Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Undip kumpulkan pakar dunia bahas tata kelola lingkungan

Published September 12, 2026 · Updated September 12, 2026 · By David Garcia - fukushimask.com

Foto : David Garcia - fukushimask.com

ICISPE 2026 Soroti Keterkaitan Tata Kelola dan Krisis Lingkungan

Fukushimask.com – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mempertemukan akademisi dari Indonesia dan sejumlah negara dalam International Conference on Indonesian Social and Political Enquiries (ICISPE) 2026. Forum yang berlangsung di kampus Undip pada Jumat itu menempatkan tata kelola lingkungan sebagai tema utama diskusi.

Konferensi ini mengangkat tema “Bridging Governance and Ecology: Navigating Energy Policy, Environmental Protection, and Climate Governance”. Pembahasan diarahkan pada hubungan antara kebijakan pemerintahan, pilihan energi, perlindungan lingkungan, serta respons terhadap perubahan iklim.

Isu tersebut dinilai semakin relevan karena dampak kerusakan lingkungan tidak lagi berada dalam ruang diskusi yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Perubahan kondisi iklim telah dirasakan oleh banyak wilayah di dunia, sementara kota-kota pesisir juga menghadapi tantangan yang berkaitan dengan banjir dan rob.

Lingkungan sebagai tanggung jawab lintas generasi

Wakil Rektor Undip Wijayanto menekankan bahwa pembicaraan mengenai lingkungan harus diposisikan sebagai tanggung jawab bersama terhadap generasi masa depan. Ia menilai persoalan ekologis kini telah menjadi perhatian global yang tidak dapat dipisahkan dari arah pembangunan dan tata kelola pemerintahan.

“Percakapan dunia hari ini adalah tentang masalah-masalah lingkungan hidup. Ini adalah utang kita kepada generasi yang akan datang, generasi yang hari ini baru lahir, gen Z, dan juga yang akan lahir di masa depan,” kata Wijayanto.

Ia mengingatkan bahwa dampak perubahan iklim telah muncul di berbagai kawasan, termasuk gelombang panas yang melanda Prancis. Di Indonesia, Semarang memiliki konteks tersendiri sebagai kota pesisir yang menghadapi persoalan banjir dan rob, yang berkaitan dengan perubahan iklim.

“Jika kita tidak bicara tentang lingkungan, maka kemudian kita tertinggal dari percakapan dunia,” katanya.

Pernyataan itu menggambarkan pentingnya melihat lingkungan bukan hanya sebagai urusan pelestarian alam. Kebijakan energi, perencanaan kota, perlindungan wilayah pesisir, serta keputusan pemerintahan dapat saling berkaitan ketika masyarakat menghadapi risiko perubahan iklim. Karena itu, kajian sosial dan politik memiliki ruang penting untuk membahas cara keputusan publik dibentuk dan dijalankan.

Akademisi Indonesia dan luar negeri berdiskusi

Dekan FISIP Undip Teguh Yuwono menyampaikan bahwa ICISPE 2026 menghadirkan pembicara dari lingkungan perguruan tinggi nasional maupun internasional. Salah satu pembicara dari dalam negeri adalah Prof. Sudharto P. Hadi atau Prof. Darto, mantan Rektor Undip.

“Jadi, selain narasumber dari dalam, ada Prof. Darto (Sudharto P. Hadi), ada juga narasumber lain yang diambil dari beberapa perguruan tinggi asing,” kata Teguh.

Sejumlah akademisi luar negeri juga terlibat dalam konferensi tersebut, di antaranya Prof. Mamoon Allan dari University of Jordan, Yordania, serta Dr. Wai Man Natalie Wong dari National Chengchi University, Taiwan. Kehadiran para pembicara ini memperluas pertukaran gagasan tentang tantangan tata kelola lingkungan dari beragam perspektif akademik.

ICISPE mempertemukan peneliti dan akademisi dari Indonesia serta negara lain untuk mengkaji tata kelola pemerintahan, kebijakan energi, perlindungan lingkungan, dan perubahan iklim. Ruang seperti ini memungkinkan isu lingkungan dibahas bersama persoalan kelembagaan dan kebijakan, bukan semata-mata dari sisi teknis.

Prof. Sudharto P. Hadi menilai pelaksanaan ICISPE yang kini memasuki tahun ke-11 memperlihatkan perkembangan yang positif. Tema lingkungan tahun ini, kata dia, membuka peluang pembahasan dari banyak sudut pandang.

“Kemudian, tema tahun ini adalah environmental governance. Jadi, environmental governance dilihat dari berbagai perspektif,” kata mantan Rektor Undip tersebut.

Target penguatan publikasi ilmiah

Selain menjadi forum pertukaran pemikiran, ICISPE 2026 juga diarahkan untuk memperkuat reputasi akademik FISIP Undip di tingkat internasional. Teguh menjelaskan bahwa artikel dan prosiding dari konferensi akan melalui proses seleksi dan penelaahan panitia sebelum dipublikasikan dalam prosiding terindeks Scopus.

Publikasi ilmiah menjadi salah satu keluaran penting dari penyelenggaraan seminar internasional. Proses seleksi dan penelaahan diperlukan agar naskah yang dihasilkan dapat memenuhi standar publikasi yang ditetapkan oleh forum ilmiah tersebut. Bagi perguruan tinggi, hasil riset yang dipublikasikan juga menjadi bagian dari kontribusi akademik terhadap diskusi yang lebih luas.

“Semua seminar ini produknya adalah artikel Scopus. Kami akan mendapat sekitar 100 dan itu akan berkontribusi untuk Undip yang menargetkan sekitar 3.000 artikel Scopus,” katanya.

Target sekitar 100 artikel dari kegiatan ini diharapkan mendukung sasaran Undip untuk mencapai sekitar 3.000 artikel Scopus. Dengan demikian, ICISPE tidak hanya menghadirkan percakapan tentang persoalan lingkungan, tetapi juga membuka jalur bagi pengembangan karya ilmiah yang lahir dari pertemuan para peneliti.

Fokus konferensi pada tata kelola lingkungan menegaskan bahwa perubahan iklim dan perlindungan lingkungan memerlukan perhatian lintas disiplin. Ketika kebijakan energi, tata kelola pemerintahan, dan kondisi ekologis dibahas secara beriringan, forum akademik dapat membantu memperkaya pemahaman tentang tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini dan generasi yang akan datang.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Undip kumpulkan pakar dunia bahas tata?

Undip kumpulkan pakar dunia bahas tata is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Undip kumpulkan pakar dunia bahas tata matter?

Undip kumpulkan pakar dunia bahas tata matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.