringan kereta api mencapai 59.716.534. Angka ini mencakup 232 stasiun yang melayani layanan jarak jauh maupun lokal di Pulau Jawa dan Sumatera. Anne menjelaskan bahwa distribusi penumpang ini menunjukkan pola mobilitas masyarakat yang semakin berkembang dan tersebar di berbagai wilayah.

Peringkat Sepuluh Stasiun Terpadat

Setelah Pasar Senen, urutan berikutnya ditempati oleh Stasiun Gambir dengan 3.227.508 aktivitas. Sementara itu, Stasiun Yogyakarta berada di posisi ketiga dengan total 3.217.240 aktivitas. Berikutnya, Semarang Tawang mencatat 2.152.894 aktivitas, diikuti oleh Surabaya Gubeng dengan 1.904.845 aktivitas.

Untuk posisi lima besar berikutnya, Purwokerto mencatat 1.839.475 aktivitas, Surabaya Pasarturi 1.823.529 aktivitas, Semarang Poncol 1.740.518 aktivitas, Solo Balapan 1.706.290 aktivitas, dan Bandung 1.694.448 aktivitas. Keseluruhan data ini memberikan gambaran komprehensif mengenai distribusi penumpang di seluruh Indonesia.

"Stasiun Pasar Senen menempati posisi tertinggi dengan 3.849.606 aktivitas, disusul Gambir sebanyak 3.227.508 aktivitas dan Yogyakarta 3.217.240 aktivitas," kata Anne dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Distribusi Penumpang di Luar Sepuluh Stasiun Utama

Dari total 59.716.534 aktivitas yang tercatat selama periode Januari hingga Juni 2026, sebanyak 36.560.181 aktivitas atau setara dengan 61,22 persen berlangsung di 222 stasiun di luar kelompok sepuluh stasiun dengan volume tertinggi. Anne menjelaskan bahwa komposisi ini mencerminkan kebutuhan perjalanan masyarakat yang tersebar luas di berbagai daerah dengan tujuan yang beragam.

Di balik angka 36,56 juta aktivitas tersebut, terdapat berbagai jenis perjalanan yang dilakukan masyarakat. Anne menyebutkan bahwa perjalanan menuju sekolah, kampus, rumah sakit, tempat kerja, pasar, pusat pelayanan publik, destinasi wisata, serta kunjungan ke keluarga di daerah lain menjadi komponen utama pergerakan penumpang.

"Sebaran ini memperlihatkan peran transportasi dalam memperluas kesempatan masyarakat," kata Anne.

Pertumbuhan Stasiun Baru: Comal, Plabuan, dan Rajapolah

Perkembangan pelayanan kereta api juga terlihat dari penambahan stasiun baru yang mulai melayani aktivitas naik dan turun pelanggan. Pada April 2026, tiga stasiun baru yaitu Comal, Plabuan, dan Rajapolah resmi memulai pelayanannya. Perkembangan selama tiga bulan berikutnya menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan perjalanan masyarakat melalui ketiga stasiun tersebut.

Stasiun Comal mengawali pelayanannya dengan 512 aktivitas naik dan turun pelanggan pada bulan April. Jumlah ini kemudian meningkat menjadi 5.623 aktivitas pada Mei dan 5.861 aktivitas pada Juni. Secara kumulatif, Stasiun Comal mencatat 11.996 aktivitas selama April hingga Juni 2026, dengan volume Juni meningkat 4,23 persen dibandingkan Mei.

Sementara itu, Stasiun Plabuan mencatat 23 aktivitas pada April, kemudian meningkat menjadi 375 aktivitas pada Mei dan 416 aktivitas pada Juni. Total pelayanan selama tiga bulan mencapai 814 aktivitas, sedangkan volume Juni meningkat 10,93 persen dibandingkan Mei.

Perkembangan juga tercatat di Stasiun Rajapolah. Aktivitas naik dan turun pelanggan meningkat dari 88 pada April menjadi 154 pada Mei, kemudian mencapai 286 pada Juni. Volume Juni meningkat 85,71 persen dibandingkan Mei, dengan total 528 aktivitas selama April hingga Juni 2026.

Secara bersama-sama, ketiga stasiun tersebut melayani 623 aktivitas naik dan turun pelanggan pada April. Jumlah tersebut meningkat menjadi 6.152 aktivitas pada Mei dan 6.563 aktivitas pada Juni. Selama tiga bulan pertama pelayanan, ketiganya mencatat total 13.338 aktivitas pelanggan.

"Perkembangan Comal, Plabuan, dan Rajapolah menunjukkan kebutuhan perjalanan mulai terlihat ketika pelayanan naik dan turun tersedia," beber Anne.

Implikasi terhadap Pemerataan Akses Transportasi

Menurut Anne, data naik dan turun pelanggan di setiap stasiun memberikan gambaran mengenai pola mobilitas antardaerah. Perkembangan volume dari waktu ke waktu juga menunjukkan perubahan kebutuhan perjalanan, baik pada stasiun dengan tingkat pelayanan tinggi maupun stasiun yang mulai melayani pelanggan.

Anne menegaskan bahwa pemerataan akses transportasi relevan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memastikan bahwa setiap wilayah memiliki akses yang setara terhadap layanan transportasi.

"Pemerataan transportasi pada akhirnya membuka pemerataan kesempatan. Ketika perjalanan semakin mudah direncanakan, masyarakat memiliki ruang yang lebih luas untuk belajar, menjaga kesehatan, bekerja, berdagang, dan meningkatkan kualitas hidup," kata Anne.

Dengan demikian, data yang dirilis oleh KAI tidak hanya menunjukkan angka-angka statistik, tetapi juga mencerminkan dinamika sosial-ekonomi masyarakat Indonesia yang terus berkembang. Pertumbuhan aktivitas di stasiun-stasiun baru menjadi indikator positif bahwa layanan kereta api semakin dibutuhkan oleh masyarakat di berbagai daerah.