Pembahasan Penting: Dirut Bulog minta pimwil/pinca maksimalkan serap gabah petani

Dirut Bulog Minta Pemimpin Wilayah dan Cabang Maksimalkan Penyerapan Gabah Petani

Jakarta – Pada hari Senin, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan pentingnya penyerapan gabah dari petani oleh para manajer wilayah dan cabang Bulog di seluruh Indonesia. Ia menekankan bahwa langkah ini bertujuan untuk mencapai target nasional yang telah ditetapkan pemerintah, terutama di tengah ancaman dampak El Nino dan ketidakstabilan geopolitik global.

Optimisme Meningkatkan Capaian Target

Rizal menjelaskan bahwa masa panen raya pada bulan Juni hingga Juli 2026 berpotensi menjadi puncak dampak El Nino, yang sekaligus menjadi kesempatan strategis. Kondisi cuaca panas pada masa panen dinilai mempercepat proses pengeringan gabah, sehingga kualitas hasil panen meningkat dan siap diambil oleh Bulog.

“Karena apa? Untuk antisipasi kalau nanti El Nino-nya berkepanjangan bahkan di November dan lain sebagainya,” ujar Rizal.

Saat ini, Bulog mencatatkan capaian sekitar 48,7 persen dari target 4 juta ton beras, yang setara dengan 1,9 juta ton. Angka ini diperoleh hingga 13 April 2026. Sementara itu, stok beras perusahaan mencapai 4,727 juta ton, dengan proyeksi meningkat menjadi 5 juta ton dalam waktu dekat.

Intensitas Kerja untuk Efisiensi

Dalam upayanya memastikan proses penyerapan berjalan optimal, Bulog meningkatkan intensitas kerja. Rizal menyebutkan bahwa hampir tidak ada hari libur selama masa panen, termasuk akhir pekan yang digunakan pegawai untuk operasional pengambilan dan pengemasan beras.

Bulog juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai kementerian, lembaga, serta BMKG untuk mengantisipasi perubahan iklim. Selain itu, perusahaan menyiapkan pusat komando di Kantor Pusat untuk memantau dinamika pasar secara real-time.

Komitmen Stabilitas Pasokan Pangan

Dalam menghadapi tekanan global, Rizal menegaskan komitmen untuk menjaga ketersediaan pangan nasional tetap aman. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan perlunya stabilitas pasokan pangan dengan dukungan cadangan beras pemerintah (CBP) yang kuat.

Rizal optimis bahwa dengan kerja keras dan solidaritas seluruh jajaran, target 4 juta ton beras dapat tercapai. Ini juga menjadi langkah penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tantangan lingkungan dan politik global.

Bulog terus memantau harga pasar bersama Badan Pangan Nasional dan Satgas Pangan. Selain itu, operasi pasar langsung dan pengawasan terhadap produsen di lapangan dilakukan untuk menjaga stabilitas harga pangan.