Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Special Plan: Wamendiktisaintek sebut perguruan tinggi harus membangun keberlanjutan

Published June 7, 2026 · Updated June 7, 2026 · By Matthew Taylor

Wamendiktisaintek: Perguruan Tinggi Perlu Menjaga Keberlanjutan untuk Menghadapi Tantangan Masa Kini

Special Plan - Kota Madiun menjadi tempat pembicaraan penting yang dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Profesor Fauzan. Dalam kunjungan kerjanya ke Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT), ia menekankan bahwa institusi pendidikan tinggi harus mampu menciptakan keteruslajutan agar tetap relevan dalam menjawab tantangan masyarakat kontemporer. Dalam pidatonya, Fauzan mengungkapkan bahwa perguruan tinggi tidak boleh hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga harus mampu memastikan bahwa keberlanjutan kelembagaan dan tata kelola Tri Dharma Pendidikan dapat terwujud.

Pembangunan Keberlanjutan Sebagai Tanggung Jawab Utama

Dalam konteks yang semakin dinamis, Fauzan menegaskan bahwa perguruan tinggi perlu menyesuaikan diri dengan kebutuhan lingkungan sekitar. "Jangan sampai perguruan tinggi tidak paham siapa yang akan menggunakan lulusannya," ujar Fauzan dalam sesi diskusi yang dihadiri oleh para stakeholder kampus. Ia menekankan bahwa keteruslajutan bukan hanya tentang jangka panjang, tetapi juga tentang keberlanjutan daya saing dan kemampuan untuk bertahan di tengah perubahan teknologi serta ekonomi yang cepat.

"Perguruan tinggi harus memberikan kepastian kapan lulus, kemudian yang memiliki jaringan luas, dan perguruan tinggi yang bisa menjamin keberlangsungan hidup mahasiswa dalam arti mudah mencari pekerjaan,"

Menurut Fauzan, keberhasilan perguruan tinggi bergantung pada kemampuannya untuk menyediakan layanan yang memenuhi ekspektasi mahasiswa. Ia mengatakan, ada tiga hal kunci yang perlu diperhatikan: pertama, keselarasan antara kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja; kedua, penguatan kerja sama dengan dunia usaha dan industri; dan ketiga, keberlanjutan dalam penyelenggaraan pendidikan. "Perguruan tinggi harus memiliki kejelasan dalam pengelolaan sumber daya, baik secara akademik maupun non-akademik," tambahnya.

Hal tersebut disampaikan Fauzan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan yang menegaskan peran penting perguruan tinggi dalam pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam menjalankan tugas utamanya, kampus harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. "Perguruan tinggi adalah penyangga peradaban, dan keteruslajutan menjadi jaminan bahwa peran ini tidak hanya akan bertahan, tetapi juga akan berkembang," ujarnya.

Hasil Riset Dewan Pendidikan Tinggi sebagai Dasar Panduan

Persiapan UMJT dalam membangun keberlanjutan didukung oleh hasil riset Dewan Pendidikan Tinggi yang dilakukan di Kementerian Diktisaintek. Menurut Fauzan, data tersebut mengungkapkan bahwa calon mahasiswa dan orang tua lebih memprioritaskan perguruan tinggi yang mampu menjamin kualitas pendidikan serta keterampilan yang bisa langsung diterapkan di lapangan. "Riset ini menjadi bukti bahwa keberlanjutan tidak hanya tentang akademik, tetapi juga tentang tanggung jawab terhadap masa depan peserta didik," jelasnya.

Para pemangku kepentingan dalam pendidikan tinggi mengakui bahwa sistem Tri Dharma Pendidikan—yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian—perlu dikelola secara terpadu. Dengan demikian, keberlanjutan kelembagaan menjadi prioritas dalam menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Fauzan menekankan bahwa perguruan tinggi harus mampu membangun kekuatan eksternal, seperti kemitraan dengan perusahaan atau lembaga swasta, sebagai bagian dari strategi menghadapi masa depan.

