Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Special Plan: Kotawaringin Timur jaring Duta UMKM perkuat promosi produk lokal

Published July 10, 2026 · Updated July 10, 2026 · By David Garcia

Special Plan: Kotawaringin Timur Jaring Duta UMKM

Special Plan - Kabupaten Kotawaringin Timur di Kalimantan Tengah resmi meluncurkan program unggulan yang dikenal sebagai Special Plan untuk menjaring calon Duta UMKM tahun 2026. Program ini menjadi inisiatif strategis pemerintah daerah dalam memperkuat pembinaan sekaligus memperluas jangkauan promosi bagi produk-produk lokal. Melalui Special Plan, diharapkan dapat tercipta sinergi yang lebih efektif antara pemerintah dan pelaku usaha kecil serta menengah di wilayah tersebut.

Visi dan Misi Program Duta UMKM

Muslih, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kotawaringin Timur, menjelaskan bahwa program Special Plan ini merupakan wujud nyata dari kepanjangan tangan pemerintah daerah. Menurutnya, pemilihan Duta UMKM ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di wilayah Kotim dan menjadi bagian integral dari strategi Special Plan pemerintah dalam menghadirkan pendamping yang mampu membantu pelaku usaha sekaligus meningkatkan daya saing UMKM secara keseluruhan.

«Kami di sini hadir sebagai kepanjangan tangan pemerintah daerah dalam rangka mewujudkan pembinaan terhadap UMKM. Pemilihan Duta UMKM ini pertama kali dilaksanakan di Kotim sebagai bagian dari Special Plan yang kami gelarkan.»

Dari ajang seleksi yang telah berlangsung, terpilih enam orang Duta UMKM yang akan menjadi mitra DKUKMPP dalam membantu pelaku usaha. Fokus utama bantuan yang diberikan mencakup aspek promosi, pemasaran, serta penguatan citra produk lokal agar lebih dikenal masyarakat luas. Keberadaan Duta UMKM tidak hanya berhenti pada proses seleksi saja, melainkan berlanjut dengan pembinaan bertahap melalui berbagai pelatihan yang melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika serta narasumber lain yang memiliki kompetensi di bidang pemasaran digital, komunikasi publik, dan pengembangan usaha.

Kolaborasi Strategis dalam Special Plan

Langkah ini juga menjadi solusi cerdas di tengah keterbatasan anggaran pemerintah akibat kebijakan efisiensi yang sedang diterapkan. Pihak DKUKMPP berupaya membangun kolaborasi dengan perusahaan maupun instansi lain untuk mendukung pelaksanaan pelatihan dan pemberdayaan UMKM secara berkelanjutan melalui Special Plan. Program ini dirancang agar dapat berjalan efektif tanpa bergantung sepenuhnya pada anggaran pemerintah.

«Kami berinovasi dengan menggandeng pihak ketiga, baik perusahaan maupun instansi lain, melakukan pembinaan dan pelatihan kepada UMKM. Nantinya Duta UMKM inilah yang mendampingi kami dalam program-program pembinaan tersebut melalui Special Plan.»

Muslih menilai bahwa pola pemasaran telah mengalami perubahan signifikan seiring perkembangan teknologi. Pelaku usaha tidak lagi dapat mengandalkan metode penjualan konvensional semata. Pemanfaatan media sosial menjadi salah satu kunci agar produk UMKM lebih dikenal masyarakat dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Ia menekankan bahwa sekarang kita tidak bisa lagi berjualan dengan cara tradisional. Kita harus memanfaatkan media sosial agar produk bisa viral, tersebar lebih luas dan mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar melalui strategi yang terencana.

Profil dan Proses Seleksi Peserta

Pemilihan Duta UMKM 2026 melalui Special Plan terbuka bagi masyarakat berusia 17 hingga 30 tahun. Peserta berasal dari beragam latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, aparatur sipil negara, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), hingga masyarakat umum. Target peserta sebanyak 15 orang berhasil terpenuhi meski proses penjaringan sempat terkendala masa libur sekolah. Dari jumlah tersebut dipilih enam orang Duta UMKM yang memiliki bidang tugas berbeda sesuai kompetensi masing-masing.

Dalam proses seleksi, panitia mengutamakan peserta yang memiliki kemampuan berbicara di depan umum (public speaking), komunikasi yang baik, serta pengetahuan dasar mengenai teknologi informasi. Kompetensi tersebut dinilai menjadi modal penting sebelum para peserta mendapatkan pelatihan lanjutan. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk berkontribusi, tetapi juga membangun kapasitas mereka dalam mempromosikan produk lokal secara profesional dan efektif melalui Special Plan yang telah dirancang dengan matang.