Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Meeting Results: Kemenko PM siapkan talenta pasar kerja global lewat Global Talent Day

Published June 24, 2026 · Updated June 24, 2026 · By Daniel Johnson

Kemenko PM Siapkan Talent Global untuk Pekerjaan di Pasar Internasional

Meeting Results - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) mengumumkan rencana penyelenggaraan acara Global Talent Day dan Kebumen Job Fair serta PMI Expo 2026 di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja Indonesia yang akan berangkat ke pasar kerja global. Menurut Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, kegiatan ini tidak hanya memberangkatkan pekerja migran, tetapi juga menyiapkan mereka secara menyeluruh sebelum memasuki lingkungan kerja di luar negeri.

Langkah Strategis dalam Membentuk Talent Global

Acara yang berlangsung selama tiga hari, 24 hingga 26 Juni 2026, akan menjadi wadah untuk melatih calon pekerja migran, siswa SMK, dan mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan pasar kerja internasional. Fokus utamanya adalah meningkatkan kompetensi, keahlian, dan perlindungan hukum bagi para peserta. Kemenko PM menekankan pentingnya pendekatan sistematis untuk memastikan bahwa setiap warga negara memiliki kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dalam program kerja global.

"Kita tidak sekadar memberangkatkan orang. Kita menyiapkan supaya mereka berangkat dengan terampil, terlindungi, dan tidak perlu khawatir," jelas Leontinus Alpha Edison dalam wawancara di Jakarta, Selasa. Menurutnya, peluang kerja di luar negeri terus berkembang, terutama di negara-negara yang mengalami perubahan demografi, seperti Jepang dan Jerman. Kebumen Job Fair dan PMI Expo 2026 bertujuan untuk memastikan calon pekerja migran diberikan akses yang aman dan profesional.

Penguatan Keterampilan dan Pemetaan Peluang

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, peserta akan mengikuti berbagai workshop yang dirancang oleh narasumber dari KP2MI, kedutaan negara tujuan penempatan, IOM Indonesia, serta BPJS Ketenagakerjaan. Materi yang disampaikan mencakup pelatihan bahasa, seperti Jepang, Korea, dan Jerman, serta kelas uji coba praktis yang membantu peserta mengasah kemampuan berkomunikasi. Selain itu, terdapat sesi job canvassing dan matchmaking yang mempertemukan calon pekerja migran dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), lembaga pelatihan, serta pusat uji kompetensi.

Kemenko PM memandang bahwa program SMK Go Global menjadi bagian integral dari upaya ini. Lulusan dari lembaga pendidikan vokasional diharapkan bisa mendapat bimbingan langsung untuk memasuki industri internasional. Kebumen Job Fair juga akan memberikan informasi terkini tentang sektor-sektor yang sedang berkembang, termasuk manufaktur, perawatan lansia, pariwisata, dan pertanian. Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menyambut baik langkah ini sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat setempat.

Global Talent Day: Dari Penguasaan Bahasa hingga Perlindungan Hukum

Pemilihan Kabupaten Kebumen sebagai lokasi utama acara ini bukan tanpa alasan. Daerah ini dikenal sebagai salah satu sentra perekrutan tenaga kerja migran, khususnya ke negara-negara Asia Tenggara dan Jepang. Kemenko PM menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam memberikan akses yang adil dan terjamin bagi masyarakat. "Saat ini, banyak warga Kebumen dan Jawa Tengah yang merantau ke luar negeri, dan kami ingin memastikan mereka berangkat dengan aman, terampil, dan terlindungi," ujar Lilis Nuryani.

Kebumen Job Fair dan PMI Expo 2026 dirancang untuk memperkuat kapasitas tenaga kerja melalui pendekatan multidisiplin. Peserta tidak hanya akan memperoleh pelatihan teknis, tetapi juga pemahaman tentang hak-hak pekerja migran, prosedur pendaftaran, dan mekanisme perlindungan di lingkungan kerja. Leontinus Alpha Edison menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang untuk menyebarluaskan informasi tentang praktik penempatan yang resmi dan mengurangi risiko penipuan melalui jalur tidak resmi.

Kebumen Job Fair: Kolaborasi Lintas Sektor untuk Penguatan Kualitas

Acara ini dirancang dengan kerja sama dari berbagai instansi, termasuk lembaga seperti IOM Indonesia, KP2MI, dan BPJS Ketenagakan. Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang mendukung keberhasilan pekerja migran dalam mencapai tujuan karier mereka. Selain itu, kegiatan tersebut juga akan memfasilitasi pertemuan antara calon pekerja migran dengan perusahaan-perusahaan yang menyediakan kesempatan kerja di luar negeri, serta lembaga-lembaga pelatihan yang terakreditasi.

Leontinus Alpha Edison menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi bahasa sebagai bagian dari persiapan menghadapi pasar kerja global. Dengan mengadakan open class trial bahasa Jepang, Korea, dan Jerman, peserta bisa memperoleh pengalaman langsung dalam berkomunikasi dengan pihak perekrut dan rekan kerja. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi model bagi daerah lain untuk mengadakan acara serupa, sehingga mendorong pemerataan pelatihan dan kesempatan kerja di tingkat nasional.

Proyeksi Pasar Kerja Global dan Tantangan yang Dihadapi

Permintaan tenaga kerja di luar negeri terus meningkat, terutama di negara-negara dengan populasi yang menua. Jepang dan Jerman menjadi contoh utama, karena sektor industri, perawatan lansia, serta pertanian membutuhkan tenaga tambahan. Namun, Leontinus Alpha Edison mengungkapkan bahwa peluang tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. "Banyak calon pekerja migran masih mengandalkan jalur non-prosedural, yang berpotensi menimbulkan masalah seperti penipuan atau kurangnya perlindungan," katanya.

Kemenko PM menekankan bahwa penyelenggaraan Global Talent Day dan Kebumen Job Fair bertujuan untuk mengubah pola perekrutan pekerja migran. Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga memberikan wawasan tentang sistem kerja internasional, pengelolaan waktu, dan adaptasi budaya. Dengan demikian, peserta tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga memiliki keahlian untuk berkembang di lingkungan kerja yang lebih dinamis.

Masa Depan Pekerja Migran Indonesia: Penguatan Melalui Infrastruktur yang Mumpuni

Kebumen Job Fair dan PMI Expo 2026 juga mencakup kegiatan pameran atau expo yang menampilkan perusahaan-perusahaan penempatan, layanan pelatihan, serta alat-alat pendukung untuk memast