What Happened During: Gubernur Bali tutup PKB 2026 dengan 1,8 juta pengunjung sebulan
What Happened During PKB 2026: Rekor Kunjungan 1,8 Juta Pengunjung
What Happened During - Denpasar – Gubernur Bali, Wayan Koster, secara resmi telah menutup penyelenggaraan festival seni terbesar di Pulau Dewata, yaitu Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Acara yang berlangsung selama satu bulan penuh ini berhasil menarik perhatian sebanyak 1.822.857 pengunjung dari berbagai kalangan. Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. What Happened During acara ini menjadi momen bersejarah bagi perkembangan pariwisata dan kebudayaan Bali.
Menurut Gubernur Koster, jumlah pengunjung yang tercatat belum termasuk pada malam penutupan atau hanya sampai tengah hari sebelumnya saja sudah melampaui angka 1,8 juta orang. Sebagai perbandingan, pada tahun lalu jumlah pengunjung tercatat sebesar 1,6 juta orang. Dengan demikian, terjadi kenaikan sekitar 200.000 orang lebih dalam kurun waktu satu tahun. Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan strategi promosi dan peningkatan kualitas penyelenggaraan festival.
Partisipasi dan Karya Seni yang Meningkat Pesat
PKB 2026 mengusung tema Atma Kerthi: Jiwa Siddha Parishudha dan diselenggarakan mulai tanggal 13 Juni hingga 11 Juli. Festival ini tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan ke Taman Budaya Art Centre, tetapi juga menunjukkan perkembangan di berbagai aspek lainnya. Dari sisi partisipasi, tercatat sebanyak 673 lembaga atau kelompok seni yang aktif mempersembahkan karya-karya terbaik mereka. Jumlah ini mengalami lonjakan dibandingkan PKB tahun lalu yang hanya diikuti oleh 517 sanggar.
Jika dihitung secara keseluruhan, total seniman yang mengisi PKB 2026 mencapai 20.929 orang. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 4,2 persen dari tahun sebelumnya. Gubernur Bali juga menyoroti peningkatan jumlah karya seni yang ditampilkan. Tahun ini sebanyak 879 karya seni dipamerkan, naik jauh dibandingkan tahun 2025 yang hanya mencatatkan 592 karya. Menurut Koster, peningkatan ini menunjukkan kualitas karya seni yang luar biasa dan minat masyarakat yang semakin tinggi terhadap seni tradisional Bali.
Wisatawan Asing dan Dampak Ekonomi
Upaya keras para seniman berhasil memantik minat kunjungan ke Pesta Kesenian Bali, tidak hanya dari masyarakat lokal Bali dan nusantara, tetapi juga dari mancanegara. Berdasarkan hasil uji penghitungan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali, sebanyak 5.743 wisatawan asing turut hadir dalam festival ini. Jika dibandingkan dengan tahun 2025, jumlah tersebut melonjak sebesar 137,7 persen karena sebelumnya hanya tercatat 2.416 kunjungan wisatawan asing. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak wisatawan internasional yang tertarik dengan kekayaan kesenian Bali.
Selain kunjungan langsung, tayangan mengenai Pesta Kesenian Bali di media sosial Pemerintah Provinsi Bali juga mendapatkan respons yang sangat positif. Total tayangan mencapai 2.124.000 kali, menunjukkan bahwa minat publik terhadap festival ini juga tinggi di ranah digital. What Happened During di platform digital ini turut berkontribusi terhadap peningkatan visibilitas festival secara global.
Menurut Koster, antusiasme terhadap PKB 2026 tidak hanya mencerminkan terjaganya seni dan budaya Bali, tetapi juga bagaimana perputaran ekonomi rakyat ikut andil. Dengan memberikan kesempatan kepada 75 UMKM lokal untuk berjualan, Koster mencatat adanya transaksi senilai Rp5 miliar. Begitu pula bagi para IKM kerajinan, di mana 124 usaha mencatatkan omzet menyentuh angka Rp11,3 miliar. Dampak ekonomi ini menjadi bukti nyata bahwa festival seni dapat menjadi penggerak perekonomian masyarakat.
Jadi selain menyaksikan seni, kita juga mendorong pertumbuhan IKM, luar biasa ini, sebentar lagi kita akan tutup PKB tapi kita lanjut dengan Festival Seni Bali Jani.
Festival Seni Bali Jani dan Visi ke Depan
Setelah satu bulan PKB berjalan, Pemerintah Provinsi Bali akan melanjutkan ke festival seni yang lebih modern, yaitu Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2026. Festival ini bertema Atma Kerthi: Kembara Sukma atau pengembaraan menuju jiwa mahasuci. Ruang bagi seni yang lebih modern ini akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti pagelaran, parade, lomba, lokakarya, sarasehan, pameran, bursa buku, serta pemberian penghargaan Bali Jani Nugraha. Kegiatan-kegiatan ini tidak jauh berbeda dengan yang ada di PKB.
Gubernur Bali berharap ruang bagi lintas seniman ini dapat menjadi wadah melestarikan ekosistem kesenian Bali. Ia juga menargetkan agar PKB 2027 dengan tema Wana Kerthi Hutan Penyangga Kehidupan semakin baik dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian, Bali terus berkomitmen untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya serta seni yang menjadi identitas pulau ini di mata dunia. What Happened During dalam setiap penyelenggaraan festival ini menjadi fondasi penting bagi kemajuan pariwisata Bali ke depan.