Special Plan: BPS terjunkan 4.082 petugas untuk pendataan Sensus Ekonomi di DIY
BPS Berhasil Terjunkan 4.082 Petugas untuk Pendataan Sensus Ekonomi di DIY
Special Plan - Yogyakarta menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus dalam rangkaian pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia menurunkan sebanyak 251.000 lebih petugas di seluruh Indonesia, termasuk 4.082 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pendataan ini berlangsung dari 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, dengan tujuan mengumpulkan data komprehensif mengenai aktivitas ekonomi, struktur usaha, dan perkembangan sektor-sektor kunci. Langkah ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang dinamika perekonomian DIY, yang dinilai memiliki potensi besar dalam menggerakkan pertumbuhan nasional.
Kemajuan Pendidikan sebagai Pendorong Pembangunan
Dalam acara pencanangan Sensus Ekonomi 2026, Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi menyoroti peran pendidikan sebagai salah satu faktor utama pembangunan. "DIY memiliki indeks pembangunan manusia yang menduduki posisi kedua terbaik di Indonesia," ujarnya. Kota yang dikenal sebagai pusat pendidikan ini, menurut Sonny, menjadi titik awal dalam membangun ekonomi yang berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa pendidikan tidak hanya memperkaya sumber daya manusia, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi, seperti pengembangan inovasi, pelatihan, dan pemberdayaan masyarakat.
"Pendidikan punya peran luar biasa dalam pembangunan bangsa, baik dalam konteks manusia maupun ekonomi," kata Sonny. Ia menekankan bahwa melalui Sensus Ekonomi, kontribusi sektor pendidikan terhadap perekonomian DIY akan lebih terukur, sehingga dapat menjadi acuan untuk program pengembangan yang tepat.
Struktur Usaha yang Diversifikasi
Dalam catatan sementara, Sonny menyebutkan bahwa DIY memiliki sekitar 606.000 pelaku usaha, sebagian besar merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). "Sistem pendataan kali ini dirancang agar petugas tidak hanya mengunjungi usaha yang terdaftar, tetapi juga mencakup seluruh aktivitas ekonomi di lingkungan rumah tangga," terangnya. Hal ini membuka peluang untuk menangkap usaha-usaha baru yang mungkin belum tercatat sebelumnya. Dengan pendekatan yang lebih luas, data yang dihasilkan akan lebih representatif, mencerminkan keberagaman sektor-sektor ekonomi yang ada.
Pentingnya Partisipasi Masyarakat dalam Pendataan
Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X turut memberikan pernyataan mengenai harapan daerah tersebut dalam menghadapi Sensus Ekonomi 2026. "Pendataan ini akan memberikan data dasar yang andal, baik untuk kebijakan nasional maupun daerah," ujarnya. Sebagai wilayah yang mengandalkan sektor jasa, pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, budaya, dan UMKM, DIY memerlukan informasi yang utuh mengenai keberlanjutan dunia usaha. Data yang akurat, menurut Paku Alam, akan menjadi dasar pengambilan keputusan strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Kita perlu gambaran yang jelas mengenai dinamika perekonomian, terutama dalam menghadapi tantangan global dan peluang lokal," tambah Paku Alam. Ia menekankan bahwa partisipasi aktif masyarakat sangat penting, karena setiap informasi yang diberikan akan menjadi fondasi bagi kebijakan yang mengarah pada masa depan yang lebih baik.
Pengaruh Data Sensus Terhadap Kebijakan Pembangunan
Sensus Ekonomi 2026 di DIY dirancang untuk melengkapi data statistik yang telah ada, terutama dalam memahami sektor-sektor ekonomi yang berkembang pesat. Data yang dihimpun akan menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan pengembangan UMKM, memperkuat investasi, dan meningkatkan daya saing wilayah. Selain itu, penekanan pada ekonomi digital dan lingkungan menunjukkan bahwa Yogyakarta ingin menjadi pusat referensi untuk inisiatif-inisiatif inovatif di bidang perekonomian.
Persiapan dan Pengharapan untuk Sukses Pendataan
Sonny mengungkapkan bahwa para petugas sensus akan menjalani pelatihan intensif agar mampu memberikan layanan yang maksimal. "Kami berharap masyarakat DIY bersikap kooperatif dan memberikan informasi secara jujur," katanya. Ini akan memastikan bahwa data yang dihasilkan tidak hanya mencakup usaha yang terdaftar, tetapi juga mencerminkan kehidupan ekonomi sehari-hari masyarakat, seperti kegiatan usaha rumahan, pertanian, atau perikanan. Dengan demikian, Sensus Ekonomi dapat mengidentifikasi potensi-potensi yang tersembunyi di tengah masyarakat.
"Sambut petugas BPS dengan berikan informasi yang benar, lengkap, dan benar. Data ini nanti akan menjadi pijakan bagi kebijakan pengembangan yang menentukan masa depan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat," lanjut Sonny. Ia menambahkan bahwa hasil pendataan akan membantu pemerintah daerah dalam menyesuaikan program dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Kemajuan Ekonomi Digital dan Lingkungan
Penguasaan sektor digital semakin menjadi fokus dalam Sensus Ekonomi 2026, terutama di DIY. Dengan munculnya berbagai inisiatif ekonomi digital, seperti bisnis online dan koperasi digital, data ini diharapkan dapat mengukur sejauh mana teknologi mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu, sektor lingkungan, seperti pariwisata berkelanjutan dan usaha kecil yang ramah lingkungan, juga akan ditelusuri secara detail. "Ini menjadi peluang untuk menilai bagaimana ekonomi hijau berdampak pada perekonomian DIY," jelas Paku Alam.
Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Dalam rangka mencapai keberhasilan pendataan, Pemerintah DIY akan bekerja sama erat dengan BPS dan berbagai organisasi masyarakat. "Kemitraan ini akan memastikan bahwa semua pelaku usaha, termasuk yang tergolong kecil, tercatat secara lengkap," kata Paku Alam. Ia juga mengapresiasi peran BPS dalam mengumpulkan data yang akurat, terutama di tengah tantangan seperti perubahan demografi dan digitalisasi. Pendataan ini dianggap sebagai langkah penting untuk memahami bagaimana struktur ekonomi DIY bertransformasi di era baru.
Target dan Harapan Masa Depan
Menurut Sonny, Sensus Ekonomi 2026 akan memberikan gambaran tentang jumlah tenaga kerja, tingkat keterlibatan masyarakat dalam usaha, dan tingkat produktivitas. "Data ini akan membantu kita mengevaluasi efektivitas kebijakan yang telah dijalankan sebelumnya," terangnya. Selain itu, ia berharap Sensus Ekonomi dapat menjadi alat untuk mengukur tingkat partisipasi masyarakat dalam program pengembangan ekonomi. Dengan data yang berkualitas, DIY dapat menjadi contoh daerah yang mampu mengintegrasikan berbagai sektor ke dalam pembangunan yang berkelanjutan.
Kemitraan antara BPS dengan pihak terkait, seperti kementerian, instansi daerah, dan organisasi masyarakat, menjadi kunci utama pelaksanaan yang sukses. "Setiap pelaku usaha, baik besar maupun kecil, berperan penting dalam membangun ekonomi nasional," tambah Sonny. Dengan pendekatan yang inklusif, Sensus Ekonomi di DIY diharapkan dapat mencakup semua aspek kehidupan ekonomi, termasuk usaha-usaha yang beroperasi di luar sistem formal. Hasil pendataan ini akan menjadi pedoman untuk pembangunan yang lebih berimbang dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.