Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Main Agenda: PII umumkan Indonesia jadi tuan rumah IEAM 2027

Published June 12, 2026 · Updated June 12, 2026 · By Jessica Martin

PII Umumkan Indonesia Jadi Tuan Rumah IEAM 2027

Main Agenda - Jakarta – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) secara resmi mengumumkan bahwa negara ini akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan International Engineering Alliance Meetings (IEAM) 2027. Berlangsung di Bali, acara tersebut akan menjadi platform penting bagi para insinyur dan pemangku kepentingan teknik di tingkat internasional. Pernyataan ini diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal PII, Teguh Haryono, dalam sebuah keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta pada hari Jumat. Menurut Teguh, kehadiran delegasi PII pada IEAM 2026 di Afrika Selatan, yang berlangsung 7-12 Juni lalu, menjadi dasar untuk persiapan acara tahun depan.

IEAM Sebagai Forum Kolaborasi Global

IEAM, yang merupakan forum keinsinyuran multinasional, bertujuan mempertemukan berbagai organisasi profesi, lembaga akreditasi, regulator, serta pemangku kepentingan pendidikan teknik dari seluruh dunia. Selama pertemuan tersebut, para peserta berdiskusi tentang isu-isu strategis yang berdampak pada masa depan profesi insinyur. “IEAM tahun depan akan diadakan di Bali,” kata Teguh, yang menyatakan bahwa acara ini diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan Indonesia dalam komunitas global teknik. Ia menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan IEAM 2027 tidak hanya melibatkan PII, tetapi juga kerja sama erat dengan institusi terkait di dalam dan luar negeri.

“Kehadiran delegasi PII pada IEAM 2026 sangat penting untuk mempersiapkan Indonesia sebagai tuan rumah IEAM 2027 di Bali. Harapannya, Indonesia tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga mampu memperkuat jejaring dan kolaborasi insinyur Indonesia di tingkat global,” ujarnya.

Teguh menjelaskan bahwa partisipasi PII dalam IEAM 2026 tidak hanya memberikan wawasan tentang dinamika keinsinyuran internasional, tetapi juga membuka peluang untuk membangun hubungan strategis dengan negara-negara lain. Sebagai penyelenggara, PII berharap bisa menjadi perwakilan utama keinsinyuran Indonesia dalam pertemuan tingkat global tersebut. “Kita perlu memastikan bahwa Indonesia siap memberikan kontribusi signifikan, baik melalui inisiatif lokal maupun kompetensi teknis yang diakui secara internasional,” tambahnya.

Dukungan Pemimpin Daerah dan Masyarakat

Dalam upaya mempersiapkan IEAM 2027, PII telah bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan teknik. Salah satu langkah penting adalah mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah, khususnya Gubernur Bali I Wayan Koster. “Gubernur Bali I Wayan Koster menyambut baik rencana penyelenggaraan IEAM 2027, dan menyatakan kesiapannya untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut,” jelas Teguh. Ia menyoroti bahwa dukungan dari pemimpin daerah akan menjadi faktor kunci dalam menjadikan Bali sebagai tuan rumah yang mampu menampung partisipasi peserta dari seluruh dunia.

Menurut Teguh, Bali memiliki potensi besar sebagai lokasi penyelenggaraan IEAM karena kekayaan sumber daya manusia, infrastruktur, serta budaya yang mampu menarik minat peserta. Selain itu, wilayah Bali juga memiliki aksesibilitas yang baik, baik melalui transportasi udara maupun darat, sehingga memudahkan peserta dari berbagai negara. “Kami optimis bahwa Bali akan menjadi pilihan yang menarik bagi organisasi internasional lainnya,” kata Teguh dalam keterangan terpisah.

Hasil Konsultasi dan Persiapan Kegiatan

Persiapan penyelenggaraan IEAM 2027 telah dimulai secara intensif, dengan melibatkan berbagai stakeholder terkait. Teguh menjelaskan bahwa PII bersama lembaga-lembaga pendidikan teknik, kementerian terkait, serta organisasi keinsinyuran lokal telah melakukan konsultasi untuk memastikan kelancaran acara. “Kita perlu merancang agenda yang komprehensif, termasuk sesi diskusi teknis, pameran inovasi, dan pelatihan bagi insinyur muda,” katanya. Ia juga menyoroti bahwa penyelenggaraan IEAM 2027 akan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kemajuan teknologi dan pendidikan di Indonesia kepada masyarakat internasional.

Dalam kaitannya dengan IEAM 2026 di Afrika Selatan, Teguh menyatakan bahwa acara tersebut berperan penting dalam memperkuat jejaring kolaborasi antar negara. “IEAM di Afrika Selatan menjadi wadah penting untuk berbagi pengetahuan, membangun kemitraan, serta membahas isu-isu strategis yang memengaruhi masa depan profesi keinsinyuran global,” tambahnya. Hasil konsultasi dan diskusi di acara tersebut diyakini akan menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan IEAM 2027.

Kompetensi dan Visi Indonesia dalam Teknologi

PII menggambarkan Indonesia sebagai negara yang memiliki kompetensi teknis yang mumpuni, terutama di bidang inovasi dan penerapan teknologi. “Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia mampu menjadi bagian dari komunitas global keinsinyuran,” ujar Teguh. Ia menambahkan bahwa sebagai tuan rumah, Indonesia akan memastikan bahwa IEAM 2027 tidak hanya menjadi acara konsultasi, tetapi juga menjadi ajang promosi teknologi lokal yang berpotensi untuk dikembangkan di tingkat internasional.

Menurut Teguh, penyelenggaraan IEAM 2027 akan memberikan dampak positif bagi sektor keinsinyuran Indonesia, termasuk meningkatkan kualifikasi dan reputasi lembaga-lembaga pendidikan teknik. “Dengan adanya IEAM di Indonesia, kita bisa mendorong pengembangan sumber daya insinyur yang lebih berkualitas,” katanya. Ia juga menyoroti bahwa keberhasilan penyelenggaraan acara ini akan meningkatkan keterlibatan Indonesia dalam berbagai inisiatif global, termasuk kerja sama dalam proyek infrastruktur dan teknologi tinggi.

Sebagai penutup, Teguh menyampaikan harapan bahwa IEAM 2027 akan menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan insinyur Indonesia dalam mewakili negara ini di panggung dunia. “Kami yakin bahwa dengan persiapan yang matang, IEAM 2027 akan menjadi sukses besar, baik secara lokal maupun internasional,” pungkasnya. Dengan adanya dukungan pemerintah daerah dan masyarakat teknik, Teguh optimis bahwa Bali akan mampu menyukseskan acara tersebut sekaligus menjadi contoh bagi negara lain dalam penyelenggaraan kegiatan serupa.