Topics Covered: Papua Barat siapkan 38 dapur bagi konsumsi kontingen Pesparawi XIV
Papua Barat Siapkan 38 Dapur untuk Konsumsi Kontingen Pesparawi XIV
Persiapan Makanan untuk Keperluan Ratusan Peserta
Topics Covered - Manokwari menjadi pusat perhatian dalam rangkaian persiapan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV, dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) provinsi tersebut mengambil peran penting dalam menyediakan 38 dapur khusus. Tujuan utama dari inisiatif ini adalah memastikan kebutuhan konsumsi setiap kontingen dari 38 provinsi yang akan mengikuti ajang musim panas tersebut dapat terpenuhi secara optimal. Dalam wawancara bersama media, Sekretaris Tim PKK Papua Barat, Srie Wanenda, menjelaskan bahwa pihaknya telah membangun sistem distribusi makanan yang terorganisir sejak jauh hari sebelum acara dimulai.
“Kami sudah melakukan pertemuan teknis dengan semua penyedia dapur agar distribusi bahan baku dan menu bisa diatur sesuai kebutuhan masing-masing kontingen,” ungkap Srie Wanenda.
Sesi konsumsi ini melibatkan kerja sama antara PKK dengan berbagai instansi terkait, termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Manokwari, Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Papua Barat, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK), serta Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten setempat. Keterlibatan institusi tersebut diharapkan bisa menjamin kualitas pangan yang aman serta konsistensi distribusi makanan sesuai jadwal kegiatan. “Keamanan pangan menjadi prioritas utama, sehingga setiap hari makanan diuji laboratorium BPOM sebelum diberikan kepada kontingen,” tambahnya.
Kelompok Dapur Berdasarkan Ketersediaan Bahan Baku
Penyediaan makanan terbagi dalam dua kelompok, dengan perbedaan menu harian untuk masing-masing kelompok. Srie Wanenda menjelaskan bahwa pembagian ini dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan bahan baku yang tersedia. Dapur nomor 1 hingga 19 termasuk dalam kelompok pertama, sedangkan dapur 20 sampai 38 berada di kelompok kedua. Meski menu harian antara kedua kelompok berbeda, setiap porsi tetap dirancang oleh Persagi sebagai pelaku utama dalam pengembangan nutrisi.
“Menu setiap hari dibuat oleh Persagi, namun kami memastikan distribusi sesuai jadwal agar peserta dan ofisial bisa mengikuti seluruh rangkaian perlombaan dengan tenang,” katanya.
Dapur-dapur ini bertugas melayani satu kontingen per dapur, sehingga proses penyediaan dan distribusi bisa dilakukan secara terpadu. Kebijakan ini tidak hanya memudahkan koordinasi antara panitia dengan penyedia makanan, tetapi juga meminimalkan risiko pengiriman yang terlambat. Srie Wanenda menekankan bahwa pengaturan ini adalah bagian dari upaya menyelenggarakan acara dengan lancar, mengingat Pesparawi XIV diharapkan menampung ribuan peserta dan pengurus dari seluruh Indonesia.
Jadwal Terstruktur untuk Kebutuhan Setiap Hari
Agar seluruh kontingen dapat menjaga stamina selama kegiatan, pihak penyelenggara telah menetapkan jadwal distribusi makanan yang jelas. Dapur-dapur ini melakukan pengiriman makanan pagi mulai pukul 06.30 hingga 07.00 WIT, snack pagi diatur hingga pukul 09.00 WIT. Makan siang harus tersedia di lokasi sebelum pukul 12.00 WIT, sementara snack sore terbuka hingga 15.00 WIT. Makan malam dibagikan pukul 18.00 WIT, menjelang hari pertama penyelenggaraan kegiatan.
“Kontingen diberi makanan tiga kali sehari, yaitu pagi, siang, dan malam, dengan snack tambahan hanya di pagi dan sore hari,” ujarnya.
Pengaturan jadwal ini dirancang agar para peserta dan pengurus dapat mengikuti kegiatan tanpa mengalami kekurangan energi. Srie Wanenda menjelaskan bahwa sistem ini dirancang sedemikian rupa untuk menjaga konsistensi pasokan, terutama di tengah kemungkinan terjadinya hambatan logistik. “Kami memastikan setiap waktu makan sudah siap, termasuk untuk kontingen yang baru tiba di Manokwari,” tambahnya.
Kontingen yang Sudah Tiba di Manokwari
Kontingen dari beberapa provinsi telah memasuki Manokwari sebelum tanggal 18 Juni 2026, yaitu hari pertama distribusi konsumsi yang diatur oleh Tim PKK. Daerah yang sudah mengirimkan peserta meliputi Sulawesi Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Aceh, Sumatera Utara, Jawa Timur, Papua Barat Daya, dan Sulawesi Barat. Sementara kontingen dari Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Jambi, serta Gorontalo akan tiba pada Kamis (18/6), hari pertama kegiatan. Dapur-dapur yang disediakan ditempatkan di lokasi strategis untuk memudahkan akses para peserta.
Upaya Memastikan Kualitas dan Keamanan Pangan
Selain jadwal distribusi, Tim PKK juga memastikan bahwa kualitas dan keamanan pangan terjaga. Hal ini dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium BPOM terhadap sampel menu setiap hari, serta kolaborasi dengan Badan Kesehatan. “Proses ini bisa mengidentifikasi potensi kontaminasi atau masalah nutrisi sebelum makanan diserahkan kepada kontingen,” jelas Srie Wanenda.
Dengan sistem ini, panitia berharap dapat meminimalkan risiko kekurangan makanan atau makanan yang tidak memenuhi standar kesehatan. Srie Wanenda menambahkan bahwa penyelenggaraan Pesparawi XIV merupakan momen penting untuk menunjukkan kemampuan Papua Barat dalam melayani kebutuhan besar sekaligus mempromosikan kebersihan dan kesehatan dalam penyajian makanan. “Kami tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tapi juga menjaga kesehatan para peserta selama acara berlangsung,” tuturnya.
Hasil Kesiapan dan Harapan untuk Kesuksesan Acara
Persiapan ini dianggap sebagai salah satu aspek kritis dalam suksesnya Pesparawi XIV. Dengan adanya 38 dapur yang terkoordinasi, panitia dapat menjamin kebutuhan makanan untuk seluruh kontingen selama 10 hari kegiatan. Srie Wanenda menekankan bahwa ini adalah bentuk komitmen untuk menyediakan fasilitas terbaik bagi peserta, termasuk dalam memenuhi aspek kesehatan dan gizi. “Kami berharap sistem ini bisa menjadi contoh terbaik dalam penyelenggaraan acara serupa di masa depan,” pungkasnya.
Dengan melibatkan berbagai instansi, peserta akan merasakan layanan yang terstruktur, aman, dan terpercaya. Pengaturan dapur juga memungkinkan respons cepat terhadap kebutuhan khusus, seperti variasi menu untuk penyandang disabilitas atau alergi. Hal ini menunjukkan komitmen PKK Papua Barat untuk menjaga keberlanjutan dan kualitas penyelenggaraan acara musim panas yang digelar di Manokwari. Dengan upaya yang matang, Tim PKK berharap bisa menghadirkan pengalaman peserta yang menyenangkan sekaligus membuktikan kemampuan daerah dalam menyambut kegiatan nasional.