Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Kemen-UMKM: Posisi ekonomi digital RI di ASEAN peluang UMKM naik kelas

Published June 19, 2026 · Updated June 19, 2026 · By Patricia Hernandez

Kemen-UMKM: Posisi Ekonomi Digital Indonesia di ASEAN Buka Peluang UMKM Naik Kelas

Latest Program - Banjarmasin – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia menegaskan bahwa dominasi ekonomi digital nasional di kawasan Asia Tenggara menjadi peluang emas bagi pengusaha mikro dan kecil untuk berkembang ke level yang lebih tinggi. Dalam kegiatan Program Kota Masa Depan UMKM yang diselenggarakan oleh Grab dan OVO di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis lalu, Asisten Deputi Kemitraan Rantai Pasok dan Pemasaran Usaha Kecil Kementerian UMKM, Yogia Prihartiny, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia dinilai sangat signifikan, dengan estimasi nilai mencapai sekitar 100 miliar dolar AS. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Perkembangan Akses Digital Membuka Peluang Pemasaran

Menurut Yogia, akses internet di Indonesia semakin luas, dengan lebih dari 82 persen penduduk yang telah bisa menggunakan jaringan digital. Selain itu, jumlah pengguna internet aktif mencapai lebih dari 235 juta orang, yang menjadi pasar potensial bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan pemasaran. "Dengan keberadaan pasar digital yang besar, UMKM bisa menjangkau konsumen di segala penjuru negeri bahkan luar negeri," kata Yogia dalam pidatonya.

"Indonesia saat ini berada pada momentum strategis perkembangan ekonomi digital dengan nilai diperkirakan sekitar 100 miliar dolar AS dan tetap jadi salah satu terbesar di Asia Tenggara," ujar Yogia Prihartiny.

Lebih lanjut, Yogia menjelaskan bahwa ekonomi digital Indonesia juga didukung oleh peningkatan penggunaan platform e-commerce. Menurut proyeksi, jumlah pengguna aktif perdagangan elektronik di negeri ini diperkirakan mencapai 206 juta hingga lebih dari 215 juta orang. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat belanja daring terbesar di kawasan Asia. "Dengan angka ini, UMKM memiliki peluang untuk mengembangkan bisnis secara digital dan memperkuat daya saing mereka," tambahnya.

Digitalisasi Mendorong Transformasi Bisnis UMKM

Transformasi digital, menurut Yogia, menjadi katalisator utama bagi kemajuan UMKM. Dia menekankan bahwa teknologi digital tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga memungkinkan bisnis kecil mengoptimalkan pengelolaan data dan informasi. "Melalui digitalisasi, UMKM bisa meningkatkan efisiensi operasional, memperluas jangkauan pasar, serta membangun kemitraan strategis yang lebih solid," jelasnya.

Selain itu, Yogia menyoroti peran teknologi dalam mempercepat proses pengantaran dan pembayaran. "Layanan transportasi digital dan pembayaran berbasis teknologi adalah bagian integral dari ekonomi digital Indonesia yang sedang berkembang pesat," tambahnya. Dia juga menambahkan bahwa inovasi teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat, seperti aplikasi pengantar, platform media sosial, dan layanan keuangan digital, memberikan peluang baru bagi UMKM untuk menjangkau konsumen secara lebih efektif.

Kebutuhan Konsumen Berubah, UMKM Harus Adaptif

Yogia Prihartiny mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan perilaku konsumen. Konsumen kini lebih mengutamakan kemudahan, kecepatan, dan akses layanan melalui platform digital. "UMKM harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan ini agar tetap kompetitif di pasar," katanya. Ia menegaskan bahwa daya saing bisnis tidak lagi hanya ditentukan oleh lokasi, tetapi juga oleh kemampuan memanfaatkan inovasi teknologi dan data.

Menurut Yogia, pelaku UMKM yang proaktif dalam mengadopsi digitalisasi akan memiliki keunggulan dalam membangun brand, mempercepat proses transaksi, serta mengurangi biaya operasional. "Transformasi digital adalah cara untuk memperkuat kapasitas UMKM dalam menghadapi tantangan pasar yang semakin dinamis," ujarnya. Dengan adanya layanan seperti pembayaran tanpa uang tunai, logistik yang cepat, dan pemasaran berbasis media digital, UMKM bisa mengakses pasar yang lebih luas dan berpotensi menghasilkan pendapatan yang lebih besar.

Target Global dan Kemitraan Strategis

Yogia juga mengingatkan bahwa digitalisasi membuka pintu bagi UMKM untuk menembus pasar global. "Digitalisasi diharapkan mampu mendorong UMKM berevolusi menjadi kekuatan ekonomi baru yang tidak hanya bertahan di pasar dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di tingkat internasional," tegasnya. Dia menambahkan bahwa dengan memanfaatkan teknologi secara berkelanjutan, UMKM bisa mengembangkan inovasi yang mendorong pertumbuhan usaha yang lebih stabil.

Dalam konteks ini, Kemen-UMKM berupaya memfasilitasi kemitraan antara pengusaha UMKM dengan platform digital dan layanan keuangan. "Kolaborasi antara UMKM dan pelaku teknologi akan menjadi kunci untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia," kata Yogia. Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan dan pelatihan digital bagi para pengusaha agar bisa memanfaatkan peluang ini secara maksimal.

Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, menurut Yogia, tidak hanya bergantung pada jumlah pengguna internet, tetapi juga pada kemampuan dalam mengintegrasikan teknologi ke berbagai aspek bisnis. "UMKM harus terus meningkatkan kemampuan digital mereka, baik dalam hal operasional maupun pemasaran, agar bisa memanfaatkan peluang ini secara optimal," ujarnya. Dengan pemanfaatan teknologi, dia yakin UMKM bisa menjadi bagian dari ekosistem ekonomi digital yang mendorong perekonomian nasional ke level yang lebih baik.

Dalam kesimpulannya, Yogia menegaskan bahwa digitalisasi bukan hanya tren, tetapi juga keharusan bagi UMKM untuk tetap relevan dan kompetitif. "Era digital adalah masa depan yang harus dihadapi dengan strategi yang tepat. Dengan memanfaatkan teknologi, UMKM bisa bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menembus pasar global," tutupnya. Pidato Yogia ini menjadi pengingat penting bagi para pengusaha kecil untuk tidak ketinggalan dalam mengikuti kemajuan digital yang terus berkembang di kawasan ASEAN.