Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Polrestabes Makassar perketat pintu masuk narkoba di Sulsel

Published October 11, 2026 · Updated October 11, 2026 · By Richard Wilson - fukushimask.com

Foto : Richard Wilson - fukushimask.com

Pengawasan Jalur Masuk Narkoba di Sulawesi Selatan Diperketat

Fukushimask.com – Polrestabes Makassar meningkatkan pengawasan terhadap sejumlah jalur yang diduga berpotensi digunakan untuk memasukkan narkoba ke Sulawesi Selatan. Fokus pengamanan mencakup area pelabuhan, wilayah transit di Makassar, hingga pulau-pulau kecil terluar yang beririsan dengan wilayah administrasi Kota Makassar.

Langkah tersebut diperkuat setelah penggerebekan di Kampung Borta, Kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo, Makassar, pada Sabtu (10/9). Dalam operasi itu, polisi mengamankan ratusan orang yang diduga terlibat penggunaan narkoba serta tiga orang yang diduga berperan sebagai bandar dengan inisial P, A, dan W.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menyatakan pengawasan terpadu bersama Pemerintah Kota Makassar diperlukan untuk memutus jalur pasokan barang terlarang sebelum beredar di masyarakat. Wilayah pulau terluar menjadi perhatian karena posisinya dapat dimanfaatkan sebagai titik transit menuju Makassar maupun pelabuhan.

“Kemarin, Bapak Kapolda sudah berupaya untuk mengantisipasi, berbicara dengan Pak Wali Kota untuk mengupayakan pulau-pulau terluar dari Sulawesi Selatan (diperketat), yang masuk transit wilayah Makassar dan Pelabuhan,” katanya.

Koordinasi Polisi dan Pemerintah Kota

Penguatan pengawasan ini merupakan tindak lanjut komunikasi Kapolda Sulsel dengan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. Aparat kepolisian dan pemerintah daerah akan bekerja bersama untuk mempersempit ruang gerak jaringan pengedar, terutama pada akses yang dinilai rawan menjadi pintu masuk narkoba.

Pemeriksaan akan dilakukan secara berulang dan berkelanjutan. Tujuannya bukan hanya menemukan narkoba yang telah masuk, melainkan mencegah distribusi sejak berada di jalur awal. Pendekatan tersebut menempatkan pengawasan kawasan pesisir, pelabuhan, dan wilayah transit sebagai bagian penting dari upaya pemberantasan narkotika.

“Ini akan dilakukan pengecekan secara simultan dan terus-menerus, agar tidak ada narkoba yang masuk dari sana. Ini kita akan lakukan pencegahan,” ujar Arya.

Dalam konteks penanganan peredaran narkoba, pengamanan titik masuk menjadi penting karena jaringan dapat bergerak melalui berbagai rute sebelum barang sampai kepada pengguna. Pemeriksaan yang konsisten juga diharapkan dapat membantu aparat mengidentifikasi pola pergerakan, pihak yang terlibat, dan kemungkinan lokasi penyimpanan sementara.

Penyidik Telusuri Jaringan Pemasok

Penyidik masih mendalami asal pasokan yang terkait dengan tiga terduga bandar yang diamankan di Kampung Borta. Proses ini diarahkan untuk mengungkap mata rantai yang lebih luas, termasuk kemungkinan hubungan dengan jaringan dari luar daerah maupun luar negeri.

Sejumlah pengungkapan kasus narkoba di Makassar sebelumnya menunjukkan adanya jaringan yang diduga mendapatkan pasokan dari Malaysia. Barang tersebut disebut masuk melalui Pulau Kalimantan sebelum diedarkan ke Sulawesi Selatan dan wilayah lain. Informasi itu menjadi salah satu alasan perlunya pengawasan lintas wilayah yang lebih ketat.

Polisi juga mendalami isu mengenai kemungkinan tawuran antarkelompok digunakan sebagai pengalihan perhatian ketika narkoba masuk atau dipindahkan dari suatu lokasi. Arya menegaskan dugaan itu belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pengintaian serta pendalaman intelijen.

“Jadi, kejadian-kejadian tawuran yang ada di sekitar sana memang selalu diisukan kalau ada barang masuk, gitu yah. Terus, ada tawuran untuk pengalihan isu. Nah ini masih kita dalami kaitan antara tawuran dengan masuknya narkoba di sana,” ujarnya.

Ia membenarkan bahwa isu tersebut beredar di masyarakat. Namun, kepolisian tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum seluruh informasi diuji melalui penyelidikan. Pengungkapan di Kampung Borta diharapkan turut meredakan berbagai tindakan negatif, termasuk potensi tawuran di kawasan tersebut.

“Memang isunya begitu. Tapi, mudah-mudahan dengan adanya penggerebekan kali ini itu juga meredakan tindakan-tindakan negatif yang ada di sana, tawuran dari sana kita bisa meredakannya,” paparnya.

Operasi Diperluas hingga Toraja

Direktur Ditresnarkoba Polda Sulsel Kombes Pol Sugeng Sudarso menyebut penindakan terhadap lokasi yang diduga menjadi pusat peredaran narkoba sejalan dengan instruksi presiden dan Kapolri. Sasaran utamanya adalah mendorong Makassar serta daerah lain di Sulawesi Selatan menjadi wilayah yang bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Operasi penertiban tidak hanya dilakukan di Makassar. Di Toraja, aparat juga menggelar penggerebekan di sejumlah lokasi yang diduga terkait peredaran narkoba. Sebanyak 57 orang diamankan dari beberapa tempat hiburan malam di Toraja Utara serta sejumlah titik di Tana Toraja.

Untuk penggerebekan di kawasan Borta, polisi sebelumnya mengamankan 104 orang. Dari pemeriksaan urine, enam orang dinyatakan negatif, sedangkan sisanya menunjukkan hasil positif. Temuan ini memperlihatkan bahwa penanganan narkoba tidak berhenti pada penangkapan bandar, tetapi juga mencakup penelusuran pengguna dan jaringan distribusi di tingkat lingkungan.

Dari pengakuan yang diperoleh aparat, sabu seberat satu gram dipasarkan dengan harga sekitar Rp1 jutaan. Nilai tersebut memperlihatkan besarnya keuntungan yang dapat diperoleh jaringan pengedar, sekaligus menjelaskan mengapa jalur distribusi dan tempat penjualan perlu terus diawasi.

Ancaman Hukuman Berat

Pelaku yang terbukti terlibat dapat dijerat Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 609 KUHP. Ancaman pidananya mencakup penjara seumur hidup atau hukuman penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun.

Selain pidana badan, ketentuan tersebut juga memuat denda dengan nilai minimum Rp1 miliar hingga maksimum Rp10 miliar. Proses hukum terhadap para pihak yang diamankan tetap bergantung pada hasil penyidikan, pemeriksaan barang bukti, serta pembuktian di pengadilan.

Pengawasan pada pulau-pulau terluar, pelabuhan, dan jalur transit diharapkan dapat memperkuat pencegahan sejak awal. Bagi masyarakat, kewaspadaan terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar juga menjadi bagian penting dalam menekan peredaran narkoba dan dampak sosial yang menyertainya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Polrestabes Makassar perketat pintu masuk narkoba?

Polrestabes Makassar perketat pintu masuk narkoba is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Polrestabes Makassar perketat pintu masuk narkoba matter?

Polrestabes Makassar perketat pintu masuk narkoba matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.