Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Siswa SDN 14 Dangin Puri latih kemandirian lewat MBG prasmanan

Published October 14, 2026 · Updated October 14, 2026 · By Sandra Jones - fukushimask.com

Foto : Sandra Jones - fukushimask.com

MBG Prasmanan di SDN 14 Dangin Puri Dorong Siswa Lebih Mandiri

Fukushimask.com – SDN 14 Dangin Puri di Denpasar, Bali, menjalankan uji coba pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan untuk membangun kemandirian sekaligus tanggung jawab siswa. Dalam skema ini, anak-anak tidak sekadar menerima makanan, tetapi juga bergantian membantu menyiapkan dan membagikan sajian kepada teman mereka.

Program percontohan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan MBG di Bali yang diselenggarakan Polda Bali. Dapur pusat program berada di Jalan Plawa, Denpasar. Uji coba pembagian bergaya prasmanan mulai diterapkan pada Senin, 5 Oktober 2026, dan dirancang berlangsung selama 10 hari kerja.

SDN 14 Dangin Puri memiliki 205 penerima manfaat MBG, mulai dari siswa kelas 1 hingga kelas 6. Namun, penerapan prasmanan pada masa uji coba difokuskan bagi 63 siswa kelas 5 dan kelas 6. Pemilihan kelas tinggi dilakukan karena mereka dinilai lebih siap menjalankan tugas pelayanan makanan secara bergantian.

Siswa Bergilir Melayani Teman

Kepala SDN 14 Dangin Puri Ni Luh Sriwati menilai pola pembagian makanan ini memberi ruang belajar yang berbeda bagi para siswa. Anak-anak belajar menyelesaikan tugas, bekerja sama, serta memperhatikan kebutuhan teman selama waktu makan berlangsung.

“Untuk mandiri iya, kalau memang kita lihat untuk mengajar siswa itu memang betul mengajari anak-anak untuk bertanggung jawab, dia bisa mandiri, yaitu dengan saling melayani teman-temannya untuk pengambilan makanan prasmanan,” kata Kepala SDN 14 Dangin Puri Ni Luh Sriwati di Denpasar, Selasa.

Setiap hari terdapat lima siswa yang menjalankan peran sebagai petugas. Penugasan tidak diberikan kepada anak yang sama terus-menerus. Sekolah mengatur giliran agar seluruh siswa kelas 5 dan 6 yang terlibat memperoleh pengalaman serupa dalam melayani rekan-rekannya.

“Untuk sementara ini karena anak kelas tinggi di kelas 5 dan kelas 6, kita gilirkan karena petugasnya kan lima orang biar tidak anak itu saja, bergilir dari siswa untuk siswa,” ujar Sriwati.

Prasmanan membuat proses makan menjadi aktivitas bersama. Siswa yang bertugas perlu mengambil makanan, menggunakan alat penjepit, lalu membagikannya dengan tertib. Di sisi lain, siswa lain perlu menunggu giliran dan mengikuti alur pengambilan makanan. Pola ini menempatkan kedisiplinan, kesabaran, dan kebersamaan sebagai bagian dari pengalaman makan di sekolah.

Waktu Istirahat Menjadi Tantangan

Di balik manfaat pembelajaran karakter, sekolah juga menghadapi persoalan pengaturan waktu. Pembagian melalui prasmanan membutuhkan durasi lebih panjang dibandingkan pola sebelumnya, ketika makanan dari dapur sudah tersedia dalam wadah ompreng dan dapat langsung dibagikan kepada siswa.

“Sejauh ini kondusif, cuma di sini memerlukan waktu lebih lama, 30 menit dari MBG yang sebelumnya karena anak yang lain selain kelas 5-6 langsung pakai ompreng,” ujarnya.

Tambahan waktu itu berpengaruh pada kesempatan siswa untuk beristirahat. Jam pelajaran berikutnya dimulai pukul 10.00 Wita, sehingga jeda antara kegiatan makan dan kembali belajar menjadi sangat terbatas. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan selama masa percobaan berlangsung.

“Iya, ngepas, kadang-kadang anak-anak ya tidak bisa istirahat, kurang jam istirahat jadinya karena waktu belajarnya sudah mulai jam 10,” ucapnya.

Tantangan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan makan bersama di sekolah tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan menu. Pengaturan antrean, jumlah petugas, kecepatan penyajian, dan jadwal pelajaran turut menentukan apakah kegiatan dapat berjalan nyaman bagi siswa. Pengalaman selama 10 hari kerja dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat keseimbangan antara nilai pendidikan dari sistem prasmanan dan kebutuhan waktu belajar anak.

Menu Dinilai Lebih Segar

Sejumlah siswa menilai sajian dalam sistem prasmanan memiliki keunggulan dari sisi rasa dan kesegaran. Makanan disajikan saat masih hangat, sehingga pengalaman makan terasa berbeda dibandingkan paket yang telah ditempatkan terlebih dahulu dalam ompreng.

Made Bagus Canendra Widi Putra, siswa kelas 5 yang ikut menjalankan tugas pembagian makanan, merasakan perbedaan tersebut. Baginya, makanan prasmanan terasa lebih menarik karena masih baru selesai dimasak ketika disajikan.

“Kalau mendapatkan MBG prasmanan itu rasanya lebih enak dibanding MBG yang langsung di ompreng karena masih baru matang banget gitu,” kata Made Bagus.

Pengalaman bertugas juga memberi pelajaran praktis bagi Made Bagus. Pada awalnya, ia masih menyesuaikan diri saat memakai penjepit untuk mengambil makanan. Kesulitan kecil itu tidak mengurangi minatnya untuk kembali menjadi petugas pada kesempatan berikutnya.

“Kalau menurut saya sih gampang, tapi karena belum terbiasa bagian mencapit-capit itu jadinya agak jatuh-jatuh sering,” tuturnya.

Meski baru pertama kali melayani teman-teman sekelasnya dalam pembagian MBG, ia mengaku menikmati peran tersebut.

“Iya pertama, tapi mau lagi jadi petugas,” ucapnya penuh semangat.

Antusiasme siswa menjadi salah satu unsur penting dalam pelaksanaan uji coba ini. Anak-anak juga berharap konsep prasmanan dapat dilanjutkan karena menu yang tersedia berubah-ubah dan dinilai lezat. Bagi sekolah, kegiatan tersebut bukan hanya tentang pembagian makanan bergizi, melainkan juga kesempatan untuk membiasakan anak terlibat, bertanggung jawab, dan saling membantu dalam aktivitas sehari-hari.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Siswa SDN 14 Dangin Puri latih?

Siswa SDN 14 Dangin Puri latih is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Siswa SDN 14 Dangin Puri latih matter?

Siswa SDN 14 Dangin Puri latih matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.