Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Discussion: KEK Industropolis Batang kantongi minat investor Hungaria

Published June 2, 2026 · Updated June 2, 2026 · By Joseph Wilson

KEK Industropolis Batang Berhasil Mengundang Minat Investor Hungaria

Key Discussion - Jakarta, 20 Mei 2026 – Pemerintah Indonesia melalui Dewan Nasional KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) menyampaikan bahwa KEK Industropolis Batang berhasil menarik perhatian dari sejumlah perusahaan asal Hungaria. Hasil ini terlihat dari penandatanganan dua perjanjian kerja sama strategis di bidang energi hijau yang dilakukan di forum bisnis Indonesia’s New Economic Frontier: Investing in Batang Integrated Estate and Health Special Economic Zone, di Budapest, Hungaria. MoU tersebut ditandatangani oleh PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) sebagai pengelola KEK dengan Merlion Tech Ltd dan Iconic Energi Kft, dua perusahaan asal Hungaria yang bergerak di sektor energi terbarukan, efisiensi daya, serta inovasi lingkungan.

Kemitraan Strategis untuk Energi Hijau

Kepresidenan Dewan Nasional KEK, yang diwakili oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Rizal Edwin Manansang, mengatakan bahwa forum ini menjadi ajang penting untuk memperkenalkan potensi KEK Industropolis Batang ke mata dunia. "Kami berharap kerja sama dengan negara-negara Eropa Tengah dan Timur dapat mempercepat transformasi ekonomi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045," ungkap Rizal dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa. Menurutnya, Hungaria memiliki reputasi kuat di bidang riset farmasi, sementara Indonesia menawarkan pasar yang luas dan fasilitas infrastruktur yang mendukung investasi jangka panjang.

Kinerja KEK Industropolis Batang

Di sisi lain, Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Agung Putu Ngurah Wirawan, menyoroti perkembangan yang signifikan selama ini. Ia menyebutkan bahwa kawasan tersebut telah menarik total investasi sebesar 1,3 miliar dolar AS dan menciptakan sekitar 11.000 pekerja langsung. "Penjualan lahan mencapai 104 hektare pada 2024 dan 97 hektare pada 2025, angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata kawasan industri lainnya," jelas Agung. Hal ini menunjukkan bahwa KEK Industropolis Batang dinilai memiliki daya tarik yang kuat oleh investor internasional.

Peluang Investasi di Sektor Kesehatan

Selain fokus pada energi hijau, pemerintah juga memperkenalkan KEK sektor kesehatan kepada para delegasi Hungaria. KEK Sanur, KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam, serta KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten menjadi sorotan. Rizal Edwin menegaskan bahwa KEK-KEK ini akan menjadi platform penting untuk membangun kolaborasi bidang kesehatan, farmasi, teknologi, dan inovasi. "Dengan berbagai proyek yang telah berjalan, kami yakin kerja sama di sektor ini bisa menghasilkan manfaat besar," katanya.

Proses Pemasaran Investasi

Dalam sesi business matching yang dipimpin oleh Plt Kepala Biro Investasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Bambang Wijanarko, pihak Indonesia juga menjajaki potensi kerja sama di bidang pengelolaan air dan daur ulang. Topik yang dibahas antara lain pengembangan sistem manajemen air industri serta skema pendanaan kolaboratif antara pemerintah Indonesia dan Hungaria untuk proyek strategis. Selain itu, keberlanjutan lingkungan dan kemajuan manufaktur menjadi fokus utama diskusi.

Pertemuan Awal untuk Memperkuat Kemitraan

Sebelum forum berlangsung, tim delegasi Indonesia melakukan serangkaian pertemuan dengan lembaga ekspor Hungaria, HEPA (Hungarian Export Promotion Agency), serta HCCI (Hungarian Chamber of Commerce and Industry). Dalam diskusi tersebut, Hungaria menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pengelolaan air, teknologi digital, dan pengembangan kota pintar. HCCI bahkan mengusulkan agar KEK Industropolis Batang menjadi contoh proyek pengolahan air Hungaria di Indonesia.

Kemitraan Masa Depan

Pertemuan pertama ini menjadi dasar untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dengan negara-negara Eropa Timur. Rizal Edwin menjelaskan bahwa strategi promosi investasi ini berhasil membuka jalan baru bagi penanaman modal di bidang energi hijau, teknologi digital, manufaktur, dan layanan kesehatan. "Kita harus memanfaatkan kesempatan ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tambahnya.

Langkah Berikutnya

Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK bersama KITB dan lembaga terkait akan mempercepat proses negosiasi investasi. Langkah ini mencakup kunjungan delegasi investor Hungaria ke Indonesia, serta pembahasan teknis mengenai transfer teknologi dan kebijakan yang mendukung kerja sama berkelanjutan. Rizal Edwin menuturkan bahwa komitmen pemerintah Indonesia terhadap pembangunan KEK tetap utama, dengan harapan menghasilkan manfaat maksimal bagi masyarakat dan sektor industri.

Kesimpulan Kemitraan

Kehadiran investor Hungaria di KEK Industropolis Batang membuktikan bahwa kawasan ini memiliki daya tarik global. Dengan fasilitas yang terus berkembang dan strategi pemasaran yang tepat, program KEK menjadi bagian penting dari upaya Indonesia membangun ekosistem ekonomi yang inklusif. "Kami berharap kerja sama ini bisa menjadi awal dari pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan berkelanjutan," pungkas Rizal Edwin.

Investor Hungaria Menilai Potensi Tinggi

Dalam pertemuan awal, delegasi Hungaria menilai KEK Industropolis Batang sebagai proyek strategis yang bisa mendorong keberlanjutan industri. Kesepakatan mengenai teknologi pengolahan air dan energi hijau juga menjadi bagian dari usaha meningkatkan kapasitas produksi serta efisiensi di kawasan tersebut. "KEK Industropolis Batang tidak hanya menawarkan lokasi strategis, tetapi juga infrastruktur yang terpadu," kata Bambang Wijanarko. Ia menambahkan bahwa proyek ini diharapkan mampu menciptakan dampak positif terhadap lingkungan dan perekonomian.

Dukungan untuk Manufaktur Maju

Agung Putu Ngurah Wirawan menegaskan bahwa keberhasilan KEK Industropolis Batang terlihat dari peningkatan daya tarik investasi. "Proyek ini menjadi bukti bahwa KEK bisa menjadi pusat keunggulan dalam manufaktur dan inovasi," jelasnya. Dengan pembangunan infrastruktur yang terus berjalan, ia yakin KEK akan menjadi magnet bagi investor yang ingin berkontribusi dalam transformasi ekonomi nasional.

Program Investasi yang Terpadu

Forum bisnis ini menjadi bagian dari rangkaian promosi investasi yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Pemerintah berupaya menghubungkan KEK Industropolis Batang dengan pelaku bisnis asing melalui berbagai inisiatif, termasuk penawaran fasilitas properti dan pendukung bagi tenaga kerja. "KEK juga memberikan ruang bagi pengembangan industri kecil dan menengah," kata Bambang Wijanarko. Ia menuturkan bahwa kolaborasi ini akan menghasil