Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Strategy: PTPN I siapkan skema pembelian kopi rakyat perkuat pasar global

Published June 16, 2026 · Updated June 16, 2026 · By Linda Martin

PTPN I Berencana Perkuat Kemitraan Petani Melalui Skema Pembelian Kopi

Key Strategy - Dari Jakarta, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I mengumumkan rencana pengembangan skema baru pembelian kopi dari para petani sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi Indonesia di pasar global. Dalam diskusi bersama awak media, Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, menjelaskan bahwa skema ini dirancang untuk mempererat hubungan kerja sama dengan petani sekaligus meningkatkan kompetitivitas produk kopi nasional.

"PTPN berencana mengadopsi model pembelian kopi rakyat seperti yang dilakukan dalam sektor sawit plasma, tebu rakyat, serta bahan olah karet. Kami ingin memastikan pengadaan bahan baku yang lebih terstruktur," ujar Aris.

Selain itu, perusahaan juga memperluas upaya pembinaan terhadap petani kopi di sekitar area operasional perkebunan. "Kami memiliki program pengembangan untuk meningkatkan kapasitas para petani lokal," tambahnya. Aris menegaskan bahwa kopi merupakan komoditas strategis yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi karena diminum secara luas di berbagai negara. Meski tidak tercantum dalam program hilirisasi nasional, pengembangan kopi tetap menjadi prioritas utama perusahaan.

Integrasi Rantai Pasok Sebagai Pilar Strategi

Strategi ini berfokus pada penguatan rantai pasok dari hulu hingga hilir, sesuai arahan Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas. Menurut Teddy, integrasi tersebut bertujuan menegaskan kualitas kopi Indonesia di panggung global. "Komitmen jangka panjang perusahaan adalah menyiapkan kopi yang memiliki daya saing tinggi melalui peningkatan produktivitas, efisiensi dalam pengolahan, serta pengembangan produk bernilai tambah," jelasnya.

PTPN I memiliki sejarah panjang di industri kopi, khususnya di Jawa Timur melalui wilayah Ijen dan Banaran yang dikenal menghasilkan kopi kualitas premium. Kopi dari kawasan Ijen, terutama produk Blue Fire Coffee, telah terkenal di pasar internasional, termasuk di Italia dan negara-negara lain. Melalui pengembangan kawasan perkebunan dan fasilitas pengolahan modern, perusahaan memastikan kopi yang dihasilkan memiliki konsistensi dan kualitas sesuai standar global.

Pengembangan Varietas Kopi Sesuai Pasar Premium

Dalam upaya memperkaya produknya, PTPN I menekankan dua jenis kopi utama, Arabika dan Robusta. Untuk Arabika, perusahaan mengembangkan varietas seperti Andung Sari 2 K, Gayo, serta Kamasti yang memiliki produktivitas hingga 850 kilogram per hektare. Sementara itu, varietas Robusta seperti BP 42, BP 409, BP 939, dan Tugusari 6 diperkirakan mampu menghasilkan 1.000 kilogram per hektare. Pemilihan varietas ini bertujuan memenuhi preferensi pasar premium terutama dalam hal cita rasa dan konsistensi kualitas.

Selain itu, perusahaan terus melakukan peremajaan tanaman tua dan memanfaatkan lahan yang belum optimal. Aris menyatakan bahwa PTPN I akan menambah luas area tanam Arabika dan Robusta sesuai dengan karakteristik tanah masing-masing. "Kami ingin memperkuat daya tahan industri kopi nasional dengan membangun ekosistem yang solid," tuturnya.

Ekspansi Operasional di Berbagai Wilayah

PTPN I Regional 5 mengelola kawasan produksi robusta di Jawa Timur, seperti Kebun Bangelan di Malang, Kebun Ngrangkah Pawon, Kebun Renteng, dan Kebun Silosanen. Di sisi lain, perusahaan sedang membangun Java Coffee Estate (JCE) di lereng Gunung Ijen untuk mengembangkan kopi premium. Sementara di Jawa Tengah, PTPN I Regional 3 fokus pada fasilitas pengolahan di Kebun Banaran serta kawasan produksi seperti Sukamangli, Ngobo, Getas, dan Jolong.

Dengan integrasi antara perkebunan dan pengolahan modern, PTPN I tidak hanya menargetkan pasar domestik melalui merek seperti Banaran Coffee, tetapi juga telah menembus ekspor ke Jepang, Amerika Serikat, serta wilayah Uni Eropa. Aris Handoyo menegaskan bahwa perusahaan akan terus memperluas kerja sama dengan petani untuk mendukung pertumbuhan industri kopi secara keseluruhan.

Program ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kopi nasional yang kuat. Target PTPN I adalah meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memposisikan Indonesia sebagai salah satu produsen kopi berkualitas terbaik di dunia. Dengan memperkuat hubungan dengan petani dan menjamin kualitas bahan baku, perusahaan optimis dapat menembus pasar global secara lebih signifikan.

Menurut Teddy Yunirman Danas, transformasi rantai pasok akan memberikan dampak positif dalam meningkatkan efisiensi produksi. "Dengan integrasi ini, kami dapat memastikan kopi yang dihasilkan memiliki daya tahan terhadap persaingan global," katanya. Upaya ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendukung hilirisasi di sektor perkebunan. Meski fokus utama adalah pengembangan kopi, PTPN I tetap mengalokasikan sumber daya untuk mendukung diversifikasi komoditas lain.

Pengembangan kopi di Jawa Timur terus digalakkan melalui kawasan perkebunan yang sudah terpenuhi. Kawasan Ijen dan Banaran menjadi sentra produksi kopi premium dengan reputasi tinggi di pasar internasional. Dukungan terhadap petani lokal di sekitar area operasional diharapkan mampu meningkatkan kualitas serta kuantitas produksi, sehingga mampu memenuhi permintaan pasar global yang semakin tumbuh.