Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

New Policy: Kunjungi SRT Tasik, MenPPPA: Pendidikan berkualitas hak setiap anak

Published June 19, 2026 · Updated June 19, 2026 · By Sandra Jones

Kunjungi SRT Tasik, MenPPPA: Pendidikan Berkualitas Hak Setiap Anak

New Policy - Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menekankan pentingnya Sekolah Rakyat sebagai solusi untuk memastikan setiap anak Indonesia memiliki akses yang merata terhadap pendidikan yang layak. Dalam kunjungan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 41 Tasikmalaya, Jawa Barat, ia menegaskan bahwa pendidikan yang berkualitas adalah kewajiban bersama untuk membentuk generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan. Menurut Arifah, keberhasilan pemimpin bangsa pada masa nanti bergantung pada bagaimana hak-hak anak saat ini dijamin secara komprehensif.

Langkah Strategis Pemerintah

Dalam kesempatan tersebut, Arifah mengungkapkan bahwa Sekolah Rakyat menjadi inisiatif pemerintah yang berorientasi pada penguatan kualitas pembelajaran. "Pendidikan yang memadai adalah kunci untuk membangun masyarakat yang berprestasi dan adil," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi, Jumat (tanggal yang disebutkan dalam sumber). Ia menyoroti bahwa anak-anak yang kurang mendapat perhatian dari orang tua atau lingkungan sekitar perlu didukung agar tidak tertinggal. "Jika nutrisi mereka tidak terpenuhi, mereka akan kesulitan mengikuti pelajaran. Jika kesehatan dan pendidikannya tidak diperhatikan, bagaimana mereka bisa berkembang secara maksimal?" tambahnya.

"Kalian memiliki kesempatan luar biasa untuk tumbuh menjadi individu yang berkualitas dan berguna bagi masyarakat, bangsa, serta negara. Manfaatkan fasilitas pembelajaran ini dengan sebaik-baiknya," ujar Arifah, sambil memberikan semangat kepada para siswa.

Kunjungan menPPPA ke SRT 41 Tasikmalaya bukan sekadar evaluasi program, tetapi juga bentuk komitmen untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan anak-anak di daerah. SRT dirancang sebagai lembaga pendidikan yang menggabungkan layanan gizi, kesehatan, dan pendidikan dalam satu tempat. Arifah menjelaskan bahwa kehadiran program ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan yang sering dialami oleh anak dari keluarga miskin atau rentan mengalami kesulitan belajar.

Dampak Positif untuk Anak Rentan

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SRT 41 Tasikmalaya, Dika Restu Rohmana, mengapresiasi upaya pemerintah dalam memberikan kesempatan belajar yang lebih luas. "Sekolah Rakyat ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga pusat pengembangan potensi anak-anak yang kurang beruntung," jelas Dika. Ia menyebutkan bahwa program ini memberikan dampak signifikan, terutama bagi anak dari desil 1 dan 2, yang sering kesulitan mengakses pendidikan yang memadai. "Dengan pendekatan holistik, mereka bisa berkembang secara komprehensif, mulai dari aspek fisik hingga mental," tambahnya.

"Sekolah Rakyat hadir untuk merangkul dan memuliakan anak-anak yang kondisi huniannya belum memadai, memiliki orang tua yang berpisah, atau menjadi korban perundungan. Di sini, seluruh siswa diberi kesempatan yang sama untuk berkembang," kata Dika.

Dika menambahkan bahwa SRT memberikan ruang bagi anak-anak untuk merajut harapan dan membangun cita-cita, sejalan dengan amanat pembukaan UUD 1945 yang menekankan pentingnya pendidikan nasional. "Program ini membantu mereka yang tadinya ragu untuk melanjutkan studi, karena semua fasilitas dan bantuan sudah disediakan secara lengkap," ujarnya. Dikatakan pula bahwa keberadaan SRT bisa menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lainnya dalam menerapkan pendekatan inklusif.

Komitmen untuk Masa Depan

Kehadiran Sekolah Rakyat di Tasikmalaya, yang berlokasi di tengah perkotaan, menunjukkan bahwa pemerintah menerapkan strategi yang lebih tepat sasaran. Arifah menyoroti bahwa kualitas pendidikan tidak hanya tergantung pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pengelolaan dan pendekatan pedagogis yang humanis. "Kita perlu memastikan setiap anak merasa dihargai, karena ini adalah fondasi dari keberhasilan mereka di masa depan," tegasnya.

"Program ini membuktikan bahwa pendidikan bisa menjadi alat untuk meratakan kesempatan, bahkan bagi anak-anak yang secara ekonomi atau sosial berada di posisi yang lebih tertinggal," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi.

Menurut Arifah, SRT menjadi solusi inovatif dalam mengatasi masalah kemiskinan edukasi. Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini didasari oleh kebutuhan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. "Kita harus menjamin bahwa setiap anak, terlepas dari latar belakangnya, bisa meraih impian mereka," ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung program serupa di berbagai wilayah untuk memperluas cakupan manfaatnya.

Peran Sekolah Rakyat dalam Membentuk Generasi Emas

Arifah menegaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah bagian dari upaya menciptakan generasi emas yang unggul di berbagai aspek. "Dengan memadukan gizi, kesehatan, dan pendidikan, kita memberikan dasar yang kuat untuk masa depan mereka," tuturnya. Ia menyebutkan bahwa program ini tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kebiasaan baik yang bisa membangun kesejahteraan jangka panjang. "Anak-anak yang diberi lingkungan belajar yang nyaman akan lebih mudah mencapai potensi maksimal mereka," kata Arifah.

"Kita harus menyadari bahwa pendidikan berkualitas adalah bagian dari hak asasi anak. Jika kita tidak menjamin hal ini, maka generasi muda akan sulit memenuhi tugas mereka sebagai penerus bangsa," ungkap Arifah, menutup pidatonya dengan semangat penuh.

Di sisi lain, Dika menyoroti bahwa SRT 41 Tasikmalaya menjadi contoh sukses dalam menerapkan model pendidikan terpadu. "Anak-anak yang dulu merasa tidak memiliki masa depan kini bisa bangkit dengan bantuan dari program ini," ujarnya. Ia menyebutkan bahwa program ini tidak hanya mengurangi kesenjangan, tetapi juga meningkatkan partisipasi anak-anak dalam sistem pendidikan nasional. "Sekolah Rakyat membuktikan bahwa pendidikan bisa menjadi alat transformasi bagi kehidupan yang lebih baik," tambah Dika.

Kunjungan MenPPPA ke SRT Tasikmalaya juga menjadi momentum untuk meninjau kembali kebijakan pendidikan di daerah. Arifah menekankan bahwa pemerintah perlu terus berinovasi agar anak-anak dari segala latar belakang bisa diberikan kesempatan belajar yang setara. "Sekolah Rakyat adalah langkah strategis yang harus terus dikembangkan," ujarnya. Dengan pendekatan holistik, program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga mendorong keberlanjutan dalam pembelajaran anak-anak di masa depan.

Arifah menyatakan bahwa keberhasilan program SRT akan menjadi bekal penting bagi pengembangan kebijakan pendidikan nasional. "Kita perlu memastikan bahwa setiap anak, walaupun dari keluarga miskin, bisa memiliki akses yang sama terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan," katanya. Ia juga mengharapkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat program ini. "Karena pendidikan tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama sebagai bagian dari perjuangan untuk kese