Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Lanud Iswahjudi panen tebu dukung program ketahanan pangan nasional

Published July 17, 2026 · Updated July 17, 2026 · By Robert Davis

Panen Serentak Tebu di Lanud Iswahjudi: Kontribusi Nyata untuk Ketahanan Pangan Nasional

Lanud Iswahjudi panen tebu dukung program - Magetan menjadi saksi sejarah ketika Pangkalan TNI Angkatan Udara Iswahjudi menggelar kegiatan panen raya tebu secara serentak. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan yang digagas oleh pemerintah pusat. Komandan Lanud Iswahjudi, Marsma TNI Muchtadi Anjar Legowo, menyampaikan bahwa peran TNI AU tidak terbatas hanya pada tugas menjaga keamanan wilayah udara Tanah Air. Lebih dari itu, mereka juga aktif berkolaborasi bersama masyarakat dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional melalui berbagai inisiatif pertanian.

Menurut Marsma TNI Muchtadi Anjar Legowo, kolaborasi antara TNI dan masyarakat sekitar telah menunjukkan hasil yang signifikan. "Kami TNI bersama masyarakat sekitar berupaya untuk mendukung program ketahanan pangan dari pemerintah," tegasnya. Ia kemudian melanjutkan dengan menjelaskan kontribusi masing-masing cabang TNI terhadap kebutuhan pangan nasional. Kontribusi TNI AU untuk tebu bisa mencapai 45 persen dari kebutuhan gula nasional, kemudian padi dari Angkatan Darat mencapai 50 persen dari kebutuhan beras nasional, demikian juga Angkatan Laut dengan kedelai yang capai 0,5 persen," ujarnya saat melakukan panen raya tebu, padi, dan kedelai serentak di lahan-lahan garapan binaan TNI yang dipimpin Presiden Prabowo secara daring bersama petani setempat di lahan sekitar Lanud Iswahjudi Kecamatan Maospati, Magetan, Jawa Timur, Jumat sore.

Ekspansi Lahan Pertanian dan Potensi Hasil Panen

Khusus di kawasan Lanud Iswahjudi, ia menjelaskan, lahan belum terpakai yang dialihkan fungsinya untuk pertanian mencapai seluas 68 hektare. Dari luas tersebut, sekitar 62 hektare digunakan untuk lahan tebu, sedangkan sisanya tanaman pertanian lain, seperti padi dan sayuran. Pihaknya menjelaskan jenis tebu yang ditanam merupakan Bulu Lawang dengan estimasi hasil panen mencapai sekitar 60 ton per hektare dan rendemen 6 persen. Adapun jumlah petani warga sekitar yang dilibatkan dalam penggarapan lahan pertanian tersebut mencapai lebih dari 100 orang.

Hal itu merupakan bentuk simbiosis mutualisme, dimana warga mendapatkan lapangan pekerjaan dan TNI mendapatkan hasil pertanian guna mencapai swasembada pangan yang ditargetkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Kehadiran lebih dari seratus petani lokal dalam kegiatan ini menunjukkan betapa besar peran masyarakat dalam mendukung keberhasilan program pertanian TNI. Dengan adanya kesempatan kerja ini, kesejahteraan warga sekitar juga turut meningkat secara signifikan. Program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat hubungan antara institusi militer dengan komunitas lokal.

Perayaan Panen Raya dan Kehadiran Pejabat Terkait

Kegiatan panen tebu yang berlangsung di kawasan pertanian Lanud Iswahjudi Magetan dihadiri perwakilan Forkopimda Kabupaten Magetan, jajaran pejabat utama Lanud Iswahjudi, pejabat Pabrik Gula Rejo Agung Baru, Pabrik Gula Rejosari, Pabrik Gula Poerwodadi, dan sejumlah tamu lainnya. Kehadiran para pejabat dari berbagai pabrik gula menunjukkan pentingnya sinergi antara sektor pertanian dengan industri pengolahan gula nasional.

Menurutnya panen tebu serentak yang dilakukan TNI AU merupakan bentuk nyata keberhasilan sektor pertanian sekaligus wujud sinergisitas dengan warga petani sekitar dalam mendukung ketahanan pangan nasional, utamanya gula. "Jadi intinya dalam kegiatan ini TNI ingin menunjukkan karya nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional, baik dari tebu, padi, dan kedelai," katanya. Melalui program ini, TNI tidak hanya berkontribusi pada aspek keamanan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat lokal dan stabilitas pasokan pangan nasional secara keseluruhan.

Program pertanian di Lanud Iswahjudi ini telah berjalan dengan baik dan menghasilkan manfaat ganda. Di satu sisi, TNI berhasil memanfaatkan lahan tidur menjadi sumber produksi pangan. Di sisi lain, masyarakat sekitar mendapatkan kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan. Dengan target swasembada pangan yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto, kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan diperluas ke berbagai wilayah lainnya di Indonesia. Kehadiran berbagai pihak terkait dalam acara ini menjadi bukti bahwa program ketahanan pangan mendapat dukungan luas dari berbagai sektor.