Special Plan: Kapolri serukan jaga persatuan dan kesatuan dalam acara Diklatsarnas
Kapolri Serukan Pentingnya Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Acara Penutupan Diklatsarnas
Special Plan - Acara penutupan pendidikan latihan dasar nasional (Diklatsarnas) Komando Pusat Brigade Persatuan Islam (Persis) berlangsung di Satlat Brimob Cikeas, Bogor, Senin. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo hadir dalam event tersebut untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya mempertahankan nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa. Dikutip dari keterangan resmi, mantan kepala Kepolisian Daerah Jakarta Raya ini mengungkapkan bahwa kekompakan antar komponen masyarakat merupakan fondasi penting dalam mendorong keberhasilan berbagai program pemerintah dan menjaga stabilitas situasi keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Persatuan sebagai Kunci Kebangsaan
Dalam sambutannya, Sigit menekankan bahwa persatuan dan kesatuan adalah elemen utama yang membangun kerja sama efektif dalam menghadapi berbagai tantangan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan nasional tidak terlepas dari komitmen bersama dalam menjaga harmoni sosial. "Kita harus memperkuat rasa kebersamaan, karena itu akan menjadi pondasi untuk mewujudkan visi Indonesia yang lebih baik," kata Sigit.
"Saya juga mengharapkan Brigade Persis dapat bersama-sama dengan Polri dalam menjaga kerukunan dan persatuan, serta mendukung terwujudnya seluruh program Pemerintah dan situasi kamtibmas yang kondusif," ucapnya.
Pesan tersebut ditekankan Sigit sebagai bentuk pengingat kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan seperti Brigade Persis, untuk tetap menjaga solidaritas dalam berbagai situasi. Ia berharap kemitraan antara institusi keamanan dan organisasi masyarakat dapat menjadi faktor penentu dalam menciptakan lingkungan yang aman dan sejahtera.
Tantangan Zaman dan Kualitas SDM
Sigit menyoroti peran Brigade Persis dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, organisasi ini diharapkan menjadi pelopor dalam meningkatkan literasi digital masyarakat, terutama mengingat Indonesia akan menghadapi bonus demografi pada dekade mendatang. "Dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), kita bisa lebih siap menghadapi dinamika sosial dan ekonomi yang kompleks," tambahnya.
Dalam konteks ini, Sigit menjelaskan bahwa membangun kekuatan SDM tidak hanya tentang peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga kesadaran akan pentingnya berkontribusi pada kemajuan bangsa. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan mencapai Indonesia Emas tahun 2045 bergantung pada kolaborasi yang intensif antara Polri, Brigade Persis, dan seluruh elemen masyarakat. "Kita harus menciptakan SDM yang memiliki kompetensi dan semangat kebangsaan yang kuat," tutur Sigit.
Memperkuat Sinergi dan Kemitraan
Acara penutupan Diklatsarnas Tahun 2026 juga menjadi momen untuk mempererat hubungan sinergi antara Polri, Brigade Persis, serta masyarakat. Sigit menyatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar penutupan pelatihan, tetapi juga sebagai wujud komitmen dalam membangun kerja sama yang saling menguntungkan. "Ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan," jelasnya.
Menurut Sigit, pesan tersebut sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto pada Hari Bhayangkara Ke-80. Presiden menekankan pentingnya memperkuat sinergi dengan semua lapisan masyarakat, dan Kapolri menjadikan hal ini sebagai fokus dalam upaya menjaga stabilitas kebangsaan. "Komitmen Polri untuk terus mempererat hubungan dengan elemen masyarakat adalah hal yang mutlak diperlukan," tambahnya.
Pengucapan Janji dan Simbol Penutupan
Dalam acara yang dihadiri oleh sejumlah anggota Brigade Persis, Sigit juga menyaksikan prosesi pengucapan janji dan sumpah oleh peserta Diklatsarnas Komando Pusat. Prosesi ini dianggap sebagai bentuk pengukuhan komitmen para peserta dalam menjalankan tugas sebagai bagian dari Brigade Persis. Selain itu, Kapolri memberikan tanda penutupan acara dengan mengetuk palu di podium sebanyak tiga kali. Tindakan ini menjadi simbol bahwa kegiatan telah resmi berakhir.
Menurut Sigit, pelaksanaan Diklatsarnas tidak hanya memperkuat keterampilan anggota, tetapi juga menciptakan kesadaran kolektif tentang tanggung jawab bersama dalam menjaga persatuan. "Kegiatan ini menjadi wadah untuk menguatkan hubungan antara institusi keamanan dan organisasi masyarakat, sehingga tercipta harmoni yang lebih baik," katanya.
Langkah Strategis untuk Masa Depan
Kapolri menegaskan bahwa persatuan dan kesatuan bangsa tidak bisa terlepas dari partisipasi aktif dari semua pihak. Ia menilai bahwa dalam era keterbukaan informasi dan dinamika sosial yang cepat, kerja sama antara Polri dan Brigade Persis menjadi lebih vital. "Kita harus menjadi garda depan dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan dan keutuhan bangsa," ujarnya.
Sigit juga memaparkan bahwa peningkatan kualitas SDM harus diiringi dengan pengembangan kemampuan digital. Hal ini diperlukan karena teknologi informasi menjadi salah satu faktor penggerak perubahan masyarakat. "Brigade Persis harus menjadi contoh dalam mendorong masyarakat untuk lebih terampil dan berdaya saing di era digital," imbuhnya.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan, Kapolri menyoroti peran Brigade Persis dalam menjadi mediator antara kebijakan pemerintah dan masyarakat. Ia menilai bahwa organisasi ini memiliki posisi unik untuk membangun kepercayaan dan kesadaran kolektif. "Kemitraan yang kuat antara Polri dan Brigade Persis akan membantu mempercepat pencapaian tujuan nasional," katanya.
Acara penutupan Diklatsarnas Tahun 2026 ini juga menjadi momentum untuk merefleksikan upaya bersama dalam menciptakan masyarakat yang harmonis. Dengan menggabungkan keterampilan profesional dan semangat kebangsaan, Sigit yakin Indonesia dapat melangkah lebih maju. "Kita harus berani menghadapi tantangan, tetapi tetap mempertahankan nilai-nilai persatuan yang menjadi fondasi kekuatan bangsa," pungkasnya.