Key Strategy: Pasar HRI Indonesia terbesar di ASEAN, tembus 29 miliar dolar AS
Key Strategy: Pasar HRI Indonesia Tembus 29 Miliar Dolar AS
Key Strategy - Jakarta mencatatkan pencapaian luar biasa dalam sektor hospitality dan food service. Pameran Food & Hospitality Indonesia (FHI) yang dikenal sebagai pasar food service terbesar di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) akan kembali diselenggarakan di Jakarta pada tahun 2026. Key Strategy ini hadir untuk memperkuat tren peningkatan konsumsi domestik serta perubahan gaya hidup masyarakat yang berdampak langsung pada industri makanan, minuman, dan hospitality Indonesia. Berdasarkan data terbaru, nilai pasar ini telah menembus angka 29 miliar dolar AS pada tahun 2024.
Laporan Hotel, Restaurant and Institutional Annual 2025 mencatat bahwa nilai pasar Hotel, Restaurant, and Institutional (HRI) Indonesia telah menjadikannya pasar food service terbesar di kawasan Asia Tenggara. Pencapaian ini sekaligus melampaui capaian yang diraih sebelum masa pandemi. Portfolio Director Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026, Meysia Stephanie, dalam keterangan yang diterima pada hari Kamis, menjelaskan bahwa Key Strategy pameran ini bertujuan untuk mempertemukan seluruh ekosistem industri dalam satu forum bisnis. Forum ini dirancang agar para pelaku industri dapat beradaptasi pada tren pertumbuhan industri makanan dan minuman serta meningkatkan daya saing industri di tingkat global.
Key Strategy Pertumbuhan dan Kolaborasi Industri
Menurut Meysia, Key Strategy pertumbuhan industri tidak hanya ditentukan oleh besarnya pasar, tetapi juga kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi. Ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan tren serta pemanfaatan inovasi dan teknologi.
"FHI hadir sebagai platform yang mempertemukan seluruh ekosistem industri dalam satu forum bisnis, sehingga pelaku usaha dapat membangun kemitraan strategis, menemukan solusi baru, sekaligus meningkatkan daya saing industri di tingkat global," ujar Meysia.
Dalam laporan tersebut, pertumbuhan industri food service ditopang oleh berbagai faktor positif. Ekspansi jaringan hotel dan restoran internasional menjadi salah satu pendorong utama. Selain itu, meningkatnya popularitas specialty coffee dan premium bakery juga berkontribusi signifikan. Perkembangan layanan pesan-antar makanan berbasis digital semakin memperluas akses konsumen terhadap produk dan layanan berkualitas. Di sisi lain, industri juga memasuki fase transformasi dengan meningkatnya permintaan terhadap produk berkualitas premium.
Key Strategy Transformasi dan Proyeksi Ekonomi
Penerapan kewajiban sertifikasi halal yang semakin luas serta persaingan yang semakin kompetitif di tingkat regional menjadi tantangan sekaligus peluang. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan akan sebuah platform bisnis yang mampu mempertemukan pelaku industri, pemasok, distributor, hingga pengambil kebijakan dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Meysia mengatakan Key Strategy prospek penyelenggaraan FHI 2026 turut didukung nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang diproyeksikan mencapai 6,13 triliun dolar AS pada 2028. Proyeksi ini disertai dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8–6,3 persen pada 2026.
Sejalan dengan itu, sektor hospitality diperkirakan tumbuh hingga tiga kali lipat pada 2030. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya investasi, berkembangnya pariwisata berkelanjutan, serta semakin tingginya permintaan terhadap pengalaman kuliner dan layanan hospitality yang berkualitas. Selain pameran dan memperkenalkan inovasi serta menciptakan peluang investasi dan kemitraan strategis, FHI 2026 juga memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi menuju ekosistem hospitality dan F&B yang lebih bertanggung jawab.
Key Strategy Komitmen terhadap Keberlanjutan
Prinsip keberlanjutan mengedepan dalam berbagai aspek, mulai dari produk organik, solusi kemasan ramah lingkungan, efisiensi energi, hingga pengurangan limbah. Marketing Communication Manager PT Pamerindo Indonesia, Leonarita Hutama, mengatakan bahwa Key Strategy keberlanjutan kini telah menjadi bagian penting dalam strategi pertumbuhan industri, bukan lagi sekadar tren.
"Transformasi industri tidak hanya ditentukan oleh inovasi produk dan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha mengembangkan bisnis yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui FHI 2026, kami ingin menghadirkan platform yang mempertemukan perusahaan, inovator, dan pemangku kepentingan untuk berbagi solusi serta mempercepat adopsi praktik bisnis berkelanjutan di sektor makanan, minuman, dan hospitality," ujar Leonarita.
FHI 2026 akan diselenggarakan pada 21–24 Juli 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta. Acara ini akan mempertemukan inovasi, teknologi, produk, dan para pengambil keputusan dari berbagai negara. Platform strategis ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan bisnis, investasi, serta transformasi industri yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik.