Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

KKP sebut kerja sama perikanan RI-China menyerap 669 tenaga kerja

Published September 27, 2026 · Updated September 27, 2026 · By Linda Martin - fukushimask.com

Foto : Linda Martin - fukushimask.com

Kerja Sama Perikanan Indonesia-China Libatkan 669 Pekerja di Laut Arafura

Fukushimask.com – Program kolaborasi perikanan Indonesia dan China membuka keterlibatan bagi 669 tenaga kerja Indonesia untuk mengoperasikan 33 kapal perikanan berbendera Indonesia di perairan Arafura. Kapal-kapal tersebut akan menjalankan kegiatan penangkapan ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia atau WPPNRI 718.

Kerja sama ini dilaksanakan melalui skema Technical Cooperation Guidelines (TCG), yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi perikanan tangkap. Pemerintah juga menempatkan penyerapan tenaga kerja, penguatan kemampuan awak kapal, serta kesejahteraan pekerja sebagai bagian penting dari pelaksanaannya.

Target Produksi dan Penerimaan Negara

Sebanyak 33 kapal yang disiapkan dalam program tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 9.500 ton ikan sesuai kuota yang telah ditetapkan. Operasi di WPPNRI 718 diharapkan mendukung peningkatan hasil perikanan tangkap nasional, khususnya dari kawasan Arafura yang menjadi salah satu wilayah pengelolaan perikanan Indonesia.

Dari aktivitas kerja sama ini, penerimaan negara bukan pajak atau PNBP diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp65 miliar. Nilai tersebut mencerminkan bahwa kegiatan penangkapan ikan tidak hanya berkaitan dengan pasokan hasil laut, tetapi juga dapat memberi dampak fiskal bagi negara melalui tata kelola yang dijalankan dalam kerangka resmi.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa program tersebut dirancang untuk menghasilkan nilai tambah yang lebih luas bagi Indonesia. Selain produksi, kesempatan kerja dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia kelautan serta perikanan menjadi sasaran utama dalam pelaksanaan TCG.

Peluang Kerja dan Pengalaman bagi Awak Kapal

Keterlibatan ratusan pekerja Indonesia memberi ruang bagi masyarakat yang ingin berkarier di sektor perikanan. Awak kapal tidak hanya menjalankan pekerjaan operasional di laut, tetapi juga memperoleh pengalaman praktis yang dapat memperkuat keterampilan mereka dalam kegiatan perikanan.

Mualim I KM SMMRF 88, Erwin Agung Triono, menilai program ini menjadi kesempatan penting bagi awak kapal untuk menambah pengalaman dan kompetensi. Ia berharap kesinambungan kerja sama dapat membantu membentuk regenerasi tenaga kerja yang semakin siap di bidang kelautan dan perikanan.

Bagi pekerja yang terlibat, pengalaman di kapal dapat menjadi bekal untuk memahami ritme kerja perikanan, pelaksanaan tugas awak kapal, serta tuntutan profesional dalam kegiatan penangkapan ikan. Penguatan kemampuan tenaga kerja menjadi relevan karena sektor kelautan membutuhkan sumber daya manusia yang mampu bekerja secara terampil dan bertanggung jawab.

Nelayan asal Kebumen, Jawa Tengah, Marito, juga menilai TCG membuka peluang penyerapan pekerja di tengah kebutuhan lapangan kerja di sektor perikanan.

“Tenaga semakin banyak yang menganggur akhirnya bisa terserap dalam rangka mengikuti program TCG ini,” ujarnya.

Program ini turut memuat perlindungan bagi awak kapal. Kementerian Kelautan dan Perikanan memastikan pekerja menerima gaji serta bonus atau premi yang terkait dengan hasil tangkapan. Perlindungan asuransi kesehatan, kematian, dan ketenagakerjaan juga disediakan dalam pelaksanaannya.

Aspek tersebut penting bagi pekerja perikanan yang menjalankan tugas di laut. Jaminan penghasilan dan perlindungan sosial menjadi bagian dari upaya untuk memastikan kegiatan ekonomi perikanan berjalan seiring dengan perhatian terhadap kondisi pekerjanya.

Tindak Lanjut Kesepakatan Dua Negara

TCG merupakan kelanjutan dari kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia ke China pada 9 November 2024. Dalam kunjungan itu, kedua negara menyepakati sebuah pernyataan bersama yang kemudian diterjemahkan ke dalam kerja sama di bidang kelautan dan perikanan.

Implementasi kesepakatan tersebut dilakukan melalui penandatanganan TCG oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia bersama Menteri Pertanian dan Urusan Pedesaan China. Kerangka kerja sama yang disusun tidak terbatas pada operasi penangkapan ikan.

Ruang lingkupnya mencakup pembangunan fasilitas perikanan di darat, termasuk pelabuhan perikanan, serta kegiatan pengolahan ikan. Selain itu, TCG meliputi pertukaran keterampilan, pelatihan, dan pertukaran data relevan untuk sektor perikanan.

Kolaborasi ini juga memasukkan komitmen untuk memastikan kesejahteraan pekerja perikanan. Dengan demikian, pengembangan sektor tidak hanya dipandang dari besarnya hasil tangkapan, melainkan juga dari kemampuan menciptakan manfaat bagi tenaga kerja Indonesia dan memperkuat kapasitas nasional.

Operasi 33 kapal berbendera Indonesia di perairan Arafura menjadi bagian nyata dari pelaksanaan kerja sama tersebut. Target produksi, serapan 669 tenaga kerja, serta potensi PNBP Rp65 miliar menunjukkan beberapa hasil yang diharapkan dari program ini. Keberlanjutan pelaksanaannya akan berkaitan dengan pengelolaan kuota, kesiapan pekerja, dan pemenuhan perlindungan bagi awak kapal yang bekerja di lapangan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is KKP sebut kerja sama perikanan RI China?

KKP sebut kerja sama perikanan RI China is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does KKP sebut kerja sama perikanan RI China matter?

KKP sebut kerja sama perikanan RI China matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.