Gubernur: Setelah tiba di Sulteng saya tinjau lokasi terdampak gempa
Gubernur: Setelah tiba di Sulteng, saya tinjau lokasi terdampak gempa
Gubernur -
Kota Palu menjadi tempat fokus perhatian setelah Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, kembali dari tugas pemerintahan di Jakarta. Setelah mendarat di wilayah tersebut Selasa malam, ia langsung meluangkan waktu untuk meninjau kondisi yang terjadi akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7. Perjalanan ini dilakukan dalam upaya memastikan dampak bencana terhadap masyarakat dan infrastruktur. Pernyataan resmi yang diterima di Palu menyebutkan bahwa pihak gubernur telah melaksanakan inspeksi terhadap area yang terkena kerusakan.
"Saya berada di Jakarta untuk menunaikan tugas kebijrian pemerintahan. Insya Allah, malam ini saya akan kembali ke Sulteng dan langsung meninjau kondisi di lokasi terdampak," ujar Anwar Hafid dalam pernyataan tertulis.
Gubernur menekankan perlunya kewaspadaan dari masyarakat terhadap gempa susulan yang masih terjadi. Meski begitu, ia meminta warga tetap tenang dan mempercayai informasi dari instansi terkait. "Jangan mudah terpengaruh dengan berita yang belum jelas kebenarannya. Ikuti protokol keselamatan serta instruksi dari pemerintah dan otoritas yang berwenang," tambahnya.
Dalam upayanya mengatasi situasi darurat, Anwar Hafid memberikan arahan kepada kepala daerah di sejumlah kota terkena dampak, seperti Palu, Sigi, Donggala, Parigi Moutong, dan Poso. Ia meminta mereka segera melakukan evakuasi, menangani korban, serta menyiapkan pusat pengungsian dan dapur umum. "Posko telah dibuat, sehingga masyarakat memiliki tempat berteduh sementara. Dapur umum juga disediakan agar warga merasa aman dan terlayani," katanya.
Perkembangan Korban Gempa
Kepala Kantor SAR Palu, Muh Rizal, memberikan informasi terkini tentang jumlah korban. Hingga pukul 13.30 WITA, tercatat delapan orang mengalami cedera akibat gempa yang berpusat di daratan sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu. Tidak ada laporan korban meninggal. "Delapan orang terluka, dengan dua di antaranya mengalami cedera berat akibat patah tulang dan benturan di kepala di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi," jelas Rizal.
"Jumlah korban sebanyak delapan orang. Tidak ada korban meninggal dunia. Dua orang mengalami luka berat akibat patah tulang dan benturan di kepala di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi," ucap Rizal.
Korban lainnya, enam orang, mengalami cedera ringan yang tersebar di beberapa wilayah terdampak. Tiga di Kecamatan Nokilalaki, dua di Kecamatan Palolo, dan satu di Kecamatan Sigi. Semua korban saat ini mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit (RS) Torabelo, Kabupaten Sigi.
Kondisi Wilayah dan Upaya Penanganan
Gempa berkekuatan 10 kilometer kedalaman ini dirasakan kuat di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Poso, dan Tojo Una-Una. Getaran guncangan menyebabkan warga panik, terutama saat berhamburan ke luar rumah, pusat perbelanjaan, dan tempat umum lainnya. Namun, kini kondisi telah mulai stabil setelah tindakan darurat diambil.
Basarnas Palu bersama BPBD, TNI, Polri, serta instansi terkait terus memantau dan mendata dampak gempa. Tim SAR juga dikerahkan ke Universitas Tadulako (Untad) untuk mengevaluasi kerusakan pada plafon bangunan. "Terdapat laporan kerusakan sebagian plafon di beberapa gedung, dan kami sedang melakukan asesmen untuk memastikan tingkat bahaya," kata Rizal.
Menurut laporan, fasilitas vital seperti rumah sakit dan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri di Palu terpantau aman. Operasional pelayanan di kedua tempat tetap berjalan normal, memastikan akses darurat bagi warga yang terdampak. Pihak SAR juga menyiagakan personel dan peralatan untuk mengantisipasi kemungkinan kedaruratan lebih lanjut.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah setempat berupaya mempercepat respons bantuan. Sejumlah posko telah dibuka di lokasi yang paling parah, dilengkapi dengan perbekalan dan layanan kesehatan. "Kami menyiapkan bantuan logistik dan tempat pengungsian untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi," tutur Gubernur dalam rapat evaluasi.
Pengelolaan bencana ini melibatkan kerja sama yang intensif antara berbagai lembaga. Selain itu, pihak berwenang juga melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan potensi bahaya. "Kami berharap warga bisa bekerja sama dalam menjaga ketenangan dan mencegah kerumunan yang berisiko menimbulkan kepanikan," imbuhnya.
Kesiapan dan Tanggap Darurat
Dalam beberapa jam terakhir, tim SAR terus bergerak untuk mengecek kerusakan di wilayah yang terkena guncangan. Informasi terkini menunjukkan bahwa penanganan darurat telah berjalan efektif. "Sampai saat ini, kami tidak menemukan adanya kerusakan yang mengancam nyawa warga. Namun, pemantauan tetap dilakukan agar kondisi bisa terjaga," terang Rizal.
Sejumlah kawasan, terutama di daerah yang paling rentan, telah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, pihak keamanan juga menegaskan kewaspadaan terhadap kemungkinan bangunan runtuh atau sumber daya alam yang terganggu. "Kami berupaya meminimalkan risiko yang mungkin terjadi selama beberapa hari ke depan," kata dia.
Secara keseluruhan, upaya tanggap darurat terus dilakukan dengan koordinasi yang baik. Gubernur berharap keadaan akan kembali normal dalam waktu dekat, sementara masyarakat diberi kesempatan untuk memulihkan diri. "Kepedulian dan kerja sama dari seluruh pihak adalah kunci dalam mempercepat proses pemulihan," pungkasnya.
Dengan dukungan dari berbagai institusi, Sulteng terus berusaha membangun kembali area yang terkena gempa. Perluasan upaya peninjauan dan evaluasi pun dilakukan untuk menilai kebutuhan bantuan yang lebih besar. Gubernur mengimbau warga tetap waspada, tetapi optimis bahwa kota ini akan pulih dalam waktu yang tidak terlalu lama.