Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

New Policy: Pemprov Sulut sebut KEK Bitung perlu ekosistem kemudahan berusaha

Published June 11, 2026 · Updated June 11, 2026 · By Matthew Taylor

Pemprov Sulut Sebut KEK Bitung Butuh Ekosistem Kemudahan Berusaha

Kawasan Ekonomi Khusus Manado Tengah Jadi Fokus Percepatan Pertumbuhan Ekonomi

New Policy - Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, Pemprov Sulawesi Utara menekankan pentingnya lingkungan usaha yang mendukung keberhasilan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Setdaprov Sulut, Denny Mangala, mengatakan KEK Bitung berperan sebagai penggerak industri dan logistik di wilayah tersebut. Dengan adanya KEK Pariwisata Likupang sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) nasional, keberadaan keduanya dianggap sebagai fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"KEK Bitung sebagai motor industri dan logistik, berdampingan dengan KEK Pariwisata Likupang sebagai DPSP nasional, menjadi pilar utama akselerasi pertumbuhan ekonomi kita," ujar Denny Mangala di Manado, Kamis.

Denny menjelaskan bahwa potensi alam dan lokasi geografis Sulawesi Utara tidak akan optimal tanpa dukungan ekosistem kemudahan berusaha yang responsif dan adaptif. Keberhasilan pengembangan kawasan ekonomi khusus, menurutnya, bergantung pada kepastian hukum, serta kecepatan dan fleksibilitas layanan administrasi. "Kemudahan dalam proses perizinan dan birokrasi adalah kunci utama untuk menarik investasi global," tambahnya.

Menurut Denny, langkah kebijakan Ultima I'm Sez yang diinisiasi oleh Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sulut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mempercepat pemanfaatan KEK. Layanan ini dirancang untuk mempermudah proses visa dan izin tinggal bagi investor serta tenaga kerja asing. "Dengan adanya layanan terintegrasi ini, kita tidak hanya mengurangi hambatan birokrasi, tetapi juga membangun kepercayaan internasional dalam menanamkan modalnya di Sulawesi Utara," tuturnya.

Kebijakan Ultima I'm Sez, yang merupakan inisiatif keimigrasian khusus, diluncurkan oleh Ditjen Imigrasi untuk mendukung pengembangan KEK Bitung dan Likupang. Denny menekankan perlunya kolaborasi antarinstansi, seperti DPMPTSP, Dinas Perindag, dan Dinas Tenaga Kerja, agar program tersebut berjalan efektif. "Sinergi lintas sektoral adalah harga mutlak dalam mewujudkan keberhasilan implementasi layanan ini," harapnya.

Kawasan Ekonomi Khusus Bitung, yang ditetapkan melalui PP Nomor 32 Tahun 2014, saat ini menjadi pusat industri pengolahan dan logistik di Indonesia Timur. Meski pengembangan kawasan ini telah menunjukkan peningkatan investasi, beberapa tantangan tetap dihadapi, seperti percepatan penyerapan tenaga kerja dan ketersediaan infrastruktur. Saat diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 1 April 2019, KEK Bitung ditargetkan menyerap sekitar 34.710 tenaga kerja dan menarik investasi sekitar Rp35,2 triliun.

Menurut data ANTARA, hingga 2023, realisasi investasi KEK Bitung mencapai sekitar Rp1,7 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.154 orang. Namun, Pemprov Sulut menyebutkan bahwa hingga 2026, realisasi investasi telah naik menjadi Rp10,5 triliun, yang menunjukkan percepatan keberhasilan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. "Kita berharap KEK Bitung terus berkembang menjadi motor penggerak ekonomi Sulawesi Utara," ungkap Denny.

Kehadiran KEK Bitung diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi perekonomian daerah. Kawasan ini dikenal memiliki lokasi strategis di mana akses ke pelabuhan dan jalan raya memberikan keuntungan dalam distribusi barang. Pemerintah provinsi juga menyatakan bahwa keterlibatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menyediakan kemudahan layanan merupakan langkah penting untuk memperkuat ekosistem bisnis.

Denny menyoroti keberhasilan pengelolaan KEK Bitung dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengusaha. "Dengan dukungan yang tepat, kawasan ini bisa menjadi destinasi yang menarik bagi investor nasional maupun internasional," katanya. Ia juga menyebutkan bahwa ekosistem yang solid akan meningkatkan daya saing Sulawesi Utara di tingkat nasional dan global.

Di sisi lain, KEK Likupang yang fokus pada pariwisata juga dinilai berkontribusi signifikan dalam perekonomian daerah. Sebagai DPSP nasional, kawasan ini diharapkan dapat menarik pengunjung dari berbagai daerah, sekaligus menjadi tempat beroperasi bagi sektor wisata yang berkembang pesat. Denny meminta seluruh pihak untuk terus bekerja sama dan memastikan keberlanjutan proyek ini.

Ultima I'm Sez menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah berusaha mendorong kemudahan berusaha melalui inovasi. Dengan pengurangan proses perizinan dan integrasi layanan keimigrasian, kawasan ekonomi khusus diharapkan mampu menjadi tempat berinvestasi yang menarik. "Ini bukan hanya tentang mempermudah administrasi, tetapi juga membangun hubungan kepercayaan antara pemerintah dan investor," pungkas Denny.

Pengembangan KEK Bitung dan Likupang tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan menciptakan lapangan kerja dan menarik investasi, kawasan ini berpotensi mengubah wajah industri dan pariwisata Sulawesi Utara. "Kita harus terus memperbaiki sistem dan meningkatkan pelayanan agar daya tarik KEK tetap terjaga," tambahnya.