Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Ribuan Gen Z belajar kelola keuangan dengan gunakan wondrZ

Published October 1, 2026 · Updated October 1, 2026 · By Matthew Taylor - fukushimask.com

Foto : Matthew Taylor - fukushimask.com

wondrZ Dorong Gen Z Belajar Mengatur Uang Sejak Remaja

Fukushimask.com – Ribuan anak dan remaja di wilayah kerja BNI Kantor Wilayah 18 Malang mulai memanfaatkan wondrZ untuk mengenal pengelolaan keuangan pribadi. Produk tabungan ini dirancang bagi pengguna berusia 12 tahun ke atas dan tersedia melalui aplikasi wondr by BNI, dengan keterhubungan ke rekening orang tua sebagai bagian dari mekanisme pengawasan.

Hingga 30 September 2026, jumlah pengguna yang bertransaksi menggunakan wondrZ mencapai 2.196 orang. Angka tersebut dihitung sejak layanan ini diperkenalkan pada pekan keempat Agustus 2026 di area kerja BNI Wilayah 18 Malang, yang mencakup daerah dari Kabupaten Pacitan hingga Banyuwangi.

Regional Business Support Head BNI Kantor Wilayah 18 Malang, Arif Setiyono, menyampaikan perkembangan tersebut dalam mini media gathering di Jember, Jawa Timur, pada Kamis. Pemanfaatan layanan ini mencerminkan kebutuhan akan sarana perbankan yang dapat membantu generasi muda memahami penggunaan uang secara bertahap.

“Sejak produk itu diluncurkan pada minggu keempat Agustus hingga 30 September 2026 tercatat pemakai transaksi menggunakan wondrZ sebanyak 2.196 user di wilayah kerja Kantor BNI Wilayah 18 Malang dari Kabupaten Pacitan hingga Banyuwangi,” kata Arif Setiyono.

Rekening Anak Tetap Terhubung dengan Orang Tua

wondrZ ditujukan sebagai ruang belajar finansial bagi anak dan remaja sebelum mereka memiliki kartu tanda penduduk. Melalui rekening yang tetap terkoneksi dengan rekening orang tua, anak dapat mulai memahami aktivitas dasar seperti menyimpan dana, melihat transaksi, dan melakukan pembayaran non-tunai sesuai batas yang ditetapkan.

Model tersebut memberi anak kesempatan untuk mengambil peran dalam mengatur uangnya, sementara orang tua masih memiliki visibilitas atas aktivitas rekening. Pendekatan ini penting karena pengenalan kebiasaan finansial tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbelanja, tetapi juga dengan memahami batas penggunaan dana dan tanggung jawab atas setiap transaksi.

“Produk itu juga sebagai literasi keuangan bagi anak-anak yang berusia 12 tahun ke atas dan membantu anak membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini melalui pengalaman perbankan yang sesuai dengan tahapan usia mereka, namun tetap rekening mereka terhubung dengan rekening orang tua,” tuturnya.

Dengan sistem pengawasan tersebut, orang tua dapat memantau transaksi secara langsung melalui notifikasi yang masuk ke ponsel mereka. Fitur ini membuat aktivitas keuangan anak tidak berlangsung tanpa pendampingan, sekaligus membuka peluang percakapan keluarga mengenai kebutuhan, prioritas, serta pengeluaran yang bijak.

Batas Transaksi dan Pengawasan Real-Time

Untuk menjaga penggunaan layanan tetap sesuai kebutuhan pengguna muda, transaksi wondrZ dibatasi hingga Rp500 ribu dalam sehari. Selain memantau kegiatan transaksi secara real-time, orang tua juga dapat mengambil tindakan pemblokiran apabila penggunaan akun anak dinilai berlebihan.

“Transaksi di aplikasi untuk Generasi Z itu juga dibatasi yakni maksimal Rp500 ribu per hari. Semua transaksi bisa dikontrol dan diketahui oleh orang tua. Apabila akun anaknya berlebihan maka orang tua bisa memblokirnya,” katanya.

Batas harian tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam proses belajar mengelola uang. Anak dapat menggunakan rekening untuk kebutuhan yang relevan, namun tetap berada dalam pagar pengawasan yang dibuat keluarga. Pada saat yang sama, orang tua dapat mengenalkan cara membedakan kebutuhan dan keinginan melalui transaksi yang benar-benar terjadi dalam keseharian.

Penggunaan pembayaran tanpa uang tunai juga dapat membantu remaja membiasakan diri dengan layanan perbankan digital. Namun, kemudahan itu tetap membutuhkan pemahaman bahwa saldo rekening memiliki batas dan setiap pembayaran akan tercatat. Notifikasi real-time kepada orang tua berfungsi sebagai pengingat bahwa kemandirian finansial anak dibangun bersama pendampingan keluarga.

Membangun Kebiasaan Menabung Sejak Dini

Arif berharap wondrZ dapat membentuk kebiasaan menabung pada usia lebih awal. Anak-anak juga dapat melakukan transaksi tanpa harus membawa uang tunai, sementara orang tua tetap memperoleh informasi mengenai aktivitas yang dilakukan melalui rekening tersebut.

Pengalaman menggunakan rekening sendiri dapat menjadi langkah awal bagi generasi muda untuk mengenal nilai uang secara lebih nyata. Ketika anak memiliki akses terbatas yang dipantau orang tua, mereka dapat belajar menyisihkan dana, mempertimbangkan pengeluaran, dan memahami konsekuensi dari keputusan finansial sederhana.

Literasi keuangan sejak dini relevan bagi keluarga karena kebiasaan finansial umumnya dibangun melalui praktik berulang. Menabung, mencatat kebutuhan, membatasi pengeluaran, dan berdiskusi dengan orang tua merupakan contoh pembelajaran yang dapat diperkuat melalui penggunaan layanan perbankan yang sesuai usia.

BNI menempatkan kehadiran wondrZ sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan generasi muda yang semakin memahami keuangan. Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BNI juga terus menjalankan agenda transformasi BUMN yang menekankan pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kapabilitas, serta manfaat jangka panjang untuk pertumbuhan berkelanjutan.

Melalui produk yang memberi akses sekaligus pengawasan, anak dan remaja dapat diperkenalkan pada dunia perbankan secara bertahap. Tujuannya bukan sekadar memudahkan transaksi digital, melainkan membangun fondasi agar mereka lebih siap mengelola keuangan secara mandiri dan bertanggung jawab pada masa mendatang.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Ribuan Gen Z belajar kelola keuangan?

Ribuan Gen Z belajar kelola keuangan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Ribuan Gen Z belajar kelola keuangan matter?

Ribuan Gen Z belajar kelola keuangan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.