TNI tahan oknum prajurit imbas kasus rumah dinas jadi tempat judol
Fukushimask.com – TNI tahan oknum prajurit imbas kasus dugaan operasional judi online di sebuah rumah dinas Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Cijantung, Jakarta Timur. Polisi Militer Komando Daerah Militer (Pomdam) Jaya menahan seorang prajurit untuk kepentingan pemeriksaan setelah rumah yang ditempatinya ditemukan diduga digunakan dalam aktivitas judol.
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan rumah dinas tersebut ditempati oleh prajurit yang kini telah diamankan. Pemeriksaan masih berjalan untuk menelusuri secara menyeluruh keterkaitan yang bersangkutan dalam perkara tersebut.
"Rumah dinas itu yang ditempati oleh yang bersangkutan dan sudah ditahan dalam rangka pemeriksaan di Pomdam Jaya," kata Nas saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
TNI tahan oknum prajurit imbas temuan dugaan judi online
Oknum prajurit yang ditahan diketahui bernama Letkol (Inf) Arman, yang menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen Garnisun Tetap (Kasi Intel Gartap) 1/Jakarta. Menurut Nas, Pomdam Jaya masih mendalami peran dan tingkat keterlibatan prajurit TNI AD tersebut dalam dugaan pengoperasian judi online di rumah dinas itu.
Kasus ini berawal dari pengungkapan dugaan aktivitas judi online di salah satu rumah di KPAD Cijantung pada Minggu (4/10). TNI AD sebelumnya menerima informasi mengenai adanya kegiatan yang dianggap mencurigakan di lokasi tersebut.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan bahwa laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh personel Kodim 0505/Jakarta Timur bersama unsur kewilayahan. Petugas mendatangi rumah yang dimaksud untuk mengamankan lokasi serta melakukan pemeriksaan awal atas barang yang ditemukan.
Komputer dan telepon seluler diamankan sebagai barang bukti
Saat pemeriksaan berlangsung, petugas menemukan sejumlah komputer di beberapa ruangan rumah dinas. Perangkat tersebut diduga berkaitan dengan pengoperasian sistem judi online. Temuan itu menjadi bagian dari bahan pemeriksaan lanjutan oleh pihak yang berwenang.
Dalam operasi tersebut, sebanyak 11 warga sipil turut diamankan. Mereka terdiri atas enam laki-laki dan lima perempuan, kemudian dibawa ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) untuk diperiksa lebih lanjut. Aparat juga menyita 32 unit komputer, 14 telepon seluler, serta sembilan KTP dari lokasi.
TNI tahan oknum prajurit imbas kasus ini sebagai bagian dari proses pemeriksaan internal dan penelusuran fakta. Penahanan tidak serta-merta menentukan hasil akhir perkara, karena penyidik masih memeriksa keterangan, barang bukti, serta pihak-pihak yang diduga terkait dengan penggunaan rumah dinas tersebut.
TNI AD tegaskan fasilitas institusi tidak boleh dipakai untuk kegiatan ilegal
TNI AD menegaskan tidak akan membiarkan fasilitas di lingkungan institusinya dipakai untuk aktivitas ilegal yang dapat merugikan masyarakat. Sikap ini juga menjadi dasar penanganan terhadap dugaan penyalahgunaan rumah dinas di KPAD Cijantung.
"TNI AD juga tidak akan membiarkan fasilitas yang berada dalam lingkungannya digunakan untuk kegiatan ilegal yang merugikan masyarakat," kata Donny.
Penanganan perkara masih berlanjut di Pomdam Jaya. Penyidik mendalami siapa saja yang menggunakan rumah tersebut, bagaimana aktivitas judi online diduga dijalankan, serta hubungan para pihak yang diamankan dengan fasilitas rumah dinas itu. TNI tahan oknum prajurit imbas temuan tersebut untuk mendukung kelancaran pemeriksaan.
FAQ kasus rumah dinas diduga menjadi lokasi judi online
Apa alasan TNI menahan oknum prajurit?
TNI menahan prajurit yang menempati rumah dinas di KPAD Cijantung untuk menjalani pemeriksaan di Pomdam Jaya terkait dugaan aktivitas judi online di lokasi tersebut.
Berapa orang sipil yang diamankan?
Sebanyak 11 warga sipil, terdiri atas enam laki-laki dan lima perempuan, diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut di Detasemen Polisi Militer.
Barang apa saja yang disita dari lokasi?
Petugas menyita 32 unit komputer, 14 telepon seluler, dan sembilan KTP. Barang-barang tersebut diperiksa dalam pendalaman dugaan operasional judi online.
Apakah pemeriksaan kasus ini sudah selesai?
Belum. Pomdam Jaya masih menelusuri keterlibatan pihak-pihak terkait, termasuk penggunaan rumah dinas dan aktivitas yang ditemukan di dalamnya.