Latest Program: Pemkab Gunungkidul bangun 13 proyek strategis berbasis gotong royong
Latest Program: 13 Proyek Strategis Gotong Royong di Gunungkidul
Latest Program - Yogyakarta — Pemerintah Kabupaten Gunungkidul secara resmi meluncurkan serangkaian program pembangunan yang mengintegrasikan semangat gotong royong sebagai fondasi utama dalam pengembangan wilayah. Bersama masyarakat Kapanewon Playen, pemerintah daerah telah merancang 13 proyek strategis yang bertujuan mempercepat kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Langkah ini merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai Pancasila sekaligus strategi menghadapi keterbatasan anggaran daerah yang semakin meningkat.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan bahwa pendekatan gotong royong bukan hanya kegiatan seremonial belaka. Menurutnya, hal ini mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah dan warga dalam membangun daerah secara berkelanjutan. "Nilai ini merupakan warisan luhur Pancasila yang menjadi pembeda bangsa Indonesia di mata dunia," ujarnya dengan penuh keyakinan. Program ini menunjukkan komitmen nyata pemerintah daerah untuk melibatkan masyarakat dalam setiap tahap pembangunan.
Gotong Royong sebagai Solusi Keterbatasan Fiskal
Menurut Endah, semangat gotong royong menjadi salah satu solusi untuk mendukung pembangunan daerah di tengah keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah. "Keterbatasan fiskal jangan membuat kita berpangku tangan, kita harus memiliki spirit untuk menggali sumber daya alam dan pendapatan asli daerah melalui kegotongroyongan," katanya. Pendekatan ini memungkinkan pemerintah untuk melakukan pembangunan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada anggaran pusat maupun pinjaman daerah.
"Keterbatasan fiskal jangan membuat kita berpangku tangan, kita harus memiliki spirit untuk menggali sumber daya alam dan pendapatan asli daerah melalui kegotongroyongan," - Bupati Endah Subekti Kuntariningsih
Pemilihan lokasi pembangunan dilakukan berdasarkan skala prioritas kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah. Dengan ini secara resmi pencanangan kegiatan Gotong Royong Kapanewon Playen Tahun Anggaran 2026 dibuka," ujarnya. Setiap proyek dipilih dengan mempertimbangkan tingkat urgensi dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari.
Detail Proyek dan Fokus Pembangunan
Panewu Playen Irmawati Rahayu menjelaskan bahwa kegiatan gotong royong tahun ini didanai melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Kapanewon Playen dengan sasaran 13 titik pembangunan. "Program ini mencakup 13 titik pembangunan yang tersebar di berbagai kalurahan di wilayah Kapanewon Playen, dengan fokus utama pada jalur evakuasi bencana dan antisipasi kerawanan alam," ujarnya. Setiap proyek dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Salah satu proyek yang dikerjakan adalah pembangunan jalan beton full block sepanjang 112 meter di Kalurahan Banaran yang difungsikan sebagai jalur evakuasi bencana. Selain itu, dilakukan pemasangan bronjong kawat galvanis setinggi 8,5 meter di Kedung Wanglu, Kalurahan Banyusoco, sebagai upaya mengantisipasi longsor tebing. Kedua proyek ini menunjukkan perhatian serius terhadap keselamatan masyarakat dari bencana alam.
"Kemudian juga dibangun talud sepanjang 125 meter di Dusun Wiyoko Tengah, Kalurahan Plembutan, untuk mengantisipasi longsor yang mengancam badan jalan," katanya. Pembangunan talud ini sangat penting untuk menjaga stabilitas tanah dan mencegah kerusakan infrastruktur jalan yang dapat mengganggu mobilitas masyarakat.
Partisipasi Aktif Masyarakat
Irmawati menambahkan proyek lainnya meliputi pembangunan drainase, jalan beton, dan decker plate di Kalurahan Ngleri, Getas, Playen, Logandeng, Bandung, Gading, Bleberan, Dengok, Ngawu, dan Pleret. "Masyarakat Playen menyambut baik program tersebut dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaannya," ujarnya. Partisipasi masyarakat tidak hanya dalam bentuk tenaga kerja, tetapi juga dalam bentuk kontribusi finansial dan material.
Bahkan, lanjut dia, pembangunan jalan beton full block di Kalurahan Banaran yang semula direncanakan sepanjang 112 meter akan diperpanjang menjadi 312 meter melalui dukungan pendapatan asli kalurahan (PAD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan (APBKal). "Dalam rencana anggaran biaya (RAB), pembangunan jalan hanya sepanjang 112 meter kemudian melalui dukungan PAD dan APBKal, pemerintah kalurahan menargetkan penyelesaiannya hingga 312 meter," katanya. Ekspansi proyek ini menunjukkan semangat gotong royong yang kuat dari seluruh elemen masyarakat.
Program ini menunjukkan bagaimana gotong royong tidak hanya menjadi konsep abstrak, tetapi juga praktik nyata yang menghasilkan dampak konkret bagi masyarakat. Dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, pembangunan infrastruktur menjadi lebih efisien dan berkelanjutan. Melalui Latest Program ini, Kabupaten Gunungkidul membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat menghasilkan pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik.