Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Basarnas ungkap bangkai Kapal Virgo di kedalaman dangkal 30 meter

Published September 15, 2026 · Updated September 15, 2026 · By Richard Wilson - fukushimask.com

Foto : Richard Wilson - fukushimask.com

Basarnas Pertimbangkan Penanganan Bangkai Virgo Transport 8 di Laut Jawa

Fukushimask.com – Operasi pencarian dan pertolongan terhadap penumpang Kapal Virgo Transport 8 terus berlangsung di perairan Masalembo, Laut Jawa. Kapal yang mengalami kecelakaan saat melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin itu kini diketahui berada di dasar laut pada kedalaman sekitar 30 meter.

Kedalaman tersebut dinilai masih relatif dangkal untuk lokasi kapal tenggelam. Kondisi bangkai kapal menjadi salah satu unsur yang diperhatikan Basarnas dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya, termasuk kemungkinan menarik kapal menuju area perairan yang lebih dangkal.

Meski demikian, fokus utama operasi saat ini tetap diarahkan pada pencarian 129 orang yang belum ditemukan. Tim SAR masih berharap para korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Kapal Diminta Tetap Stabil di Dasar Laut

Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyampaikan bahwa keberadaan kapal di dasar laut juga perlu ditangani dengan mempertimbangkan keselamatan operasi secara menyeluruh. Masukan dari TNI Angkatan Laut menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan tindakan terhadap bangkai Virgo Transport 8.

“Sebenarnya kalau dalam kondisi penanganan kecelakaan seperti ini, dari teman-teman TNI Angkatan Laut, malah kalau perlu tenggelam di dasar akan lebih baik kalau misalkan kapal itu diam,” kata Syafii.

Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers pada malam hari kedua operasi SAR di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Posisi kapal yang telah berada di dasar laut dapat menjadi faktor penting dalam perencanaan tindakan berikutnya, sehingga setiap pilihan penanganan perlu dikaji secara cermat.

Basarnas masih memikirkan opsi penarikan kapal sebagai bagian dari penanganan lanjutan. Namun, upaya tersebut belum menggeser prioritas pencarian di permukaan laut, yang terus dimaksimalkan oleh unsur-unsur SAR.

“Tentu kita masih sangat berharap agar segera ditemukan korban-korban dalam kondisi selamat,” ujar Syafii.

Enam Sektor Pencarian Dikerahkan

Pada hari kedua operasi, pencarian dilakukan melalui enam sektor yang telah dipetakan. Pembagian wilayah itu memungkinkan tim menyisir area perairan secara lebih terarah, sambil menyesuaikan pergerakan operasi dengan perkembangan di lapangan.

Susunan sektor pencarian tidak bersifat tetap. Basarnas membuka kemungkinan untuk menggeser area operasi pada hari berikutnya setelah memperhatikan hasil pemetaan yang dibuat melalui Basarnas Command Center. Peta pencarian itu menjadi panduan untuk menempatkan sumber daya pada titik-titik yang dinilai perlu diperluas atau ditelusuri kembali.

“Kemungkinan kita akan bergeser besok dan nanti akan dikirimkan dari SAR Map yang dihasilkan dari Basarnas Command Center,” kata Syafii.

Penyesuaian area pencarian diperlukan agar operasi tetap responsif terhadap kondisi yang ditemukan selama penyisiran. Dalam situasi kecelakaan laut, koordinasi antarunsur dan pembaruan peta operasi menjadi bagian penting untuk menjaga pencarian tetap terarah.

114 Korban Telah Ditemukan

Hingga Senin, 14 September, pukul 22.00 Wita, total 114 korban telah ditemukan dari 243 orang yang berada di dalam kapal. Rinciannya terdiri dari 108 korban selamat dan enam korban meninggal dunia.

Dengan jumlah tersebut, masih ada 129 orang yang belum ditemukan. Data ini menjadi dasar bagi kelanjutan operasi pencarian yang akan tetap difokuskan pada wilayah perairan sekitar lokasi kecelakaan Kapal Virgo Transport 8.

Dari keseluruhan korban yang sudah ditemukan, 86 orang telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Mereka terdiri atas 85 orang selamat dan satu korban meninggal dunia. Jenazah korban tersebut telah diserahterimakan kepada pihak keluarga.

Korban meninggal dunia kedua dievakuasi melalui Lanud Syamsudin Noor di Banjarbaru. Setelah tiba, jenazah diserahkan kepada Tim DVI Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan medis lanjutan.

Selain itu, satu penumpang selamat telah dibawa ke Lanud Syamsudin Noor menggunakan helikopter Basarnas dari lokasi kecelakaan. Sementara itu, 26 korban lainnya masih dalam proses evakuasi menuju Pelabuhan Trisakti. Kelompok tersebut mencakup 22 korban selamat dan empat korban meninggal dunia.

Kronologi Hilang Kontak di Perairan Masalembo

Virgo Transport 8 membawa 243 penumpang ketika berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal telah berangkat pada Sabtu, 12 September, lalu dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo pada Minggu, 13 September, sekitar pukul 02.00 Wita.

Perairan Masalembo berada di kawasan Laut Jawa yang menjadi jalur pelayaran antardaerah. Dalam penanganan keadaan darurat di laut, proses evakuasi korban tidak hanya melibatkan pencarian di permukaan air, tetapi juga pengaturan titik kedatangan korban, pemeriksaan medis, serta penyerahan jenazah kepada keluarga dan pihak yang berwenang.

Operasi SAR Virgo Transport 8 karena itu berjalan melalui sejumlah jalur secara bersamaan: pencarian terhadap korban yang belum ditemukan, evakuasi korban dari lokasi kejadian, penanganan medis, serta pengkajian kondisi kapal di dasar laut. Basarnas menempatkan harapan utama pada ditemukannya lebih banyak korban selamat dalam kelanjutan operasi.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Basarnas ungkap bangkai Kapal Virgo di kedalaman?

Basarnas ungkap bangkai Kapal Virgo di kedalaman is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Basarnas ungkap bangkai Kapal Virgo di kedalaman matter?

Basarnas ungkap bangkai Kapal Virgo di kedalaman matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.