Kemarin, MBG ciptakan ekosistem kerja hingga pembatasan gawai
Ringkasan Berita Humaniora: Dari Ekosistem MBG hingga Pembatasan Gawai di Sekolah
Kemarin MBG ciptakan ekosistem kerja hingga - Pagi ini, para pembaca dapat menyimak berbagai perkembangan penting dalam ranah humaniora yang terjadi pada hari Rabu, 15 Juli. Kumpulan informasi tersebut mencakup beragam topik mulai dari implementasi program nasional hingga regulasi teknologi pendidikan. Berikut adalah rangkuman lengkap dari lima berita utama yang layak menjadi perhatian publik.
Ekosistem Kerja MBG Menjangkau Daerah Terpencil
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menunjukkan dampak signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja baru di seluruh wilayah Indonesia. Karimah Muhammad, yang menjabat sebagai Tenaga Ahli Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menjelaskan bahwa inisiatif ini melampaui sekadar penyediaan makanan siang hari. Lebih dari itu, MBG telah membangun jaringan ekosistem kerja yang melibatkan ribuan pihak.
"MBG bukan sekadar program makan siang, melainkan ekosistem kerja dengan 28.390 kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan lebih dari 1,1 juta penjamah makanan, pengemudi, petugas kebersihan, keamanan, dan lapangan, yang seluruhnya menggantungkan penghasilan pada keberlangsungan SPPG," katanya dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi.
Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak, tetapi juga memberikan stabilitas ekonomi bagi banyak pekerja di sektor ini.
KSP Pastikan Anak Mendapat Layanan Pendidikan dan Gizi Sejak Hari Pertama
Kantor Staf Presiden (KSP) menyampaikan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses penuh terhadap layanan pendidikan serta pemenuhan gizi. Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, yang menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan, melakukan peninjauan langsung ke SDN 3 Ciseureuh di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Senin, 13 Juli. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau pelaksanaan MBG bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru secara serentak.
Menurut keterangan resmi KSP yang diterima di Jakarta pada Rabu, Dudung menekankan pentingnya memastikan anak-anak tidak mengalami gangguan dalam proses belajar mengajar. Pemenuhan gizi yang memadai diyakini dapat mendukung konsentrasi dan kesehatan siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
Surat Edaran Pembatasan Gawai Tingkatkan Fokus Belajar Siswa
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 18 Tahun 2026 yang mengatur penggunaan gawai di lingkungan satuan pendidikan. Regulasi ini dirancang untuk meminimalkan faktor pengalih perhatian yang sering mengganggu proses belajar mengajar. Dalam SE tersebut, pemerintah menilai bahwa penggunaan perangkat digital yang tidak tepat dapat mengurangi kualitas interaksi antar siswa.
Lebih jauh, penggunaan gawai yang berlebihan berpotensi meningkatkan risiko penyalahgunaan teknologi digital. Dampaknya tidak hanya terbatas pada aspek akademik, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental para murid. Oleh karena itu, pembatasan ini dianggap perlu untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif.
BNPB Manfaatkan Teknologi Sepablock untuk Hunian Tetap Penyintas Bencana
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengadopsi inovasi teknologi Sepablock yang diproduksi oleh PT Semen Padang. Inovasi ini digunakan sebagai model percontohan dalam pembangunan hunian tetap (huntap) mandiri bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang disertai tanah longsor di Sumatera Barat. Rustian, Sekretaris Utama BNPB, menjelaskan bahwa material bata saling mengunci (interlocking) ini telah diaplikasikan pada unit contoh huntap perdana.
Unit hunian tersebut resmi diserahkan kepada warga penyintas bencana sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam pemulihan pasca bencana. Penggunaan teknologi ini diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan hunian yang lebih tahan lama dan efisien.
Kemenag Ingatkan Verifikasi Arah Kiblat pada Fenomena Rashdul Qiblat
Kementerian Agama kembali mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia untuk melakukan verifikasi arah kiblat. Pengingat ini disampaikan seiring dengan adanya fenomena Rashdul Qiblat yang akan terjadi pada tanggal 15 dan 16 Juli 2026. Fenomena ini ditandai dengan posisi matahari yang tepat berada di atas Kakbah, memungkinkan siapa pun untuk memverifikasi arah kiblat dengan mudah.
"Kami ingin masyarakat memahami bahwa menentukan arah kiblat tidak harus rumit. Melalui fenomena Rashdul Kiblat, siapa pun dapat melakukan verifikasi secara mudah, praktis, dan akurat dengan memanfaatkan posisi Matahari," ujar Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Kemenag Ismail Fahmi di Jakarta, Rabu.
Verifikasi ini menjadi momen penting bagi umat Islam untuk memastikan ketepatan arah sholat mereka tanpa memerlukan alat bantu khusus.