Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Unhas: Jangan posisikan AI sebagai ancaman bagi pwndidikan

Published July 8, 2026 · Updated July 8, 2026 · By David Garcia

Unhas: AI Tidak Harus Menjadi Ancaman bagi Pendidikan

Latest Program - Makassar – Prof Muhammad Niswar, ketua Lembaga Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial di Universitas Hasanuddin (Unhas), menekankan bahwa kecerdasan buatan (AI) tidak boleh dianggap sebagai gangguan, terutama dalam konteks dunia pendidikan. Ia menjelaskan bahwa AI seharusnya dilihat sebagai alat yang dapat memperluas kapasitas manusia, asalkan dimanfaatkan secara bijak, bertanggung jawab, dan berlandaskan prinsip etika akademik. Dalam pidatonya di acara pengambilan sumpah Pejabat Lingkup Sulsel, Senin lalu, Prof Niswar mengatakan banyak orang mengira AI akan membuat mahasiswa semakin malas berpikir. Namun, menurutnya, hal itu justru bisa menjadi peluang untuk mengajarkan mahasiswa bagaimana hidup berdampingan dengan teknologi canggih tersebut.

Pendekatan Transformasi Digital dalam Pendidikan

Prof Niswar menegaskan bahwa upaya pengembangan AI di Unhas bertujuan untuk menciptakan sistem belajar yang lebih berkualitas dan lebih kritis. "Kita perlu mengembangkan kemampuan memanfaatkan AI, bukan ketergantungan terhadap teknologi itu sendiri," ujarnya. Ia menekankan bahwa transformasi digital harus diarahkan pada penguatan kapasitas akademik, bukan sekadar memperkenalkan teknologi sebagai tren terbaru. Dengan pendekatan ini, Unhas berharap AI bisa menjadi mitra yang bermanfaat bagi dosen dan mahasiswa dalam berbagai aspek kegiatan akademik.

"AI tidak boleh sekadar menjadi tren teknologi. AI harus menjadi mitra akademik yang membantu dosen mengajar lebih efektif, membantu mahasiswa belajar lebih mendalam, memperkuat kualitas riset, dan mendukung tata kelola universitas yang semakin cerdas. Di situlah transformasi digital menemukan maknanya," ucap Prof Niswar.

Dalam upaya mewujudkan hal tersebut, Unhas tengah merancang berbagai inovasi berbasis AI yang akan diimplementasikan secara bertahap. Salah satu fokus utama adalah pengembangan sistem AI Powered Assessment and Proctoring, yang dirancang untuk mendukung proses evaluasi pembelajaran. Sistem ini diharapkan bisa membantu dosen dalam menyusun instrumen penilaian, menganalisis kualitas soal, serta memantau ujian secara lebih objektif, efisien, dan akuntabel. "Kita harus belajar hidup berdampingan dengan AI, bukan menghindarinya," lanjut Prof Niswar, menambahkan bahwa AI bisa memperkaya pengalaman belajar mahasiswa dan meningkatkan kualitas pengajaran secara keseluruhan.

Sistem AI yang Mendukung Kualitas Ilmiah

Di samping itu, Unhas juga akan meluncurkan AI Powered Manuscript Review and Editing Tools. Alat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah yang dihasilkan oleh civitas akademika. "Teknologi ini dirancang membantu proses penyuntingan naskah, memeriksa struktur penulisan ilmiah, serta memberikan saran penyempurnaan manuskrip sebelum dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional," jelas Prof Niswar. Ia menambahkan bahwa alat ini bisa mempercepat proses revisi dan meningkatkan keakuratan penulisan akademik, sehingga memperkuat reputasi universitas dalam dunia pendidikan.

Kebijakan transformasi digital Unhas juga mencakup pengembangan sistem Data Processing and Analytics. Sistem ini berfungsi untuk mengolah data akademik, penelitian, sumber daya manusia, serta layanan administrasi menjadi informasi strategis yang bisa digunakan dalam pengambilan keputusan. "Dengan analisis berbasis AI, kita bisa memperoleh wawasan yang lebih mendalam dan cepat tentang dinamika kampus, sehingga pengambilan kebijakan lebih didasarkan pada fakta," terang Prof Niswar. Ia menegaskan bahwa pendekatan ini memungkinkan universitas menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Infrastruktur untuk Mendukung Pengembangan AI

Untuk mendukung implementasi teknologi AI, Unhas tengah membangun infrastruktur komputasi berkapasitas tinggi. Rencana ini melibatkan penyediaan mesin server yang akan menjadi fondasi berbagai aplikasi AI di lingkungan kampus. Infrastruktur tersebut diharapkan bisa memberikan layanan digital yang aman, andal, dan siap mengakomodasi pertumbuhan teknologi di masa depan. "Dengan adanya infrastruktur yang kuat, kita bisa memastikan keberlanjutan penggunaan AI dalam pendidikan tinggi," tambah Prof Niswar.

Selain infrastruktur, Unhas juga fokus pada pengembangan kemampuan para pengguna teknologi. Prof Niswar menyebutkan bahwa adaptasi AI membutuhkan pendidikan dan pelatihan yang memadai, agar dosen dan mahasiswa bisa mengoptimalkan manfaat teknologi tersebut. "Kita perlu memastikan bahwa AI tidak hanya digunakan untuk mengotomatisasi, tetapi juga untuk menciptakan inovasi yang berdampak nyata pada kualitas pendidikan," katanya. Ia menegaskan bahwa AI seharusnya menjadi bagian integral dari proses belajar mengajar, bukan sekadar alat bantu yang bersifat sementara.

Pengukuran Keberhasilan Transformasi Digital

Dalam mengukur keberhasilan transformasi digital, Prof Niswar menekankan bahwa penilaian tidak hanya berdasarkan tingkat kecanggihan teknologi, tetapi juga sejauh mana teknologi tersebut mampu memberikan manfaat langsung bagi civitas akademika. "Transformasi digital di Unhas tidak hanya tentang menyediakan alat canggih, tetapi juga tentang menciptakan perubahan yang berkelanjutan dalam cara kita mengajar, belajar, dan melakukan riset," ujarnya. Ia menjelaskan bahwa pendekatan ini berfokus pada prinsip tepat guna, inklusif, dan berbasis manfaat.

Pendekatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan masyarakat akademik dalam pengambilan keputusan. "Dengan data yang dianalisis secara objektif, kita bisa membangun kesadaran kolektif tentang bagaimana AI bisa menjadi bagian dari solusi, bukan masalah," tambah Prof Niswar. Ia menilai bahwa keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa dalam penggunaan AI adalah kunci untuk memastikan bahwa teknologi ini tidak hanya menemukan tempatnya di kampus, tetapi juga berkontribusi pada kemajuan pendidikan tinggi secara keseluruhan.

Kebijakan Unhas ini sejalan dengan tren global di mana kecerdasan buatan semakin diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan. Dengan mengadopsi AI secara bertahap, universitas ini berharap bisa mengatasi tantangan seperti