Selebgram Julia Prastini jalani rehabilitasi usai tertangkap polisi
Julia Prastini Akan Jalani Rehabilitasi dalam Kasus Vape Mengandung Etomidate
Fukushimask.com – Selebgram Julia Prastini, yang dikenal sebagai Jule, akan menjalani proses asesmen dan rehabilitasi setelah diamankan dalam pengungkapan dugaan penyalahgunaan cairan vape yang mengandung etomidate. Kepolisian menempatkan Jule sebagai pengguna sekaligus korban penyalahgunaan narkotika, sehingga tidak dilakukan penahanan dalam perkara tersebut.
Penanganan terhadap Jule dilakukan melalui mekanisme restorative justice. Keputusan itu diambil setelah penyidik menelaah barang bukti, hasil pemeriksaan, serta rangkaian pendalaman yang dilakukan dalam kasus tersebut.
“Untuk selebgram, karena berdasarkan dari yang pertama barang buktinya yaitu cuma satu yang berisikan vape dan tiga itu habis pakai, dan juga berdasarkan dari interogasi, berdasarkan penyelidikan-penyelidikan yang lainnya, untuk status di kepolisian kami tetapkan sebagai restorative justice,” ujar Kasat Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta AKP Michael Kharisma.
Polisi menemukan satu vape berisi cairan terkait dari Jule, sementara tiga cartridge lain disebut telah digunakan. Temuan itu menjadi salah satu pertimbangan dalam menempatkan Jule sebagai pemakai, bukan sebagai bagian dari pihak yang mengedarkan barang tersebut.
Asesmen dan rehabilitasi melalui BNNP
Setelah proses pemeriksaan awal, Jule akan menjalani asesmen sebelum masuk tahap rehabilitasi. Pelaksanaan rehabilitasi nantinya diserahkan kepada Badan Narkotika Nasional Provinsi atau BNNP.
“Jadi Jule itu sebagai pemakai. Dan selanjutnya di-assessment dan kemudian akan nanti direhabilitas,” kata Michael.
Penetapan status korban penyalahgunaan narkotika membuat penanganan perkara terhadap Jule berbeda dengan tiga orang lain yang diamankan dalam pengungkapan jaringan ini. Proses rehabilitasi dimaksudkan sebagai bagian dari penanganan bagi pengguna, sementara penyidikan terhadap pihak yang diduga memasok dan mengedarkan vape berisi etomidate tetap berjalan.
Kasus ini juga memperlihatkan bahwa bentuk penyalahgunaan zat dapat muncul melalui produk yang digunakan secara praktis, termasuk perangkat rokok elektronik. Cartridge vape menjadi perhatian penyidik karena diduga berisi etomidate, zat yang ditemukan dalam barang bukti perkara tersebut.
Berawal dari penangkapan dua perempuan
Pengungkapan kasus bermula dari pengembangan yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Petugas lebih dulu menangkap dua perempuan berinisial RR dan RN di sebuah apartemen di Jakarta Barat.
Dari lokasi penangkapan, polisi mengamankan 27 cartridge vape yang berisi etomidate. Penyidik juga menemukan jejak transaksi dan bukti pengiriman yang mengarah kepada seorang selebgram. Temuan itu kemudian membawa petugas untuk mengamankan Jule di sebuah apartemen di Jakarta Selatan pada Senin, 14 September.
“Yang pertama kali ditangkap itu adalah inisial dari RR dan RN, dua perempuan tersebut. Lalu ketika kita melakukan penangkapan, di situ terdapat transaksi maupun bukti pengiriman kepada seorang selebgram,” paparnya.
Pendalaman berikutnya mengarah kepada keterlibatan warga negara asing asal China berinisial XC. Polisi lalu mengamankan XC, yang diduga berperan sebagai bandar utama dalam jaringan tersebut.
Dari tangan XC, penyidik menyita tambahan 71 pieces vape berisi etomidate dengan model yang sama. Barang bukti ini menambah jumlah vape yang ditemukan dalam rangkaian pengungkapan perkara dan memperkuat dugaan adanya distribusi cartridge kepada sejumlah pihak.
Tiga orang menjadi tersangka
Total empat orang diamankan dalam kasus tersebut. RR dan RN ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menjadi pemasok, sementara XC juga berstatus tersangka dan diduga sebagai bandar utama jaringan peredaran narkotika itu.
Jule tidak masuk dalam kelompok tersangka. Kepolisian memosisikannya sebagai pengguna atau korban, dengan tindak lanjut berupa asesmen dan rehabilitasi. Perbedaan status ini menunjukkan pemisahan penanganan antara pihak yang diduga terlibat dalam rantai peredaran dan pihak yang menggunakan barang tersebut.
Jaringan ini diketahui mulai beroperasi sejak Juli. Keuntungan yang diperoleh disebut mencapai sekitar Rp700.000 untuk setiap cartridge. Pola pemasarannya dilakukan melalui jaringan pertemanan dan penyebaran informasi dari mulut ke mulut.
“Diketahui mereka beroperasi sejak bulan Juli dengan keuntungan mencapai sekitar Rp700.000 per cartridge. Pemasaran barang haram ini dilakukan melalui sistem pertemanan dari mulut ke mulut,” kata Michael.
Metode pemasaran seperti itu membuat transaksi tidak selalu berlangsung secara terbuka. Dalam perkara ini, bukti transaksi dan pengiriman menjadi bagian penting dalam pengembangan penyidikan dari penangkapan awal hingga pengamanan para pihak yang diduga terkait.
Penanganan kasus tersebut kini mencakup dua jalur: proses hukum terhadap RR, RN, dan XC sebagai tersangka, serta rehabilitasi bagi Jule sebagai pengguna. Polisi masih menempatkan barang bukti vape dan cartridge yang disita sebagai bagian dari penyidikan jaringan peredaran etomidate.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Selebgram Julia Prastini jalani rehabilitasi usai?Selebgram Julia Prastini jalani rehabilitasi usai is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Selebgram Julia Prastini jalani rehabilitasi usai matter?Selebgram Julia Prastini jalani rehabilitasi usai matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.