Topics Covered: Kapolri sebut Kompolnas mitra strategis pembenahan Polri
Kapolri Berharap Kompolnas Jadi Pendorong Transformasi Polri
Topics Covered - Jakarta, Rabu – Dalam rangka menghadapi tantangan kepolisian modern, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya Kompolnas sebagai mitra kritis dalam mendorong transformasi institusi Polri. Peran ini dianggap sangat vital untuk memastikan kepolisian bisa berjalan sesuai ekspektasi masyarakat dan standar reformasi yang telah ditetapkan. Sigit mengungkapkan hal tersebut saat menjadi pembicara utama dalam Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Kompolnas Tahun 2026 yang diadakan di Jakarta.
Penguatan Sinergi Antara KompolNAS dan Polri
Dalam pidatonya, Sigit menjelaskan bahwa Kompolnas memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan rekomendasi yang menjadi dasar kebijakan Polri. "Dengan adanya kerja sama yang kuat antara KompolNAS dan Polri, kita dapat memastikan setiap langkah reformasi dijalankan secara terstruktur dan berkelanjutan," katanya. Pernyataan ini menegaskan bahwa KompolNAS tidak hanya menjadi pengawas, tetapi juga pelaku utama dalam menciptakan sistem kepolisian yang lebih transparan, akuntabel, dan efektif.
"Sigit berharap KompolNAS tetap menjadi mitra strategis yang aktif dalam menjaga agar Polri dapat memenuhi ekspektasi publik dan rekomendasi reformasi yang telah disusun," ujarnya.
Kapolri menyoroti bahwa keberhasilan pembenahan Polri bergantung pada kemampuan KompolNAS untuk menyampaikan masukan dan kritik yang konstruktif. "Setiap saran, masukan, atau keluhan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja institusi," tambahnya. Menurut Sigit, KompolNAS juga berperan dalam mengumpulkan aspirasi publik terkait kinerja Polri, termasuk masalah yang sering muncul dalam layanan kepolisian sehari-hari.
KompolNAS Bantu Pemenuhan Aspirasi Masyarakat
KompolNAS, yang merupakan lembaga independen di bawah Kepolisian, dianggap sebagai penghubung antara masyarakat dan institusi kepolisian. Dalam pidatonya, Sigit menjelaskan bahwa lembaga ini membantu menampung berbagai keluhan, baik terkait kebijakan maupun tindakan kriminalitas yang terjadi. "Dengan adanya lembaga seperti KompolNAS, kita bisa lebih cepat merespons kebutuhan masyarakat dan memperbaiki kesenjangan yang ada," terangnya.
Kapolri menegaskan bahwa keberadaan KompolNAS sangat berkontribusi dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas Polri. Ia menyampaikan bahwa rekomendasi dari lembaga ini tidak hanya menjadi pedoman bagi pemerintah, tetapi juga mendorong Polri untuk terus beradaptasi dengan perubahan lingkungan sosial dan politik. "Selama ini, kerja sama antara KompolNAS dan Polri sudah cukup baik, dan kita perlu memperkuatnya lagi agar lebih optimal," kata Sigit.
"Kerja sama yang selama ini berjalan baik antara KompolNAS dan Polri, khususnya dalam pengawasan dan menindaklanjuti berbagai perhatian publik, perlu terus diperkuat melalui berbagai pembenahan," katanya.
Menurut Sigit, pengawasan yang dilakukan KompolNAS memainkan peran penting dalam mengidentifikasi kelemahan-kelemahan di berbagai level institusi. "Hal-hal ini menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kebijakan dan operasional Polri," tambahnya. Ia juga menyoroti bahwa pengawasan tersebut harus didukung oleh langkah-langkah konkret dari Polri untuk memenuhi harapan masyarakat.
Pembenahan Berkelanjutan untuk Modernisasi Polri
Kapolri menegaskan bahwa pembenahan yang sedang dilakukan saat ini tidak hanya sebatas perbaikan sementara, tetapi juga bagian dari proses modernisasi jangka panjang. "Kita sedang menyempurnakan peraturan kepolisian sambil menunggu Undang-Undang Polri diundangkan, sehingga setiap perubahan bisa dijalankan secara sistematis," jelas Sigit. Ia berharap dengan kolaborasi yang lebih erat, Polri bisa menjadi institusi yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pidato Sigit juga menekankan bahwa perbaikan harus dilakukan secara bertahap, dengan mengedepankan prinsip transparansi dan keterbukaan. "Kita perlu memastikan bahwa setiap kebijakan Polri didasarkan pada masukan yang jelas dan jujur," katanya. Sigit menyebutkan bahwa peran KompolNAS dalam mengawasi dan menyalurkan aspirasi masyarakat merupakan elemen kunci dalam proses ini.
"Kerja sama yang selama ini berjalan baik antara KompolNAS dan Polri, khususnya dalam pengawasan dan menindaklanjuti berbagai perhatian publik, perlu terus diperkuat melalui berbagai pembenahan," katanya.
Dalam konteks kepolisian modern, Sigit menggarisbawahi perlunya adaptasi dalam berbagai aspek, seperti teknologi, sistem pengawasan, dan respons terhadap isu-isu sosial yang muncul. "Polri harus selalu siap mengikuti perkembangan zaman dan menjawab tantangan baru," ujarnya. Ia berharap kehadiran KompolNAS akan menjadi jembatan untuk menciptakan kinerja kepolisian yang lebih baik dan lebih berkelanjutan.
Kapolri menambahkan bahwa penyelesaian Undang-Undang Polri adalah langkah penting dalam mengukuhkan reformasi yang sedang berlangsung. "Dengan adanya peraturan yang jelas, kita bisa memastikan setiap kebijakan dijalankan secara proporsional dan efektif," terangnya. Sigit juga menegaskan bahwa setiap masukan dari KompolNAS akan menjadi pedoman dalam menyempurnakan aturan kepolisian di masa depan.
Terlepas dari progres yang telah dicapai, Kapolri menyatakan bahwa masih ada tantangan yang perlu diatasi. "Kita harus terus berusaha meningkatkan kinerja Polri agar bisa menjadi institusi yang dipercaya dan dihargai oleh seluruh lapisan masyarakat," katanya. Pernyataan ini menegaskan komitmen bersama antara KompolNAS dan Polri dalam mewujudkan transformasi yang sehat dan berkelanjutan.
Target Pembenahan dan Harapan Masyarakat
Dalam menutup pidatonya, Sigit mengingatkan bahwa masyarakat memiliki harapan besar terhadap Polri, terutama dalam memberikan perlindungan dan keadilan secara merata. "Kita perlu memastikan bahwa setiap kebijakan Polri selaras dengan kebutuhan dan harapan masyarakat," ujarnya. Ia berharap Rakorwas KompolNAS 2026 akan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen ini.