Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Ketua Parlemen Lebanon: Hizbullah siap gencatan senjata

Published June 1, 2026 · Updated June 1, 2026 · By Joseph Wilson

Ketua Parlemen Lebanon: Hizbullah Siap Gencatan Senjata

Ketua Parlemen Lebanon - Beirut, 31 Mei - Pemimpin Parlemen Lebanon Nabih Berri menyatakan bahwa Hizbullah bersedia mengakhiri perang saudara dengan Israel melalui gencatan senjata yang menyeluruh dan segera. Hal ini diungkapkan dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh Kantor Berita Nasional Lebanon. Berri menekankan bahwa langkah ini merupakan upaya untuk menciptakan kondisi perdamaian yang stabil, sekaligus mengajukan tuntutan kepada Israel agar menghentikan operasi militer mereka di wilayah Lebanon.

Permintaan Jaminan Nyata

Dalam pidatonya, Berri menyebut bahwa konflik antara Hizbullah dan Israel tidak lagi berkutat pada sikap kelompok perlawanan terhadap gencatan senjata, melainkan pada terusnya serangan militer oleh Israel. Menurutnya, tindakan tersebut telah mengakibatkan puluhan ribu warga sipil Lebanon terpaksa mengungsi dan merusak rumah serta desa di berbagai daerah. "Setiap upaya meredakan eskalasi konflik harus didahului oleh jaminan nyata yang memaksa Israel menghentikan semua serangan mereka," ujarnya.

"Konflik ini terus berlanjut karena Israel belum berhenti dalam operasi militer mereka, yang berdampak besar pada kehidupan rakyat Lebanon," kata Berri.

Permintaan gencatan senjata ini muncul dalam konteks eskalasi militer yang terjadi di wilayah selatan Lebanon. Menurut Berri, Israel menganggap operasi mereka sebagai keharusan untuk mengalahkan Hizbullah, yang sejak lama menjadi kelompok penggerak utama perlawanan terhadap invasi asing. Namun, untuk menjamin keberhasilan gencatan senjata, ia menegaskan bahwa pihak Israel harus memberikan janji jelas untuk berhenti menghancurkan infrastruktur dan menggangu keamanan warga Lebanon.

Jejak Sejarah Perang Saudara

Perang saudara antara Hizbullah dan Israel telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir, dengan serangan-serangan rutin dilakukan oleh Israel ke wilayah selatan Lebanon. Berri menyoroti bahwa Hizbullah telah menunjukkan keberanian dalam menghadapi ancaman militer tersebut, tetapi juga menekankan bahwa kelompok tersebut tidak menolak perdamaian jika kondisi keamanan dan keadilan bisa tercapai. "Kami tidak menginginkan perang, tapi kami harus bertahan untuk menjaga keamanan rakyat kami," tambahnya.

Sebelumnya, Hizbullah kerap menyampaikan keinginan untuk mencapai kesepakatan damai dengan Israel, terutama setelah penegakan rezim konsensus antarpartai di Lebanon. Namun, serangan Israel yang terus-menerus mengubah suasana politik dan militer, mengharuskan Hizbullah memperkuat posisi mereka sebagai bagian dari pemerintahan Lebanon. Berri menegaskan bahwa keberadaan Hizbullah di parlemen memberikan kredibilitas politik kepada upaya gencatan senjata yang diusulkan.

Eksplorasi Solusi Politik

Berri menyarankan bahwa gencatan senjata hanya akan efektif jika diiringi upaya diplomatik untuk membangun hubungan antara kedua belah pihak. Ia menekankan pentingnya dialog yang melibatkan semua pihak terkait, termasuk pemerintah Lebanon, Hizbullah, serta Israel. "Kami percaya bahwa dengan kesadaran politik yang memadai, kesepakatan bisa tercapai," imbuhnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Hizbullah tetap berharap pada jalan damai, meskipun hingga kini masih terjadi pertempuran intens.

Konteks eskalasi militer Israel di wilayah selatan Lebanon juga menjadi perhatian berbagai pihak internasional. Berri menyoroti bahwa pertempuran terbaru mengakibatkan kerusakan besar di wilayah yang sebelumnya dianggap aman. "Serangan Israel telah menghancurkan infrastruktur vital, termasuk jalan raya dan tempat ibadah, yang berdampak langsung pada kehidupan rakyat," ujarnya. Ia menambahkan bahwa kebutuhan utama warga Lebanon adalah perlindungan diri dari ancaman militer yang tak kunjung berhenti.

"Kami menawarkan gencatan senjata jika Israel benar-benar menghentikan operasi militer mereka," tutur Berri.

Di sisi lain, pihak Israel mengklaim bahwa serangan mereka terhadap Lebanon adalah langkah yang diperlukan untuk memastikan keamanan wilayah mereka dari ancaman Hizbullah. Mereka menyebut bahwa operasi militer ini sudah memasuki tahap final untuk menggagalkan rencana kelompok perlawanan tersebut. "Kami harus melindungi keamanan rakyat Israel dari serangan terus-menerus Hizbullah," ujarnya, meski pernyataan ini dianggap oleh Berri sebagai alasan untuk melanjutkan konflik.

Sebagai ketua parlemen, Berri juga menyoroti peran penting dari pemerintah Lebanon dalam menyelesaikan konflik tersebut. Ia menekankan bahwa kebijakan pemerintah harus konsisten dalam mendukung gencatan senjata, termasuk memastikan kebutuhan warga sipil terpenuhi. "Kita tidak bisa memisahkan kebutuhan warga Lebanon dengan tuntutan mereka terhadap Israel," katanya. Selain itu, Berri meminta kepada pihak internasional untuk memberikan dukungan politik dan bantuan logistik bagi warga yang terkena dampak serangan militer.

Dengan peningkatan eskalasi militer di Lebanon selatan, berbagai kelompok politik dan militer mulai merumuskan strategi baru untuk menyelesaikan konflik. Berri menyarankan bahwa gencatan senjata harus menjadi jembatan untuk menciptakan dialog yang lebih luas antara Lebanon dan Israel. "Kami menantikan respons dari Israel yang jelas dan tegas," pungkasnya. Pernyataan ini memberikan harapan bahwa pertukaran kembali ke jalan damai bisa segera terwujud, meski tantangan masih banyak menghiasi proses negosiasi.

Apakah Janji Nyata Bisa Terpenuhi?

Sejumlah analis politik mengungkapkan bahwa janji nyata yang diminta Berri bisa menjadi tolak ukur dalam mengevaluasi keseriusan Israel dalam mencapai perdamaian. Mereka menilai bahwa penyelesaian konflik tidak hanya bergantung pada tindakan militer, tetapi juga pada komitmen diplomatik dan konsensus nasional. "Kami harus menunggu apakah Israel benar-benar siap untuk menghentikan operasi mereka, atau ini hanya upaya konservatif," kata salah satu pakar politik Lebanon.

Secara keseluruhan, pernyataan Berri menjadi isyarat penting bagi Lebanon dalam menjaga stabilitas politik dan sosial. Dengan gencatan senjata yang komprehensif, kelompok perlawanan bisa memperkuat posisi mereka dalam pemerintahan, sementara Lebanon bisa berfokus pada pemulihan ekonomi dan kehidupan normal warga. Namun, tantangan terbesar tetaplah keinginan Israel untuk melanjutkan operasi militer, yang menurut Berri harus dihentikan sebagai syarat utama untuk mencapai gencatan senjata.