UMJT dalam Fase Transformasi yang Berpotensi

Saat ini, UMJT yang sebelumnya dikenal sebagai Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) tengah menjalani proses transformasi menjadi institusi yang lebih modern. Fauzan menyebutkan bahwa dengan status baru sebagai UMJT, kampus ini memiliki kesempatan besar untuk membangun fondasi yang kuat. "Mumpung masih baru, harus bisa dipetakan hal-hal yang harus dilakukan," kata Fauzan. Ia menyarankan agar UMJT bisa merancang strategi yang terukur dan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan serta kerja sama dengan sektor swasta.

Dalam pengelolaan keberlanjutan, Fauzan juga menyoroti pentingnya pelayanan yang humanis kepada mahasiswa. Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi tempat untuk memenuhi tugas administratif, tetapi juga harus mampu menciptakan lingkungan yang nyaman dan memotivasi para mahasiswa. "Pelayanan harus humanis, tidak hanya melayani mahasiswa tapi melayani agar mahasiswa merasa senang," terang Fauzan. Ia menambahkan bahwa pengalaman belajar yang baik akan mempengaruhi kepercayaan mahasiswa terhadap kampus dan menentukan suksesnya pendidikan tinggi dalam jangka panjang.

Peluang dan Tantangan dalam Menjaga Daya Saing

Keteruslajutan pendidikan tinggi juga terkait dengan kemampuan institusi dalam meningkatkan daya saing di tengah persaingan global. Fauzan menuturkan bahwa perguruan tinggi harus menjadi penggerak dalam inovasi pendidikan, seperti penerapan teknologi digital di berbagai aspek pembelajaran. "Dengan perubahan nama, UMJT harus bisa menjadi contoh inovatif dalam menjawab tantangan ekonomi dan teknologi," kata Fauzan. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif dari dunia usaha dalam menyediakan program studi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

UMJT, yang baru mengalami perubahan nama pada 5 Mei 2026 melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 480/B/O/2026, memiliki berbagai program studi strategis yang dirancang untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pasar. Program-program seperti Administrasi Kesehatan, Biokewirausahaan, dan Ilmu Aktuaria dianggap sebagai bagian dari langkah proaktif kampus untuk memperkuat keberlanjutan. Selain itu, kampus ini juga menyediakan program unggulan seperti Ilmu Komunikasi, Ilmu Lingkungan, serta Kebidanan (D3), yang menawarkan peluang karier yang luas.

Peran Perguruan Tinggi dalam Membentuk Generasi Masa Depan

Dalam pidatonya, Fauzan menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi penerus bangsa. "Perguruan tinggi harus mampu menjadi jembatan antara pendidikan dengan dunia kerja," ujarnya. Ia menyoroti bahwa dalam era yang berubah cepat, kampus harus mampu menciptakan kurikulum yang fleksibel dan adaptif. "Program yang relevan akan menjadi penjamin bahwa mahasiswa tidak hanya lulus, tetapi juga siap menghadapi tantangan nyata di masyarakat," kata Fauzan.

Pengelolaan Tri Dharma Pendidikan yang efektif adalah kunci dalam mencapai keberlanjutan. Dengan menggabungkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, kampus bisa menciptakan lingkungan yang kolaboratif dan bermakna. Fauzan menekankan bahwa perguruan tinggi perlu membangun hubungan yang kuat dengan industri, karena keberhasilan program studi tidak bisa terlepas dari kebutuhan pasar kerja. "Kerja sama ini akan menjadi penentu keberlanjutan pendidikan tinggi di masa depan," ujarnya.

Dalam kesimpulan, Fauzan mengajak seluruh sivitas akademika UMJT untuk bersama-sama menciptakan kampus yang berdaya saing. Ia berharap bahwa dengan langkah-langkah strategis dan kolaborasi yang kuat, UMJT dapat menjadi perguruan tinggi besar yang