Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Meeting Results: Kantor Bahasa dorong pekerja asing kuasai Bahasa Indonesia

Published June 5, 2026 · Updated June 5, 2026 · By Joseph Wilson

Kantor Bahasa Dorong Pekerja Asing Kuasai Bahasa Indonesia

Meeting Results - Dalam upaya meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia di tengah masyarakat internasional, Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo telah mengambil inisiatif untuk mempromosikan program penguasaan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Langkah ini bertujuan memperkuat kapasitas pekerja asing dalam berinteraksi secara efektif di lingkungan kerja dan kehidupan sosial di Gorontalo. Kebijakan tersebut dianggap penting dalam mendorong penerapan Bahasa Indonesia secara lebih luas, terutama di sektor pelayanan publik dan komunikasi lintas budaya.

Prioritas Penguasaan Bahasa Indonesia

Menurut Zamzam Hariro, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, program BIPA telah menjadi prioritas utama lembaganya. Ia menjelaskan bahwa kemampuan dasar berbahasa Indonesia diperlukan untuk memastikan pekerja asing dapat berkomunikasi dalam situasi sehari-hari, seperti mengakses layanan kependudukan, berbelanja, atau bahkan berinteraksi dengan warga lokal di ruang publik. "Kami berkomitmen untuk menjamin bahwa setiap tenaga kerja asing yang bekerja di Gorontalo memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang memadai, minimal menguasai frasa dasar seperti salam, permintaan, dan ucapan terima kasih," tutur Zamzam.

"Internasionalisasi Bahasa Indonesia bagi penutur asing merupakan salah satu program prioritas kami. Minimal semua orang asing yang bekerja di Gorontalo harus mengenal ungkapan-ungkapan dasar dalam Bahasa Indonesia," kata Zamzam.

Menurut Zamzam, masih banyak pekerja asing yang datang ke Gorontalo tanpa memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang cukup. Hal ini menciptakan tantangan dalam berkomunikasi, terutama saat menghadapi situasi yang membutuhkan interaksi langsung dengan masyarakat setempat. "Saya cukup prihatin ketika bertemu dengan pekerja asing yang sama sekali tidak bisa Bahasa Indonesia. Bahkan ada yang harus menggunakan bahasa isyarat saat berkomunikasi dengan petugas di bandara," ujarnya. Kondisi ini menurutnya menimbulkan hambatan dalam kegiatan sehari-hari, termasuk dalam penggunaan fasilitas umum.

Langkah-Langkah untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Indonesia

Untuk mengatasi masalah tersebut, Kantor Bahasa Gorontalo berencana berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing. Dalam program ini, pihaknya akan memberikan panduan berupa materi pembelajaran praktis yang bisa dipakai sebagai alat bantu oleh perusahaan. Materi tersebut dirancang agar lebih mudah diaplikasikan dalam lingkungan kerja, seperti pelatihan kecil yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pekerja asing.

Kabupaten Pohuwato menjadi salah satu daerah yang menjadi fokus utama program ini. Lokasi ini dipilih karena tingginya jumlah pekerja asing yang beraktivitas di sana, baik di bidang pertanian, konstruksi, maupun perdagangan. "Kami akan memediasi dengan pemerintah daerah dan perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing. Harapannya mereka tidak hanya mengenal ungkapan dasar, tetapi juga memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang memadai selama bekerja di Indonesia," lanjut Zamzam.

Manfaat dan Tujuan Program

Zamzam menekankan bahwa penguasaan Bahasa Indonesia oleh pekerja asing tidak hanya mempermudah komunikasi, tetapi juga memperkuat hubungan antarmanusia. Dengan kemampuan berbahasa yang baik, ia yakin pekerja asing akan lebih mudah beradaptasi dengan budaya lokal, serta mempercepat proses integrasi sosial di Gorontalo. "Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional adalah simbol kebangsaan yang wajib dihormati oleh siapa pun yang bekerja di Indonesia," ujarnya.

Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Zamzam mencontohkan bahwa di bandara, petugas pelayanan sering kali kesulitan memahami kebutuhan pekerja asing yang tidak bisa berbahasa Indonesia. Dengan adanya pelatihan yang sistematis, diharapkan situasi seperti itu dapat diminimalkan. "Kami ingin memastikan bahwa bahasa Indonesia bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga jembatan antarbudaya," tambahnya.

Peran dan Kemitraan Lembaga

Menurut Zamzam, Kantor Bahasa tidak akan bekerja sendirian. Ia menegaskan bahwa lembaga ini akan berkolaborasi dengan berbagai mitra, seperti dinas pendidikan, instansi pemerintah, dan perusahaan swasta, untuk memastikan program berjalan optimal. "Kerja sama ini sangat vital agar semua pekerja asing dapat memahami peran penting Bahasa Indonesia dalam kehidupan sosial dan profesional," jelasnya.

Dalam penyusunan materi pembelajaran, Kantor Bahasa juga mempertimbangkan kebutuhan setiap sektor. Misalnya, pekerja asing di bidang pertanian mungkin membutuhkan kosakata terkait panen dan perawatan tanaman, sementara mereka di sektor perdagangan membutuhkan frasa yang lebih terkait transaksi. Zamzam menambahkan bahwa langkah ini dilakukan untuk memastikan program BIPA tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga relevan dengan kondisi nyata di lapangan.

Peluang dan Tantangan

Program ini sekaligus membuka peluang bagi pekerja asing untuk mengakses peluang kerja yang lebih luas. Dengan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik, mereka diharapkan bisa lebih mudah berinteraksi dengan mitra bisnis, mengikuti pelatihan, serta meraih kesempatan promosi di dalam perusahaan. "Penguasaan Bahasa Indonesia juga dapat meningkatkan kepercayaan warga lokal terhadap pekerja asing, sehingga memperkuat hubungan kerja dan kehidupan sosial," tutur Zamzam.

Namun, tantangan tetap ada. Zamzam mengakui bahwa terdapat perbedaan tingkat kemampuan antarpekerja asing. Sebagian besar dari mereka hanya memiliki pengetahuan dasar, sementara sebagian lainnya mungkin sudah terbiasa berbicara bahasa Indonesia. Oleh karena itu, program ini dirancang secara bertahap, mulai dari pemahaman dasar hingga penggunaan berbagai ekspresi kontekstual yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Komitmen untuk Kebudayaan dan Kebersamaan

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, Kantor Bahasa juga memperhatikan aspek budaya. Zamzam menekankan bahwa bahasa adalah sarana untuk membangun kesadaran kolektif dan menghargai keanekaragaman budaya di Gorontalo. "Setiap pekerja asing yang mampu berbahasa Indonesia akan menjadi bagian dari masyarakat yang lebih harmonis," ujarnya. Ia berharap bahwa melalui program ini, pekerja asing tidak hanya mampu berkomunikasi, tetapi juga memahami nilai-nilai kebangsaan dan kebersamaan yang diwakili oleh Bahasa Indonesia.

Zamzam juga menyebutkan bahwa program ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan publik. "Kami ingin Bahasa Indonesia tidak hanya dianggap sebagai bahasa formal, tetapi juga sebagai alat untuk membangun komunikasi yang efektif dan penuh makna di berbagai sektor," tambahnya. Dengan dukungan pemerintah dan perusahaan, ia yakin program BIPA bisa mencapai tujuannya dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Keterlibatan Warga Lokal

Zamzam mengajak warga Gorontalo untuk turut serta dalam program ini. Ia berharap masyarakat bisa menjadi pemb