Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

PLN Kalselteng perkuat kompetensi calon tenaga kerja kelistrikan

Published June 30, 2026 · Updated June 30, 2026 · By Sandra Jones

PLN Kalselteng Perkuat Kompetensi Calon Tenaga Kerja Kelistrikan

PLN Kalselteng perkuat kompetensi calon tenaga - Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (ANTARA) - Sebuah inisiatif pelatihan kelistrikan diumumkan oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, yang bertujuan meningkatkan kemampuan tenaga kerja potensial di bidang listrik. Kegiatan ini diselenggarakan bersama Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Kalimantan Selatan dan Dinas Tenaga Kerja serta Transmigrasi Kabupaten Tanah Bumbu, sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas di sektor energi. Pelatihan yang berlangsung pada Senin (22/6) menarik partisipasi sebanyak 18 peserta, yang mendapatkan pembekalan mengenai teknik pemasangan kabel listrik dasar, standar kerja profesional, serta prinsip keselamatan dalam proses instalasi.

Langkah Strategis PLN untuk Membangun SDM Berkualitas

Pembelajaran tersebut dijelaskan oleh General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendorong pengembangan keterampilan tenaga kerja. Menurut Iwan, pelatihan ini bukan hanya memperkuat kemampuan teknis peserta, tetapi juga memperluas kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan dalam penggunaan listrik. "Melalui program ini, kita ingin memastikan bahwa calon tenaga kerja memiliki pemahaman menyeluruh tentang sistem kelistrikan, baik dari segi operasional maupun aspek keamanan," tuturnya.

“Langkah ini bagian dari komitmen PLN untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kelistrikan, baik dari aspek teknis maupun keselamatan,” kata Iwan.

Di samping itu, pelatihan ini menjadi wadah untuk menciptakan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, terutama dalam mendorong ketersediaan tenaga ahli yang siap mendukung pertumbuhan energi listrik di daerah. Iwan menekankan bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan, BLK, dan perusahaan energi merupakan faktor kunci dalam menghasilkan SDM yang kompeten. "Sinergi ini akan membuka peluang kerja lebih luas sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja lokal," tambahnya.

Pembekalan Keselamatan dan Budaya Kerja

Dalam rangkaian pelatihan, PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Batulicin menambahkan sesi edukasi tentang Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L). Sesi ini mencakup penjelasan mengenai potensi bahaya yang mungkin terjadi selama pemasangan instalasi listrik, seperti korsleting, kebocoran arus, atau risiko terjebak dalam aliran listrik. Peserta juga diajarkan cara mengatasi ancaman tersebut melalui langkah-langkah mitigasi yang efektif serta penerapan protokol keselamatan kerja secara rutin.

“Peserta memperoleh edukasi mengenai batas tanggung jawab antara PLN dan pelanggan agar memahami ruang lingkup pekerjaan instalasi sesuai standar yang berlaku sehingga mereka bisa memberikan pelayanan terbaik,” kata Wahyu Cahaya Purnomo Sidik, Team Leader K3L PLN ULP Batulicin.

Kompetensi keselamatan kerja dianggap sebagai fondasi penting bagi setiap pekerja di sektor kelistrikan, menurut Wahyu. Ia menjelaskan bahwa pemahaman ini tidak hanya membantu mengurangi insiden kecelakaan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan energi yang diberikan. Selain itu, peserta pelatihan juga diberikan wawasan tentang budaya kerja yang mengutamakan efisiensi, tanggung jawab, serta keakuratan dalam menyelesaikan tugas.

Layanan Digital PLN untuk Memudahkan Pelanggan

Sementara itu, dalam acara yang sama, Manajer PLN ULP Batulicin, Azmi Muharom, memperkenalkan fitur-fitur aplikasi PLN Mobile. Aplikasi tersebut, menurut Azmi, dirancang untuk mempermudah proses layanan kelistrikan bagi masyarakat. Fitur utama yang disebutkan mencakup pengajuan pasang baru, penyesuaian daya listrik, pembelian token listrik, pembayaran tagihan, hingga pelaporan gangguan secara langsung melalui platform digital.

“Melalui kolaborasi berbagai pihak, kami berharap makin banyak generasi muda memiliki keterampilan wawasan, dan kesiapan berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah,” ujar Iwan.

Azmi menambahkan bahwa teknologi digital menjadi alat penting dalam meningkatkan kualitas layanan energi. "Aplikasi PLN Mobile memungkinkan pelanggan mengakses layanan secara cepat tanpa perlu mengunjungi loket langsung, sehingga mempercepat proses pelayanan dan meningkatkan kepuasan pengguna," ujarnya. Ini sejalan dengan visi PLN untuk membangun sistem yang lebih responsif dan berorientasi pada kebutuhan konsumen.

Apresiasi Kolaborasi antara PLN dan BLK

Instruktur BLK Provinsi Kalimantan Selatan, Dwi Cahyo, juga mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara PLN dan lembaga pelatihan. Menurut Dwi, pelatihan ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana perusahaan energi memperhatikan aspek pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat. "Kolaborasi ini membantu menyelaraskan kurikulum pelatihan dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga lulusan lebih siap memasuki industri," katanya.

Dwi menegaskan bahwa pelatihan yang diadakan tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga membentuk sikap profesional dan tanggung jawab terhadap pekerjaan. "Keterampilan yang diperoleh peserta bisa langsung diterapkan dalam lingkungan kerja, baik sebagai teknisi maupun pelaku usaha yang terlibat dalam distribusi energi," ujarnya. Dwi berharap program serupa terus berkembang, sehingga mampu menciptakan keterlibatan masyarakat lebih luas dalam pengelolaan energi.

Dengan adanya pelatihan ini, PLN Kalselteng mencoba menjawab tantangan peningkatan kebutuhan listrik di daerah. Keseluruhan kegiatan bertujuan menumbuhkan keterampilan tenaga kerja lokal yang mampu berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, sekaligus memperkuat kerangka ekonomi sektor energi. Kombinasi antara pelatihan teknis, keselamatan, dan penerapan teknologi digital diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan tenaga kerja yang lebih berkompetensi dan berkelanjutan.

Harapan akan peningkatan SDM tenaga listrik terus didukung oleh kebijakan pemerintah setempat yang menekankan pentingnya pengembangan keterampilan vokasional. Kegiatan seperti ini dianggap sebagai bagian penting dalam menciptakan lapangan kerja yang stabil, terutama di wilayah yang sedang berkembang. Dengan adanya keterampilan yang relevan, peserta pelatihan diharapkan