Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Historic Moment: Logo dan maskot MTQ Nasional di Jateng diluncurkan

Published June 26, 2026 · Updated June 26, 2026 · By Richard Wilson

Logo dan Maskot MTQ Nasional XXXI Diungkap di Semarang

Historic Moment - Kamis lalu, acara peluncuran logo, maskot, serta tema Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI digelar di Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang. Acara ini dihadiri oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, yang secara resmi mengumumkan kesiapan Jawa Tengah menjadi tuan rumah festival dan lomba Al Quran terbesar di Indonesia. MTQ akan berlangsung pada 11 hingga 20 September 2026, dengan berbagai rangkaian kegiatan yang diharapkan mampu menarik perhatian masyarakat nasional maupun internasional.

Tema MTQ Nasional XXXI: Menebar Cahaya Al Quran

Tema yang diusung dalam MTQ Nasional XXXI adalah "Menebar Cahaya Al Quran dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban." Tema ini dijelaskan sebagai representasi dari harapan agar nilai-nilai Al Quran dapat menjadi fondasi dalam membangun kehidupan yang harmonis, toleran, adil, serta berkeadaban. Dalam wawancara terpisah, Menteri Agama menyampaikan bahwa tema tersebut menekankan pentingnya peran Al Quran dalam membentuk masyarakat yang lebih baik di masa depan.

"Menebar cahaya Al Quran bukan hanya tentang menghafal ayat, tetapi juga bagaimana nilai-nilai dalam kitab suci itu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari," kata Nasaruddin Umar.

Dalam kesempatan tersebut, juga hadir Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, yang menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengkajian Tingkatkan Quran (LPTQ) Jawa Tengah. Sejumlah tokoh ulama, tokoh masyarakat, serta pejabat daerah seperti Sekretaris Daerah Sumarno, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, dan Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin turut hadir. Selain itu, Ketua Baznas Jawa Tengah Ahmad Darodji dan Ketua MUI Jawa Tengah Noor Achmad juga ikut serta dalam acara ini.

Logo MTQ Nasional XXXI dirancang dengan bentuk gunungan wayang yang dihiasi warna putih dan hijau. Desain ini diperkuat oleh beberapa ikon kota Semarang, yang menjadi lokasi utama penyelenggaraan MTQ. Penataan elemen tersebut dianggap sebagai bentuk representasi budaya lokal, keberagaman, serta semangat harmoni yang melekat pada Jawa Tengah. Menurut Ketua Panitia, logo ini mencerminkan identitas kota yang dianggap sebagai pusat keagamaan dan seni.

Maskot MTQ: Saqur, Sahabat Quran

Maskot MTQ Nasional XXXI bernama "Saqur," yang merupakan singkatan dari "Sahabat Quran." Nama ini diambil untuk menunjukkan semangat kebersamaan dan keterlibatan generasi muda dalam memajukan nilai-nilai Al Quran. Saqur dirancang sebagai simbol dari wujud generasi penerus yang religius, cerdas, kreatif, bersemangat, serta memiliki akhlak mulia. Bentuk maskot ini diharapkan mampu menginspirasi peserta dan masyarakat luas untuk terus menjunjung tinggi ajaran Islam yang selaras dengan modernitas.

"Maskot ini diharapkan menjadi pengingat bahwa generasi muda adalah kunci dalam merealisasikan visi MTQ Nasional," tutur Menteri Agama.

Dalam penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI, logo dan maskot telah dipilih melalui sayembara terbuka yang melibatkan berbagai kalangan. Proses pemilihan ini dianggap sebagai langkah inovatif untuk melibatkan masyarakat dalam menciptakan identitas yang relevan dengan nilai-nilai modern. Menurut informasi, sejumlah desain yang masuk ke dalam sayembara menunjukkan kekayaan budaya Jawa Tengah yang terintegrasi dengan spirit keagamaan.

Pelaksanaan MTQ di Semarang juga menawarkan inovasi baru dalam bentuk kegiatan tambahan yang sebelumnya tidak pernah digelar dalam MTQ sebelumnya. Menteri Agama menjelaskan bahwa acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi tilawatil Quran, tetapi juga menciptakan kesempatan untuk memperdalam pemahaman makna dan nilai-nilai dalam Al Quran. Kegiatan seperti seminar, expo, pameran, lomba rebana, serta acara fesyen dan bursa kerja akan menjadi bagian integral dari MTQ Nasional XXXI.

Menurut Gubernur Jawa Tengah, wilayahnya dipilih menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI karena menjadi provinsi yang dikenal sebagai pusat toleransi dan keharmonisan. "Kami ingin memastikan para peserta merasakan suasana yang nyaman dan aman selama berada di Jawa Tengah," ungkap Ahmad Luthfi. Ia juga menegaskan bahwa Pemprov Jateng akan bekerja sama dengan pemerintah kota dan kabupaten untuk mendukung kelancaran pelaksanaan MTQ.

MTQ Nasional XXXI di Semarang dinilai sebagai ajang yang memiliki dampak besar secara ekonomi. Diperkirakan ratusan ribu orang akan berkumpul, menciptakan peluang bagi sektor pariwisata, kuliner, transportasi, serta usaha kecil menengah. "MTQ adalah pesta rakyat terbesar, yang berdampak pada perekonomian sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan," kata Menteri Agama. Ia juga menyoroti peran MTQ dalam menghadirkan dewan hakim dan ahli-ahli Al Quran dari berbagai belahan dunia, yang akan menjadi kontribusi penting dalam menilai kualitas lomba dan memperkaya pengalaman peserta.

Kehadiran para ulama dan masyarakat luas dalam acara peluncuran ini menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap MTQ. Acara tersebut dianggap sebagai momentum penting untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai Al Quran di tengah dinamika masyarakat yang semakin maju. Dengan menggabungkan tradisi dan inovasi, MTQ Nasional XXXI diharapkan menjadi peristiwa yang mampu memperkuat peran pendidikan agama dalam masyarakat.

Sebagai bagian dari rangkaian persiapan, Jawa Tengah juga menyusun program kegiatan yang lebih beragam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Terutama dalam aspek budaya dan pendidikan, MTQ ini akan menjadi platform untuk memperkenalkan Al Quran melalui berbagai bentuk ekspresi kreatif. Misalnya, city tour yang mengajak peserta mengenal kekayaan budaya Jawa Tengah, serta pameran yang menampilkan produk unggulan dari masyarakat lokal.

Kelancaran MTQ Nasional XXXI di Semarang dianggap sebagai bukti komitmen Jawa Tengah dalam memperkuat peran pendidikan agama sebagai bentuk penguatan karakter dan nilai-nilai keagamaan. Selain itu, MTQ juga diharapkan menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan keadilan antar umat beragama, sesuai dengan konsep harmoni yang diusung dalam tema acara.

Adapun untuk menjaga kualitas penyelenggaraan, Jawa Tengah melakukan pembinaan yang lebih intensif terhadap peserta. Pemprov Jateng bersama para pengurus MTQ lokal akan memastikan bahwa setiap peserta dapat mengikuti lomba dengan baik. "Kami akan mengoptimalkan potensi masyarakat Jawa Tengah sebagai penyelenggara MTQ Nasional," tambah Gubernur Luthfi.

Dengan segala inovasi dan peningkatan kualitas yang dilakukan, MTQ Nasional XXXI di Semarang diharapkan mampu menjadi contoh bagus bagi penyelenggaraan acara serupa di daerah lain. Kegiatan ini juga akan menjadi pemicu semangat para peserta dan masyarakat untuk terus menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.