Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pemerintah siapkan hilirisasi kakao dan peremajaan kebun petani

Published September 11, 2026 · Updated September 11, 2026 · By Patricia Hernandez - fukushimask.com

Foto : Patricia Hernandez - fukushimask.com

Hilirisasi Kakao dan Peremajaan Kebun Jadi Fokus Pemerintah

Fukushimask.com – Pemerintah menyiapkan langkah penguatan sektor kakao melalui hilirisasi dan pembaruan kebun rakyat. Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas kakao sekaligus mengatasi penurunan hasil panen yang banyak terjadi pada tanaman berusia tua.

Program tersebut menjadi penting karena Indonesia masih merupakan salah satu produsen kakao dunia, meski posisinya mengalami penurunan. Direktur Perbenihan Perkebunan Kementerian Pertanian, Ebi Rulianti, menyampaikan bahwa Indonesia sebelumnya berada di peringkat ketiga dunia, namun kini berada pada urutan ketujuh dengan produksi sekitar 200 ribu ton.

Penurunan produktivitas kebun menjadi tantangan utama. Banyak pohon kakao milik petani telah melewati usia produktif sehingga hasil yang diperoleh tidak lagi optimal. Produktivitas kakao nasional saat ini berada di kisaran 700 hingga 800 kilogram per hektare, jauh di bawah capaian sejumlah negara lain yang dapat mencapai 1,5 ton per hektare.

Target Lahan Hingga 2027

Untuk memperkuat ketersediaan bahan baku bagi industri pengolahan, pemerintah menjalankan program hilirisasi kakao selama periode 2025 hingga 2027. Sasaran totalnya mencapai 247.260 hektare kebun kakao petani.

Program ini bertumpu pada dua kegiatan besar, yaitu peremajaan tanaman kakao rakyat dan perluasan areal perkebunan kakao. Peremajaan ditujukan bagi kebun yang hasilnya terus menurun akibat tanaman tua, sedangkan perluasan lahan diharapkan dapat menambah basis produksi pada masa mendatang.

"Ada dua program utamanya yakni peremajaan kakao rakyat dan perluasan lahan kakao," katanya dalam webinar Hari Kakao Nasional: Momentum Mendorong Hilirisasi untuk Kesejahteraan Petani.

Pada 2025, perluasan kebun kakao telah dilaksanakan sekitar 200 hektare. Di tahun yang sama, peremajaan kebun mencakup 4.066 hektare. Pelaksanaan ini menjadi tahap awal dalam pengembangan yang lebih luas pada tahun-tahun berikutnya.

Untuk 2026, pemerintah menargetkan perluasan area kakao sekitar 71.722 hektare. Sementara itu, program peremajaan direncanakan menjangkau 102.488 hektare. Skala target tersebut menunjukkan perhatian besar terhadap pemulihan produktivitas perkebunan rakyat.

Pada 2027, sasaran keseluruhan mencapai 59.974 hektare. Rinciannya adalah perluasan kebun seluas 19.700 hektare dan peremajaan tanaman pada 40.274 hektare. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, program ini akan memperluas sekaligus memperbarui sebagian signifikan kebun kakao rakyat yang menjadi penopang pasokan nasional.

Dukungan Benih dan Tenaga Kerja

Petani yang terlibat dalam program hilirisasi kakao akan memperoleh dukungan berupa benih dan bantuan upah kerja. Pemerintah menyiapkan 1.000 batang benih kakao untuk setiap hektare lahan yang ditangani dalam program tersebut.

Ketersediaan benih merupakan unsur penting dalam proses peremajaan. Tanaman lama yang tidak lagi produktif perlu digantikan dengan tanaman baru agar kebun dapat kembali menghasilkan secara lebih baik. Dukungan upah kerja juga relevan karena pembaruan kebun membutuhkan kegiatan lapangan, mulai dari penyiapan area hingga penanaman.

Peremajaan tidak hanya berkaitan dengan mengganti pohon tua. Langkah ini juga menyangkut keberlanjutan usaha kebun bagi petani. Ketika produktivitas kembali meningkat, peluang penyediaan bahan baku bagi sektor pengolahan kakao dapat ikut menguat.

Memperbesar Nilai Tambah Kakao

Hilirisasi menjadi bagian penting dari agenda ini karena kakao tidak hanya memiliki nilai sebagai hasil panen mentah. Ketersediaan bahan baku yang lebih terjaga diperlukan untuk mendukung industri hilir yang mengolah kakao menjadi berbagai produk bernilai tambah.

Bagi petani, peningkatan produktivitas kebun dapat menjadi fondasi untuk menjaga keberlangsungan produksi. Bagi industri, pasokan yang lebih kuat membantu menciptakan kepastian bahan baku. Keduanya saling berkaitan dalam upaya memperbaiki posisi komoditas kakao Indonesia.

Dengan produktivitas domestik yang masih berada di bawah 1 ton per hektare, ruang peningkatan hasil masih terbuka. Peremajaan kebun rakyat menjadi salah satu cara untuk menjawab persoalan tanaman tua yang selama ini membatasi produksi.

Agenda hingga 2027 tersebut menempatkan kebun rakyat sebagai pusat perhatian. Melalui perluasan areal, penggantian tanaman yang telah menua, bantuan 1.000 benih per hektare, serta dukungan tenaga kerja, pemerintah berupaya membangun pasokan kakao yang lebih siap menopang pengembangan industri pengolahan di dalam negeri.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pemerintah siapkan hilirisasi kakao dan peremajaan?

Pemerintah siapkan hilirisasi kakao dan peremajaan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pemerintah siapkan hilirisasi kakao dan peremajaan matter?

Pemerintah siapkan hilirisasi kakao dan peremajaan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.