Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Meeting Results: Mentan: Pembangunan 100 gudang Bulog usia simpan beras hingga 2 tahun

Published June 11, 2026 · Updated June 11, 2026 · By David Garcia

Mentan: Pembangunan 100 Gudang Bulog Usia Simpan Beras Hingga 2 Tahun

Meeting Results - Dalam upaya meningkatkan sistem penyimpanan pangan nasional, Kepala Badan Pangan Nasional yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan rencana pembangunan 100 gudang baru milik Perum Bulog. Gudang-gudang ini dirancang untuk memberikan usia simpan minimal dua tahun bagi beras, yang menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat cadangan pangan nasional. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Amran saat Rapat Kerja Komisi IV DPR RI di Jakarta, Rabu. Menurutnya, proyek ini telah mendapatkan persetujuan pemerintah dengan anggaran sekitar Rp5 triliun sebagai bagian dari perbaikan infrastruktur logistik pangan.

"Memang ada bangun gudang (baru untuk Parum Bulog). Ini ada bangun gudang 100 titik, nilainya Rp5 triliun, sudah disetujui," ujar Amran. Ia menegaskan bahwa gudang-gudang modern yang tengah dibangun ini menggunakan teknologi dan fasilitas canggih yang mampu menjaga kualitas beras hingga tiga tahun. Ini berbeda dari metode penyimpanan tradisional yang saat ini masih sering digunakan, karena proses konvensional cenderung menyebabkan penurunan kualitas beras lebih cepat.

Penguatan Sistem Logistik Nasional

Pembangunan 100 gudang ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia. Dalam wawancara dengan media, Amran menyebutkan bahwa kehadiran gudang modern akan memberikan manfaat signifikan bagi keamanan stok pangan nasional. Selain itu, gudang-gudang tersebut diharapkan mampu mendukung stabilitas harga dan pasokan beras di berbagai daerah. Menurut data terbaru, stok cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 3,5 juta ton hingga awal Juni 2026. Dengan usia simpan yang lebih lama, pemerintah bisa memastikan pasokan beras tetap terjaga selama krisis atau keadaan darurat.

Komisi IV DPR RI: Kualitas Stok Harus Dijaga

Sebagai respons atas laporan bahwa beberapa gudang Bulog mengalami penurunan kualitas pada stok beras yang disimpan lebih dari satu tahun, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, menekankan perlunya upaya lebih baik dalam pengelolaan stok. Titiek menyatakan bahwa gudang-gudang yang sudah beroperasi sebelumnya perlu diawasi ketat agar beras tidak cepat rusak. Untuk itu, dia mengusulkan stok beras yang sudah mencapai usia lebih dari satu tahun dialihkan ke pakan ternak, sehingga kualitas pangan utama tetap terjaga.

Pembagian Lokasi dan Kapasitas Infrastruktur

Program ini akan menyebar ke 92 kabupaten di seluruh Indonesia, dengan total anggaran mencapai Rp5 triliun. Anggaran tersebut terdiri dari Rp4,4 triliun untuk membangun infrastruktur utama, seperti gudang penyimpanan, silo gabah, dan silo jagung, serta Rp560 miliar untuk pengadaan mekanisasi, otomatisasi, dan sistem teknologi informasi. Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, menyampaikan bahwa seluruh tahapan proyek sudah dipersiapkan matang agar pembangunan bisa tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

"Penugasan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem logistik dan ketahanan pangan nasional," ujar Rizal di Jakarta, Kamis (2/4). Ia menegaskan bahwa BUMN Karya akan melaksanakan pekerjaan fisik sesuai ketentuan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2026, yang mengatur pembangunan 100 titik infrastruktur pascapanen di seluruh Indonesia.

Pembangunan infrastruktur ini tidak hanya fokus pada gudang penyimpanan beras, tetapi juga mencakup unit-unit pendukung seperti dryer beras, Rice Milling Unit (RMU), dan sentra pengolahan. Dengan adanya fasilitas modern ini, proses penggilingan beras, pengeringan, dan pengemasan bisa lebih efisien. Rizal menyebutkan bahwa lokasi gudang akan dipilih berdasarkan hasil uji kelayakan teknis, seperti analisis tanah, kemiringan lahan, serta aksesibilitas jalan. Hal ini dilakukan untuk memastikan mobilisasi logistik berjalan lancar, bahkan dalam kondisi cuaca ekstrem.

Dalam rencana tersebut, gudang-gudang akan diprioritaskan di sentra produksi pangan seperti Lampung, Jawa, dan Sulawesi Selatan. Wilayah-wilayah tersebut menjadi fokus utama karena memiliki potensi produksi besar. Sementara itu, daerah kepulauan seperti Natuna, Rote, dan Tidore akan difokuskan pada pembangunan gudang penyimpanan untuk menjaga stabilitas pasokan pangan selama musim kemarau atau banjir. Kebutuhan penyimpanan pada wilayah pulau-pulau kecil ini krusial, karena logistik bisa terganggu saat cuaca ekstrem.

Rizal juga menegaskan bahwa pihaknya telah memastikan pengelolaan proyek dilakukan secara profesional dan akuntabel. Dengan pendekatan terukur, seluruh unit infrastruktur diharapkan bisa memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat rantai pasokan bahan pangan. Selain itu, sistem teknologi informasi yang disematkan dalam proyek ini diharapkan bisa meminimalkan risiko pemborosan atau kerusakan stok selama penyimpanan. Proyek ini juga menjadi langkah untuk meningkatkan transparansi dalam manajemen cadangan pangan nasional.

Keuntungan Teknologi Modern

Menurut Amran, teknologi canggih yang digunakan dalam gudang-gudang baru ini mampu menjaga kualitas beras hingga tiga tahun tanpa mengurangi nilai nutrisinya secara signifikan. Ini berbeda dari metode penyimpanan tradisional yang seringkali menyebabkan kerusakan akibat hama, kelembapan, atau paparan udara yang tidak stabil. Kehadiran gudang modern diharapkan tidak hanya memperpanjang masa simpan beras, tetapi juga mempercepat distribusi ke daerah-daerah yang membutuhkan.

Amran menambahkan bahwa pembangunan ini menjadi solusi untuk mengatasi tantangan dalam menyimpan beras secara optimal. "Sedang dibangun dan ini gudangnya (usia simpan stok cadangan pangan pemerintah) bisa bertahan dua tahun minimal, bisa tiga tahun berasnya," tutur Amran dalam wawancara. Ia menekankan bahwa gudang-gudang tersebut akan menjadi "pilar" dalam sistem penyimpanan cadangan pangan nasional, sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat saat terjadi fluktuasi produksi atau permintaan.

Dengan adanya gudang-gudang modern ini, keamanan stok pangan di Indonesia diharapkan bisa terjaga lebih baik. Kebutuhan akan beras sebagai makanan pokok masyarakat akan terpenuhi, terutama di daerah-daerah yang memiliki akses logistik terbatas. Selain itu, stabilitas harga beras juga diprediksi akan meningkat, karena