Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Special Plan: Program JKN dampingi Nurbaya lewati 35 kali radioterapi

Published Mei 23, 2026 · Updated Mei 23, 2026 · By David Anderson

Program JKN Memberikan Dukungan Kesehatan untuk Nurbaya yang Menghadapi 35 Sesi Radioterapi

Special Plan - Di tengah tantangan kehidupan yang penuh, Nurbaya, seorang perempuan dari Halmahera Tengah, berhasil mengatasi penyakit kanker serviks berkat bantuan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kanker stadium 2B yang dideritanya membutuhkan penanganan intensif, terutama melalui 35 kali sesi radioterapi yang dilakukan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Tanpa Program JKN, biaya pengobatan yang besar bisa menjadi beban berat bagi keluarga, tetapi kini ia hanya perlu menikmati layanan kesehatan yang diberikan secara gratis.

Momen Tersulit di Awal Perjalanan Pengobatan

“Agustus 2025 lalu menjadi saat terberat dalam hidup saya dan keluarga,” kata Nurbaya saat ditemui di Ternate, Sabtu. Saat itu, dia menerima diagnosis kanker serviks stadium 2B setelah menjalani pemeriksaan di RSUD Weda. Nyeri yang dirasakannya mengganggu kegiatan sehari-hari, membuatnya harus segera berpindah ke Makassar untuk penanganan lanjutan. “Dokter menyarankan saya untuk dirujuk ke Makassar karena kondisi kanker sudah menyebar ke jaringan sekitar leher rahim, meski belum sampai ke dinding panggul atau vagina bawah,” tambahnya.

“Awalnya saya sering merasakan nyeri dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Pas diperiksa di RSUD Weda, dokter bilang kalau saya kena kanker serviks stadium 2B. Makanya, saya harus langsung dirujuk ke Makassar (Sulawesi Selatan) buat penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Nurbaya menjadi peserta BPJS Kesehatan karena iurannya di bantu Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah. Hal ini memudahkan proses pengobatan, karena dia tidak perlu menghadapi masalah birokrasi sebelum mendapatkan rujukan berjenjang. “Sebagai peserta JKN, saya tidak perlu repot memikirkan biaya pengobatan. Semua urusan langsung dipermudah, mulai dari pendaftaran hingga penerimaan obat,” katanya.

Jalani Radioterapi Secara Rutin

Dari hasil pemeriksaan ulang, sel kankernya memang sudah menyebar ke bagian-bagian sekitar leher rahim. Untuk mengatasi kondisi tersebut, dokter memutuskan mengobati Nurbaya dengan radioterapi yang harus dijalani secara berkala. Selama 35 kali sesi, ia mengatakan bahwa pelayanan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo sangat efektif. “Semua proses berjalan lancar tanpa kendala administrasi yang membingungkan. Layanan yang diberikan tidak hanya cepat, tetapi juga sesuai kebutuhan,” papar Nurbaya.

“Ada sekitar 35 kali saya ikut terapi radiasi dan Alhamdulillah pelayanannya sangat baik. Dari urusan pendaftaran, konsul dokter, sampai dikasih obat, semuanya serba cepat dan tidak pakai ribet. Yang paling penting, tidak ada biaya tambahan sepeser pun,” kata Nurbaya.

Dengan bantuan Program JKN, Nurbaya tidak perlu cemas mengenai biaya pengobatan. Ini memberinya rasa tenang di tengah kondisi tubuh yang terus menurun. “Saya sangat bersyukur ada Program JKN. Pengobatan saya semuanya gratis, tidak bayar sepeser pun. JKN ini benar-benar membantu masyarakat kecil seperti saya yang harus bolak-balik ke rumah sakit,” lanjutnya.

Gotong Royong yang Dapat Dirasakan Secara Nyata

Prinsip gotong royong yang dianut JKN terbukti memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sehat bantu yang sakit, menjadi semboyan yang diwujudkan dalam layanan kesehatan penuh. Dalam kasus Nurbaya, biaya pengobatan yang biasanya menghabiskan jutaan rupiah menjadi tidak terasa berat. “Karena status kepesertaan saya aktif, akses ke fasilitas kesehatan yang layak pasti terjamin,” ujarnya.

“Terima kasih BPJS Kesehatan. Saya cuma berharap program ini terus berjalan dan membawa manfaat buat kita semua,” pungkas Nurbaya.

Perjalanan Nurbaya menunjukkan bagaimana Program JKN dapat menjadi harapan bagi pasien yang menghadapi penyakit berat. Dengan biaya pengobatan yang ditanggung penuh, dia tidak hanya bisa fokus pada pemulihan, tetapi juga menjalani kehidupan sehari-hari tanpa beban finansial. “Saya tidak sanggup membayangkan harus mengeluarkan uang sebanyak itu kalau tidak punya BPJS. Ini menjadi bukti nyata bahwa kesehatan harus dijamin untuk semua lapisan masyarakat,” tambahnya.

Kesadaran Masyarakat tentang Manfaat JKN

Cerita Nurbaya bukanlah yang pertama dari banyaknya kasus serupa. Ia menjadi salah satu contoh bagaimana Program JKN mampu mengurangi beban hidup pasien kanker dan penyakit lainnya. Sistem rujukan berjenjang serta perlindungan biaya pengobatan yang komprehensif membuat pengaksesan layanan kesehatan lebih mudah. Di tengah tantangan perekonomian, keberadaan JKN menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan fasilitas kesehatan tanpa mengorbankan kualitas perawatan.

Kepesertaan dalam Program JKN juga memberikan kepastian bagi pasien yang membutuhkan perawatan jangka panjang. Nurbaya menjelaskan bahwa selama menjalani 35 kali radioterapi, ia tidak pernah merasa dihargai atau ditinggalkan. “Layanan di sini tidak hanya teknis, tetapi juga emosional. Saya merasa didukung oleh tim medis dan pihak yang bertanggung jawab atas program ini,” ujarnya.

Harapan Masa Depan untuk Program JKN

Untuk memperkuat dampak positifnya, Nurbaya berharap Program JKN terus berkembang dan diperluas. Ia yakin dengan keberlanjutan program ini, banyak lagi pasien akan mendapatkan perlindungan sehat. “Saya yakin jika JKN terus berjalan, masyarakat akan semakin sehat dan terhindar dari beban biaya yang memusingkan,” katanya.

Dukungan dari JKN juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi kesehatan. Sebagai peserta aktif, Nurbaya merasa bahwa ia tidak hanya menerima manfaat, tetapi juga memperkuat sistem yang mengutamakan kesehatan nasional. Dengan semua fasilitas yang diberikan, pengobatan kanker bisa menjadi lebih mudah dan terjangkau. “Kanker memang penyakit yang berat, tetapi dengan bantuan JKN, saya bisa mengatasi tantangan ini,” pungkasnya.

Program JKN memperlihatkan bagaimana gotong royong dapat diwujudkan melalui sistem kesehatan yang terstruktur. Setiap peserta yang aktif menjadi bagian dari keberhasilan ini, dan seperti Nurbaya, banyak pasien lain juga merasakan manfaatnya. Dengan biaya pengobatan yang terjangkau, masyarakat bisa berjuang melawan penyakit tanpa khawatir menghabiskan tabungan. Ini adalah langkah penting dalam membangun kesehatan nasional yang lebih merata dan berkualitas.